HD : Perlunya Pendamping dari BKKBN Atasi Ketidakseimbangan Makanan yang Dikonsumsi Masyarakat

- Redaksi

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan. Deru menyampaikan Di Sumatera Selatan saat ini telah mengaktivasi posyandu dari infrastrukturnya yakni digitalisasi timbangan.

Pada progam ini secara massal poyandu diberikan timbangan digital agar mendapatkan timbangan yang akurat untuk bayi sehingga dapat mengetahui setiap saat pertumbuhan bayi.

“Telah terjadi ketidakseimbangan makanan yang di konsumsi masyarakat Sumsel sehingga perlu keterlibatan pendamping dari BKKBN. Progam Sumsel mandiri pangan yang sudah mulai berjalan ini untuk merubah mindset dari pembeli menjadi penghasil seperti menanam sayur-sayuran dsb” ujarnya, Jumat (11/2/2022).

Deru juga menyampaikan jika Pemerintah Provinsi merupakan penyambung program dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten/Kota. HD menganjurkan untuk BKKBN menggunakan fasilitas dan ornamen pemda untuk dapat berkoordinasi dengan seluruh organisasi yang ada di Kabupaten/Kota agar kerja menjadi konkret

“Saya ucapkan selamat kepada jajaran BKKBN Sumsel karena telah mendapatkan Pemimpin yang baru” tutupnya

Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sumsel, Medheryanto, SH,MH menyampaikan ada amanah yang diberikan dari kepala BKKBN, yang pertama untuk mensukseskan progam keluarga berencana di Sumsel yang targetnya menurunkan angka kelahiran total dan yang kedua menurunkan prevalensi stunting sebanyak 10% di sumsel dengan pendekatan gizi, pendekatan multisektor dan pendekatan keluarga bersiko stunting.

Berita Terkait

Dokter Muda Ribut Dengan Mertuanya Sudah Dimediasi Damai Secara Kekeuargaan
Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi
Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel
Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta
Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK
Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan
Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap
Dakwaan KPK: Edison Diduga Terima Rp4,67 Miliar dari Kasus Smart Board dan Chromebook

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dokter Muda Ribut Dengan Mertuanya Sudah Dimediasi Damai Secara Kekeuargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan

Berita Terbaru