HD Sebut Kebutuhan Benih Padi Sumsel Belum Terpenuhi

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam acara Gebyar Perbenihan Nasional X di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (13/9/2025). Foto: Tia

Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam acara Gebyar Perbenihan Nasional X di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (13/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut ketersedian benih padi unggul bersertifikat di daerah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan petani secara optimal, yakni baru mencapai 30 persen.

Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan bahwa dari total kebutuhan sekitar 27.000 ton benih, ketersediaan baru mencapai 8.000 ton.

Hal ini dinilai belum sebanding dengan luas lahan baku sawah (LBS) yang mencapai 519.000 hektare ditambah cetak sawah baru seluas 48.000 hektare.

“Belum mampu kita mensuplai benih-benih unggul untuk petani kita sendiri,” ujar Deru dalam acara Gebyar Perbenihan Nasional X di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, meski petani masih bisa memperoleh benih dari hasil panen sebelumnya, namun mutu dan produktivitasnya tidak terjamin karena tidak melalui proses sertifikasi yang ketat.

Ia menegaskan pentingnya peran ahli dalam menghasilkan benih berkualitas tinggi.

“Kalau tidak dibuat oleh para ahli, tidak ada yang bisa menjamin produktivitasnya akan meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro menyoroti pentingnya ketersediaan benih unggul sebagai komponen utama dalam mencapai swasembada pangan.

Ia menyebutkan bahwa dari total produktivitas padi yang mencapai 370.000 ton, baru sekitar 50 persen benih yang berasal dari sumber bersertifikat.

“Penggunaan benih yang tidak unggul berdampak langsung pada hasil panen. Maka, ketersediaannya harus cukup, tepat waktu, dan berkualitas,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan seperti Gebyar Perbenihan dapat mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan benih nasional.

“Tentunya ini agar petani tidak terus bergantung pada benih dari panen sebelumnya yang belum tentu memiliki standar kualitas yang baik, terutama di Sumsel,” ungkap dia.

Berita Terkait

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek
Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri
Dituduh Mafia Tanah Saat Mediasi, Agung Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi
JPU Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Pompa Karhutla Muratara 5 Tahun Penjara
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang, Saksi Sebut Lebih dari 50 Titik Pekerjaan Tidak Dikerjakan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:09 WIB

Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:14 WIB

Dituduh Mafia Tanah Saat Mediasi, Agung Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi

Berita Terbaru

Caption: ilustrasi - Pelaksanaan pemadaman darat di Pulau Semambu Kabupaten Ogan Ilir oleh Tim Satgas Darat BPBD Sumsel. Foto: BPBD Sumsel

Kota Palembang

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:01 WIB