PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, memimpin langsung pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah dari Helipad Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (17/2/2026) sore.
Di bawah terpaan angin dari ketinggian, Syafitri Irwan bersama tim ahli Hisab Rukyat Kemenag Sumsel mengamati ufuk barat menggunakan perangkat teleskop. Namun hingga matahari terbenam, hilal tidak berhasil terdeteksi.
“Untuk titik pantau Palembang, hilal tidak terlihat,” ujar Syafitri Irwan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data hisab, matahari terbenam pada pukul 18.21.48 WIB, sedangkan hilal terbenam pada pukul 18.17.27 WIB. Ketinggian hilal berada minus 1 derajat 14 menit 5 detik di bawah ufuk mar’i dengan sudut elongasi 1,19 derajat.
Dengan kondisi tersebut, perkiraan awal Ramadan 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski hilal tidak terlihat secara visual di Sumatera Selatan, Syafitri menegaskan bahwa rukyatul hilal tetap menjadi bagian penting dalam mekanisme penetapan awal bulan Hijriah secara syar’i. Seluruh hasil pemantauan akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan Sidang Isbat di Jakarta.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap menunggu keputusan resmi pemerintah. Hasil pemantauan ini akan kami sampaikan kepada Menteri Agama sebagai bahan pertimbangan penetapan 1 Ramadan 1447 H,” katanya.
Pesan Kerukunan dari Ketinggian
Di sela pemantauan, Syafitri Irwan menyampaikan pesan moderasi beragama dan pentingnya menjaga kerukunan. Ia menilai momentum Ramadan harus menjadi perekat persaudaraan antarumat beragama di Sumatera Selatan yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik rendah.
“Dari ketinggian ini kita melihat Palembang yang damai. Saya mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, memperbanyak ibadah, serta menjaga toleransi yang selama ini terpelihara dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya saling menghormati selama bulan puasa.
“Bagi yang berpuasa, selamat meningkatkan kualitas spiritual. Bagi seluruh warga Sumsel, jadikan Ramadan sebagai madrasah kesabaran dan kerukunan. Jaga lisan, jaga hati, dan perkuat silaturahmi,” pungkasnya.
Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Mukmin, Kabag Tata Usaha Taufiq, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Efriyansa, Kepala Kankemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, perwakilan ormas Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta awak media.
Penulis : Jaks
Editor : Jaks

















