Guru Honorer Tahun 2023 di Stop, Zulinto : Harus Dialihkan Ke P3K

- Redaksi

Selasa, 5 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan bahwa tahun 2023 mendatang, guru honorer di stop dan akan dialihkan ke P3K.

 

Hal ini diungkapkan oleh Zulinto saat mengadakan rapat koordinasi terkait penerimaan PPPK dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Palembang yang bertempat di ruang rapat setda II, Kantor Walikota, Selasa (5/4/2022).

 

Dalam rapat Zulinto menyampaikan bahwa jika pertemuannya dengan Sekda guna menyampaikan usulan kepada Walikota Palembang tentang penerimaan PPPK (P3K).

 

“Jadi gini ya, tadi kami menyampaikan usulan untuk bapak Walikota yang dalam hal ini langsung diterima oleh Pak Sekda tentang penerimaan P3K,”ujarnya.

 

Zulinto mengungkapkan, di Palembang sudah kehilangan 4.477 guru ditambah lagi tenaga pendidikan lain.

 

“Palembang sudah kehilangan 4.477 guru ditambah lagi tenaga pendidikan seperti Operator, TU, Penjaga Sekolah, kami minta semua ini harus diusulkan,” ungkapnya.

 

Ia membeberkan, terkait rapat di komisi 10 bulan maret lalu, bahwa dari seluruh Indonesia baru sekitar 17,23 persen yang mengusulkan penerimaan P3K tersebut.

 

“Jadi kami minta dari BPKSDM supaya diusulkan, karena didalam surat yang kami terima bahwa hasil rapat di komisi sepuluh bulan maret kemarin seindonesia ini baru mengusulkan 17,23 persen berarti masih tersisa berapa puluh persen dari 700 sekian ribu yang akan diterima, baru 113 ribuan yang sudah mengusulkan,” bebernya.

 

Lebih lanjut Zulinto mengatakan, jika Sekda sudah meminta kepada BPKSDM agar usulan dari dinas pendidikan harus disampaikan.

 

“Alhamdulillah Pak Sekda begitu respon, dan beliau meminta kepada BPKSDM supaya usulan Dinas Pendidikan harus disampaikan. Persoalan nanti turunnya berapa ribu, itu biarkan yang berkopenten dipusat yang memutuskan “ lanjut Zulinto.

 

Zulinto juga menjelaskan, bahwa di dalam Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut sudah ada untuk gaji PPPK.

 

“Kami berharap semua yang diusulkan dinas pendidikan terhadap P3K itu diakomodir. Karena pendanaan biaya gaji itu jelas sudah ada Dana Akokasi Umum (DAU), nah di dalam DAU itu ada untuk gaji P3K,” jelasnya.

 

Dirinya menegaskan, jika di tahun 2023 nantinya semua honorer harus di stop.

 

“Tadi sudah kami sampaikan kepada pak sekda, tahun 2023 suka tidak suka, mau tidak mau semua honorer itu di stop, dihentikan. Nah artinya mumpung ada kesempatan untuk mengalihkan ke P3K kenapa kita tidak harus terima,” tegas Zulinto.

 

“Kami akan berjuang terus dengan kawan-kawan honorer, dengan forum-forum. Kami semua akan bergerak, karena palembang harus dipenuhi oleh guru dan semua tenaga pendidik,” pungkasnya.

Berita Terkait

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN
Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum
InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital
OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel
Telkomsel Buka Peluang Kolaborasi UMKM lewat Ekosistem Telkomsel Poin
Plang Nama YPLP PT PGRI Sumsel Hilang, Pihak Yayasan Laporkan ke Polisi
Polrestabes Palembang Terapkan WFH Setiap Rabu Mulai Mei 2026, Pelayanan Tetap Buka
Gagalkan Aksi Curanmor, Buruh Harian Tewas Ditusuk Pelaku

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:22 WIB

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN

Rabu, 29 April 2026 - 16:25 WIB

Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum

Rabu, 29 April 2026 - 09:25 WIB

InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital

Selasa, 28 April 2026 - 20:54 WIB

OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel

Selasa, 28 April 2026 - 20:21 WIB

Telkomsel Buka Peluang Kolaborasi UMKM lewat Ekosistem Telkomsel Poin

Berita Terbaru