Hotspot Mulai Menyebar 

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pemadaman api Karhutla. (Photo: Dokumen Manggala Agni)

Proses pemadaman api Karhutla. (Photo: Dokumen Manggala Agni)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Daerah mulai melakukan antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Apalagi, saat ini telah memasuki musim Kemarau meski masih dalam status kemarau basah.

Jumlah Titik Hotspot di Provinsi Sumsel naik signifikan, bahkan menurut data Sipongo KLHK saat ini terdata 15 titik Hotspot yang tersebar di beberapa wilayah Sumsel.

Ferdian Kristianto, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, mengatakan Hingga pukul 16.15 WIB, data Sipongi KLHK mendata 15 hotspot yang ada di Sumsel. Hotspot itu tersebar di berbagai wilayah, seperti di Banyuasin 1 titik, Prabumulih 1 titik, Muara Enim 3 titik, OKI 1 titik, PALI 3 titik. Kemudian di Muba 3 titik, Mura 1 titik, Muratara 2 titik.

“Ada peningkatan hotspot dari data Sipongi, titik Hotspot ini naik signifikan dibanding kemarin yang hanya terdapat 2 titik,” kata Ferdian, Selasa (2/7/2024).

Meski begitu, Ferdian menyebut angka ini masih jauh jika dibandingkan titik Hotspot pada puncak musim kemarau yang bisa mencapai puluhan titik.

“Meski begitu telah ada lahan yang terbakar seperti tadi siang tim tengah melakukan pemadaman di wilayah Sungai Rengit Kabupaten Banyuasin tepatnya di dusun setia harapan,” ujarnya.

Menurutnya, titik Hotspot itu tidak sama dengan Karhutla karena bukan titik api. Pihaknya terus melakukan pemantauan untuk menemukan titik panas yang dicurigai sebagai sumber Karhutla.

“Jika hotspot berlangsung berhari-hari, patroli akan dilakukan karena Hotspot tertentu mungkin Karhutla, tetapi beberapa tidak terdeteksi karena luasannya kecil. Menurutnya, diperlukan groundcheck untuk memastikan apakah Hotspot itu juga titik apo atau tidak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional
Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang
KTP Dipinjam Bos, Siti Malah Diteror Debt Collector Pinjol Rp3,5 Juta
Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Curanmor dalam OPS SIKAT-I MUSI 2026
Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Abdul Karim Divonis 1 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU
Warga Lampung Tewas Dikeroyok di Palembang, Alami Luka Tusuk di Dada dan Punggung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:48 WIB

SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KTP Dipinjam Bos, Siti Malah Diteror Debt Collector Pinjol Rp3,5 Juta

Berita Terbaru