PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Modus menawarkan tumpangan untuk mengantar pulang diduga digunakan dua pria untuk melakukan pencurian dengan kekerasan (curas). Seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) semester III, M Fikri Hidayat (19), menjadi korban setelah menerima tawaran tumpangan dari dua pria tak dikenal.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit handphone Infinix Hot 50. Tak terima dengan peristiwa yang dialaminya, Fikri didampingi orang tuanya mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang untuk melaporkan kejadian itu, Jumat (6/11/2026) sore.
Kepada petugas, Fikri menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 17.35 WIB, di Lorong Kedukan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang.
Kejadian bermula saat korban baru tiba dari Indralaya setelah mengikuti perkuliahan. Setibanya di kawasan Taman Ampera, korban berniat melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dengan menggunakan angkutan umum. Saat itu, korban sedang menunggu kendaraan untuk menuju stasiun LRT.
Namun, tiba-tiba dua pria yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban. Salah seorang di antaranya bahkan sempat meminta uang dengan alasan untuk uang keamanan.
“Saya saat itu baru pulang kuliah dari Unsri Indralaya dan turun di Taman Ampera. Hendak melanjutkan pulang ke rumah, jadi menunggu angkot di sana untuk ke stasiun LRT,” ujar warga Sukabangun, Palembang, tersebut.
Korban mengaku menolak memberikan uang karena memang tidak memiliki uang. Setelah itu, kedua pria tersebut menanyakan tujuan korban dan menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang.
“Salah satu pelaku meminta uang kepada saya dengan alasan untuk keamanan. Saya tidak beri karena memang tidak ada uang. Kemudian mereka bertanya hendak ke mana dan menawarkan untuk mengantar saya pulang,” tuturnya.
Tanpa menaruh curiga, korban akhirnya menerima tawaran tersebut dan naik ke sepeda motor pelaku. Namun, bukannya diantar menuju rumah, korban justru dibawa ke lokasi yang berbeda dari arah tujuan semula.
“Awalnya saya tidak curiga. Saat di jalan ternyata saya bukan diantar ke rumah, melainkan dibawa ke lokasi kejadian,” ungkapnya.
Sesampainya di Lorong Kedukan, korban dan kedua pria tersebut turun dari sepeda motor. Saat itulah salah seorang pelaku langsung merampas handphone yang sedang dipegang korban menggunakan tangan kanannya. Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau.
“Handphone saya langsung dirampas. Pelaku juga mengancam saya menggunakan pisau, jadi saya tidak bisa melawan,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit handphone Infinix Hot 50. Melalui laporan yang disampaikan ke Polrestabes Palembang, Fikri berharap kedua pelaku segera ditemukan dan ditangkap.
“Saya berharap dengan adanya laporan ini, pelaku bisa ditangkap,” harapnya.
Sementara itu, Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Eko Denny Saputra, membenarkan adanya laporan dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut.
“Laporan korban sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti petugas Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan serta menangkap pelaku,” tutupnya.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks


















