Ini Dua Kesalahan Fatal Promo Alkohol Holywings

- Redaksi

Sabtu, 25 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para tersangka kasus penyebaran e-Flyer promo Holywings menggratiskan minuman beralkohol bagi pemilik nama Muhammad dan Maria, untuk menarik pengunjung.
Foto: net

Para tersangka kasus penyebaran e-Flyer promo Holywings menggratiskan minuman beralkohol bagi pemilik nama Muhammad dan Maria, untuk menarik pengunjung. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Holywings kembali viral dan banjir kritikan. Kali ini terkait dengan promosi gratis minuman beralkohol bagi pengunjung bernama “Muhammad” dan “Maria”.
Konsultan Pemasaran Inventure Yuswohady mengatakan promosi yang dilakukan tempat nongkrong populer milenial ini sangat tidak lazim dan fatal. Ia menyesalkan perusahaan sebesar Holywings bisa meloloskan iklan yang mengandung isu agama yang begitu sensitif.

Ia menduga ada dua kesalahan yang kemungkinan terjadi sehingga keluar promosi tersebut.

“Jadi saya menduga ada dua kesalahan fatal disini. Pertama, antara ini kesalahan orang secara pribadi karena teledor atau, kedua, memang sistem marketingnya yang belum baik,” kata dia kepada CNN Indonesia.

Terkait dengan kesalahan pertama, ia menduga terjadi karena kesalahan tim grafis yang salah menangkap narasi yang disampaikan.

“Saya menduga para grafisnya enggak punya sensitivity terhadap isu-isu agama dan ras, isu sara gitu, makanya bisa lolos iklannya di sosial media. Saya menduga begitu,” ujarnya.

Terkait kesalahan kedua, ia menduga bahwa koordinasi tim marketing di Holywings tidak tertata rapi. Promosi yang muncul hanya berdasarkan keputusan satu tim sehingga terjadi kesalahan yang sangat fatal.

“Ini kesalahan fatal sekali. Seharusnya kalau perusahaan besar mau mengeluarkan iklan, direktur marketingnya harus tahu. Tapi ini dalam penjelasan yang muncul disebutkan bahwa seolah direkturnya tidak tahu. Jadi saya menduga sistem marketingnya masih berantakan,” jelasnya.

Terkait dengan dugaan promosi sengaja dilakukan untuk menarik perhatian publik, ia menilai hal itu mustahil. Sebab, menggunakan isu agama dalam promosi apalagi minuman beralkohol yang dianggap haram bisa membuat sebuah brand hancur.

“Brand itu fragile, membangunnya lama dan jatuh dan hancurnya bisa sangat cepat. Apalagi menyangkut unsur agama dimana kita 90 persen berpenduduk muslim, ini namanya bunuh diri kalau disengaja. Jadi saya rasa tidak disengaja. Ini murni karena kesalahan orang atau sistem yang kurang baik,” jelasnya.

Berdasarkan laporan polisi, pengadaan promosi minuman alkohol gratis bagi nama Muhammad dan Maria sengaja dilakukan untuk meningkatkan penjualan Holywings.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ide tersebut merupakan ide dari keenam orang pegawai yang berada di dalam tim yang sama. Keenam orang yang telah ditetapkan tersangka yaitu SDR (27), selaku direktur kreatif; NDP (36), selaku Head Team Promotion; DAD (27), pembuat desain promo; EA (22), tim admin media sosial; AAB (25), selaku Social Media Officer; AAM (25), selaku admin tim promo.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan para tersangka itu dinilai telah dengan dengan sengaja menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat. Selain itu melalui pemberian promo itu juga dinilai telah menimbulkan keonaran dan kebencian berbasis sentimen SARA.

Atas perbuatannya itu, para tersangka kemudian dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP.

Kemudian Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru