Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Fokus Sriwijaya Economic Forum 2026, Bidik Investasi Enam Negara

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah menjadi salah satu strategi Sumatera Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Upaya tersebut didorong melalui peningkatan investasi dan kerja sama dengan investor domestik maupun internasional.

 

Untuk mempercepat langkah tersebut, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, 3 November 2026.

 

Forum yang mengusung tema Advancing Value-Added Development through Synergy to Strengthen South Sumatera’s Food and Energy Security ini menjadi bagian dari tindak lanjut pembentukan Task Force Percepatan Investasi. Fokusnya mendorong percepatan realisasi investasi sekaligus membuka peluang pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan Sumsel.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Bupati Banyuasin, sejumlah pimpinan instansi vertikal dan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan diplomatik dari Bangladesh, Tunisia dan Bulgaria. Selain itu, investor dari enam negara dan lebih dari 100 investor lainnya turut ambil bagian dalam forum tersebut.

 

Pembahasan diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sejumlah isu yang dibahas meliputi perkembangan investasi, kesiapan proyek yang ditawarkan kepada investor atau Investment Project Ready to Offer (IPRO), kemudahan perizinan, skema pembiayaan hingga peluang hilirisasi komoditas unggulan.

 

Diskusi juga mengulas prospek perekonomian Sumsel di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Kesiapan proyek investasi menjadi salah satu perhatian agar potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat diterjemahkan menjadi peluang usaha yang konkret.

 

Dalam forum tersebut, Kepala DPMPTSP Sumsel dan Kepala Perwakilan BI Sumsel turut menyampaikan pentingnya sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi diperlukan untuk mempercepat investasi, memperkuat sektor pangan dan energi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Gubernur Sumsel Herman Deru yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menegaskan, penguatan hilirisasi pangan dan energi sejalan dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita. Menurutnya, Sumsel memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi industri bernilai tambah dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.

 

Salah satu agenda penting dalam SEF 2026 adalah penandatanganan dan penyerahan Letter of Intent (LoI) dari Weihong Biotechnology Co., Ltd. kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Dokumen tersebut menjadi bentuk minat investasi perusahaan dalam pengembangan industri hilirisasi kelapa di Banyuasin.

 

Selain itu, forum juga mengumumkan pemenang Call for Essay mengenai potensi unggulan Sumsel serta meluncurkan website Sriwijaya Invest. Platform tersebut disiapkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan peluang dan proyek investasi yang tersedia di Sumatera Selatan kepada calon investor.

 

Penjajakan investasi kemudian dilanjutkan melalui sesi Investment Talks dan Business Matching yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha dan calon investor dari dalam maupun luar negeri.

 

Sejumlah komoditas yang ditawarkan dalam penjajakan kerja sama tersebut antara lain kopi, kelapa, ikan patin, udang vaname dan sapi. Pengembangan komoditas ini diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga memperkuat rantai pasok, membuka kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan meningkatkan nilai tambah produk daerah.

 

Melalui penyelenggaraan SEF 2026, BI Sumsel berharap lahir rekomendasi kebijakan dan strategi konkret untuk mempercepat hilirisasi sektor pangan dan energi. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel yang inklusif serta berkelanjutan.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Tertipu Modus Jual Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kehilangan Rp49,5 Juta
Konsumsi BBM 60,6 Km/Liter, Honda BeAT Jadi Pilihan Skutik Irit untuk Mobilitas Harian
Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas
Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Persetubuhan Kekasih, Orang Tua Lapor Polisi
Bank Sumsel Babel Gelar Ziarah Pahlawan, Kenang Jasa Para Pejuang dalam Momentum HUT ke-69
Optimalisasi Zakat Jadi Modal Usaha! Gerakkan Ekonomi Umat
BI Sumsel Apresiasi 11 Responden dan Surveyor Terbaik, Perkuat Kualitas Data Ekonomi Daerah
JPU KPK Minta Eksepsi Tiga Terdakwa Kasus Dugaan Suap Smartboard Muara Enim Ditolak

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:09 WIB

Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Fokus Sriwijaya Economic Forum 2026, Bidik Investasi Enam Negara

Sabtu, 7 November 2026 - 12:11 WIB

Tertipu Modus Jual Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kehilangan Rp49,5 Juta

Sabtu, 7 November 2026 - 11:38 WIB

Konsumsi BBM 60,6 Km/Liter, Honda BeAT Jadi Pilihan Skutik Irit untuk Mobilitas Harian

Jumat, 6 November 2026 - 15:52 WIB

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Persetubuhan Kekasih, Orang Tua Lapor Polisi

Berita Terbaru

Foto :  4 Tersnagka. Diamankan

Gorontalo

Polda Gorontalo Tahan Empat Tersangka Pengolahan Emas Ilegal

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:17 WIB