Itikad Baik Terdakwa Ditolak Korban, Mediasi RJ Temui Jalan Buntu

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi korban dihadirkan di Pengadilan Negeri Palembang. (Photo: Hermansyah)

Saksi korban dihadirkan di Pengadilan Negeri Palembang. (Photo: Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang Perkara kasus dugaan penipuan yang melibatkan terdakwa Indah Yulita, kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, dengan agenda mediasi tempuh Restorative Justice (RJ), Senin (1/9/2025).

Untuk diketahui, sidang sebelumnya majelis hakim menjadwalkan dalam perkara ini untuk mediasi perdamaian dengan korban Agustina Novitasarie.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Eddy Cahyono SH MH, mediasi perdamaian dilaksanakan dengan dihadiri JPU dan saksi korban, serta penasehat hukum terdakwa.

Namun pada saat dipersidangan, perdamaian antara keduanya menemui jalan buntu atau dead lock, lantaran tidak ditemukan kesepakatan.

Pasalnya, Novita Sari bersikeras meminta uangnya dikembalikan sebesar Rp331 juta. Sementara Indah Yulita sanggup mengembalikan sebesar Rp178 juta, sesuai dengan apa yang dia pinjam dan sudah ada sebagian yang dikembalikannya kepada korban tersebut.

Tim Penasehat Hukum Indah Yulita dari kantor hukum Randi Aritama & Partners seusai sidang mengatakan, pihaknya sudah membuktikan adanya etikad baik untuk mengembalikan sisa uang yang dipinjam terdakwa meskipun ditolak oleh korban.

“Kami sudah mengimplementasikan itikad baik dan sudah mempersiapkan sisa uang yang dipinjam oleh klien kami serta akan dikembalikan kepada korban sebesar Rp178 juta dan ada kompensasi yang ditambahkan jadi total sebesar Rp200 juta. Dengan ditolaknya perdamaian itu adalah hak korban, terlebih korban bersih keras meminta uangnya sebesar Rp331 juta, itu nanti ranahnya Pengadilan atau majelis hakim yang memutus. Yang jelas kami sudah membuktikan adanya itikad baik dihadapan majelis hakim dan korban,” jelas Randi.

Meskipun korban menolak pengembalian sisa uang yang dipinjam Indah Yulita, Randi tetap mengapresiasi majelis hakim yang sudah memfasilitasi mediasi tersebut.

“Sekali lagi kami sangat mengapresiasi majelis hakim yang sudah memfasilitasi perdamaian ini. Sebenarnya kesepakatan ini gagal hanya karena nominal saja, apalagi adanya sertifikat rumah yang dijaminkan oleh klien kami. Tetapi, kembali lagi biar nanti majelis hakim yang menilai dan memutuskan perkara ini,” jelasnya.

Sementara itu, dalam persidangan Agustina Novita Sarie juga mengaku bahwa total hutang terdakwa adalah sebesar Rp 331 juta. Dia tidak mau berdamai dengan dalih telah mengalami kerugian dengan total sebesar Rp600 juta. (ANA)

Berita Terkait

Dodi Reza Alex Penuhi Panggilan Kejati Sumsel, Penyidikan Dugaan Korupsi Sungai Lalan Terus Bergulir
Polda Sumsel Tangkap Pemilik Senpi Rakitan di OKU Timur, Amankan Revolver dan Peluru Tajam
Honda CRF Milik Mahasiswa Hilang Saat Diparkir di Tempat Kerja, Kerugian Capai Rp38 Juta
Saksi Mahkota dan Ahli Dihadirkan, Kuasa Hukum Sebut Yansori Bukan Penjual Lahan
Komplotan Pencuri Besi Dermaga 7 Ulu Dibongkar, Satu Pelaku Ditangkap Polisi
ASN Dispora Palembang Didakwa Gelapkan Dana Perjalanan Dinas Rp27,8 Juta, Akui Dipakai untuk Pribadi
Setelah Sempat Kabur, DPO Kasus Curat di Ogan Ilir Akhirnya Diciduk Tim Rimau Batu
Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis, Ribuan Warga Serbu Bakti Kesehatan Polda Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:02 WIB

Polda Sumsel Tangkap Pemilik Senpi Rakitan di OKU Timur, Amankan Revolver dan Peluru Tajam

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:59 WIB

Honda CRF Milik Mahasiswa Hilang Saat Diparkir di Tempat Kerja, Kerugian Capai Rp38 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:56 WIB

Saksi Mahkota dan Ahli Dihadirkan, Kuasa Hukum Sebut Yansori Bukan Penjual Lahan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:55 WIB

Komplotan Pencuri Besi Dermaga 7 Ulu Dibongkar, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:53 WIB

ASN Dispora Palembang Didakwa Gelapkan Dana Perjalanan Dinas Rp27,8 Juta, Akui Dipakai untuk Pribadi

Berita Terbaru

Empat Lawang

Pelantikan ASN Kembali Dilakuan, Optimalkan Pelayanan Kemasyarakat

Rabu, 24 Jun 2026 - 18:00 WIB