PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Kualitas kebijakan ekonomi tidak terlepas dari akurasi data yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Karena itu, kontribusi responden dalam menyediakan informasi ekonomi dinilai memiliki peran strategis dalam membantu Bank Indonesia membaca perkembangan dan menentukan arah kebijakan perekonomian daerah.
Hal tersebut menjadi perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan Temu Responden 2026 PESTA AMPERA (Penguatan Data dan Statistik, Akselerasi dalam Menjaga Pertumbuhan Perekonomian Daerah), yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang.
Kegiatan tahunan yang diikuti para responden survei BI tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif berbagai pihak dalam menyediakan data dan informasi ekonomi yang akurat, terkini, serta berkualitas.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan data yang dihimpun melalui berbagai survei dan kegiatan pengumpulan informasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjalankan tugas Bank Indonesia.
Data tersebut menjadi bahan analisis sekaligus dasar penyusunan rekomendasi kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan demikian, dukungan responden turut menentukan kualitas analisis dan efektivitas kebijakan yang dihasilkan.
Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh responden yang selama ini konsisten berpartisipasi dalam menyediakan data dan informasi. Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya mendukung tugas Bank Indonesia, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap perkembangan dan dinamika perekonomian Sumatera Selatan.
Di sisi lain, Bambang menilai masyarakat juga perlu meningkatkan kecakapan dalam mengelola keuangan. Dinamika perekonomian, perubahan harga, ketidakpastian global, hingga semakin beragamnya produk dan layanan keuangan menuntut masyarakat lebih cermat dalam mengambil keputusan finansial.
Hal ini sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Smart Financial Moves: Bijak Mengelola Keuangan di Tengah Dinamika Ekonomi”. Pengelolaan keuangan yang tepat dinilai penting untuk menjaga ketahanan finansial sekaligus membantu masyarakat merencanakan masa depan.
Sebagai bentuk penghargaan, BI Sumsel memberikan apresiasi kepada responden dan surveyor terbaik dalam 11 kategori.
Penerima penghargaan tersebut yakni Ujo sebagai Responden Terbaik Penyedia Data PIHPS Pedagang Eceran; Hj. Julia untuk kategori PIHPS Pedagang Besar; Toko Sumber Niaga untuk PIHPS Pasokan; dan PTPN VII untuk PIHPS Produsen.
Selanjutnya, Indogrosir sebagai penyedia data Survei Penjual Eceran; Pergudangan Sriwijaya Mas untuk Perkembangan Properti Komersial; PT Ogan Graha Mandiri untuk Survei Harga Properti Residensial; serta SPBU Coco untuk Survei Kegiatan Dunia Usaha.
Penghargaan juga diberikan kepada PT Bukit Asam sebagai penyedia data Liaison, Irwanto untuk kategori Survei Pemantauan Harga, serta Angra Angreni sebagai Surveyor Terbaik.
Selain pemberian penghargaan, kegiatan tersebut diisi talkshow mengenai pengelolaan keuangan dengan menghadirkan Akademisi Universitas Sriwijaya, Dr. Ariodillah Hidayat, S.E., M.Si., dan Financial Expert, Olivia Louise.
Dalam pemaparannya, Ariodillah menjelaskan dinamika ekonomi perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya hidup dan daya beli masyarakat. Perkembangan pasar keuangan, ketegangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta perubahan harga energi dan pangan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan keuangan.
Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan ekonomi dapat membantu masyarakat membuat keputusan finansial secara lebih terukur dan tidak hanya berorientasi pada kondisi jangka pendek.
Sementara itu, Olivia Louise membagikan sejumlah strategi mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memastikan kebutuhan utama terpenuhi, kewajiban keuangan terjaga, serta tetap mengalokasikan dana untuk tabungan dan dana darurat.
Perencanaan keuangan juga harus disusun secara realistis dan seimbang agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sekaligus mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.
Kedua narasumber turut mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan melalui prinsip mindful spending, menyiapkan dana darurat, hingga memahami tujuan serta jangka waktu investasi sebelum mengambil keputusan.
Melalui PESTA AMPERA 2026, BI Sumsel berharap kolaborasi dengan responden dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Ketersediaan data yang berkualitas diharapkan dapat mendukung analisis serta perumusan kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk memperluas akses informasi ekonomi, BI juga menyediakan publikasi Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA) serta Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan. Publikasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sebagai referensi dalam memahami kondisi serta prospek perekonomian daerah.
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















