Empat Jenis Pangan Tak Akan Diimpor Lagi Guna Tingkatkan Produksi Bidang Pertanian Indonesia

- Redaksi

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut empat jenis pangan yakni beras, gula, jagung, termasuk garam tidak akan lagi diimpor mulai tahun ini.

“Tidak dilakukan impor pada empat jenis pangan itu tentunya sesuai dengan arahan Presiden Prabowo yang kini tengah getol meningkatkan produksi di bidang pertanian,” ujar Zulhas, Selasa (14/1/2025).

Zulhas mengatakan saat ini pemerintah menargetkan swasembada pangan dan tidak ingin bergantung pada impor dari negara lain.

“Kalau empat macam pangan itu saja tidak lagi impor, maka itu kira-kira (efisiensi) bisa mencapai 5-6 miliar dolar. Berarti hampir Rp100 triliun, banyak kan. Itu baru empat macam, belum yang lain-lain,” katanya.

Ia menegaskan agar pemda mendukung program yang dijalankan pemerintah, termasuk dalam hal impor pangan.

“Jadi tolong semuanya, Gubernur, Bupati/Walikota, Kapolda, Pangdam dan lain-lainnya, kita harus berani dan siap tidak impor lagi. Ini harus jadi program bersama untuk mewujudkannya. Hasil Rakor ini juga akan saya laporkan ke presiden, termasuk siapa-siapa yang tidak hadir saat ini,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian Presiden Prabowo sama halnya dengan era kepemimpinan Presiden Soeharto. Pada era Soeharto banyak petani memiliki kebun sendiri. Namun setelah sekitar 28 tahun kondisinya berubah, sebagian besar petani kini justru menjadi buruh.

“Saat ini ada momentum bagi kita untuk swasembada pangan, mengembalikan kejayaan pertanian seperti dulu lagi. Pak Presiden saat ini ingin ada pemerataan, kita berdaulat kembali, ingin swasembada. Makanya kita juga minta kepala daerah untuk fokus pada pertanian,” imbuhnya.

Ia menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait serapan hasil pertanian masyarakat oleh Bulog, diantaranya serapan padi dan jagung.

“Terlebih HPP gabah sudah dinaikkan dari Rp6 ribu menjadi Rp6.500 dan jagung dari Rp5 ribu menjadi Rp5.500,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Iwan Tuaji dan Alhefy Hadapi Dakwaan Suap, Kuasa Hukum Sebut Fitnah dan Murni Utang-Piutang

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB