Jemaah Asal OKU Timur Jadi Kloter Pertama Keberangkatan Haji, 24 Juni Masuk Embarkasi

- Redaksi

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi haji.
Foto: net

Ilustrasi haji. Foto: net

Suarapublik.id, Palembang,

 

Sebanyak 443 Jemaah Haji asal Kabupaten OKI Timur akan menjadi Kloter pertama Keberangkatan Jemaah Haji asal Provinsi Sumsel pada tanggal 25 Juni mendatang.

 

Untuk itu, 443 jemaah ini sudah harus memasuki asrama sejak tanggal 24 Juni nanti. Menurut data keberangkatan haji yang di berikan oleh Kementerian Agama Wilayah Sumsel, 443 jemaah asal OKU Timur ini akan ditemani 4 orang petugas Haji dan 3 orang Petugas Haji Daerah (PHD).

 

Armet Dachil, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Sumsel mengatakan saat tiba di embarkasi jemaah akan menginap selama 24 jam dan hari berikutnya langsung berangkat. “Kloter pertama embarkasi Palembang berangkat 25 Juni, 24 Juni sudah masuk embarkasi,” kata Dachil, Kamis (9/6/2022).

 

Dijelaskanya, 23 Juni jemaah sudaj melalukan tes PCR. Lalu, bagaimana jika hasilnya positif Covid-19 ? Ia menyebut, jika sampai batas waktu hingga batas 9 kloter (1 kloter dari Babel) berangkat, belum dinyatakan negatif Covid-19, maka jemaah dipastikam batal berangkat. “Jika dia sudah dinyatakan negatif, bisa berangkat pada kloter berikutnya. Tapi, jika negatif di kloter akhir maka otomatis berangkat,” tambahnya.

 

Sedangkan, Pemerintah Arab Saudi kembali merubah syarat bagi jemaah yang ingin melaksanakan haji tahun ini. Terjadi perubahan syarat pemberlakuan tes PCR, yang kini kembali menerapkam pemberlakuan 72 jam dsri sebelumnya 48 jam. Artinya, jangka waktu pemberlakuannya lebih panjang, dari sebelumnya hanya 2 hari menjadi 3 hari.

 

“Regulasi yang diberikan Pemerintah Arab Saudi masih dinamis, tergantung dari kondisi,” jelasnya.

 

Untuk pelaksanaan tes PCR itu, katanya, akam bekerjazama dengan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota. Tes PCR itu, tak bisa dikakukan secara mandiri tetapi dilaksanakakn Dinkes dari kota asal jemaah.

 

“Yang melaksanakan Dinkes kabupaten/kota, kita sudah mintakan tes PCR ke mereka. Jangan sampai dilakukan di embarkasi. Karena jika ada yang Positif maka dikhawatirkan bisa menular ke Jemaah lain Makanya, untuk mengantisipasi hal iti dilalukan tes di wilayah masing-masing. ,”tukasnya.

Berita Terkait

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN
Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum
InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital
OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel
Telkomsel Buka Peluang Kolaborasi UMKM lewat Ekosistem Telkomsel Poin
Plang Nama YPLP PT PGRI Sumsel Hilang, Pihak Yayasan Laporkan ke Polisi
Polrestabes Palembang Terapkan WFH Setiap Rabu Mulai Mei 2026, Pelayanan Tetap Buka
Gagalkan Aksi Curanmor, Buruh Harian Tewas Ditusuk Pelaku

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:22 WIB

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN

Rabu, 29 April 2026 - 16:25 WIB

Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum

Rabu, 29 April 2026 - 09:25 WIB

InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital

Selasa, 28 April 2026 - 20:54 WIB

OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel

Selasa, 28 April 2026 - 20:21 WIB

Telkomsel Buka Peluang Kolaborasi UMKM lewat Ekosistem Telkomsel Poin

Berita Terbaru