Elpiji 3 Kilogram di Pagar Alam Masih Langka

- Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Pasar atasi kelangkaan Elpiji 3 Kg di beberapa lokasi Pagar Alam. (Photo: dokumentasi Suarapublik.id/Delta Handoko)

Operasi Pasar atasi kelangkaan Elpiji 3 Kg di beberapa lokasi Pagar Alam. (Photo: dokumentasi Suarapublik.id/Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau gas melon hingga saat ini masih dirasakan masyarakat Pagar Alam. Padahal, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), sudah beberapa kali mengerahkan pangkalan untuk melakukan Operasi Pasar di sejumlah titik.

Dikatakan Kasi Perlindungan Konsumen Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagar Alam Welly Aprianto, bahwasanyan mengatasi kelangkaan ini sudah dua kali dilakukan operasi pasar, 5 Oktober lalu sebanyak 4 Truck dengan total 2.440 tabung yang masuk Pagar Alam disebar ke beberapa titik lokasi seperti Alun-alun Utara, Lapangan Bola Alun-Alun Selatan, Kawasan Depan Bioskop lama dan Simpang Manna.

Kemudian, Sebut Welly, beberapa hari berikutnya tepatnya tanggal 9 Oktober Operasi Pasar kembali di lakukan, dengan total lebih banyak yakni 6 truck dengan total 3.360 tabung yang disebar ke lima kecamatan.

“Akan tetapi pada kenyataannya, masih ada yang mengaku kesulitan mencari gas tersebut dilapangan,” ungkapnya, Selasa (12/10/2021).

Padahal, kata Welly, menurut informasi dari sejumlah agen, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Lahat yang sebelumnya mengalami kerusakan dan mengakibatkan harus mengambil ke Muara Enim, kini sudah kembali normal. Hanya saja karena masih baru sehingga belum bisa stabil.

“Ini juga bisa jadi alasan kenapa saat ini masih terjadi kelangkaan di masyarakat,dan meskipun tidak signifikan antrean masih terjadi saat barang masuk ke Pagar Alam,” jelasnya.

Dirinya tak menampik, pada operasi pasar yang sudah dua kali dilakukan antrean panjang masih tetap terjadi, padahal, jika diperkirakan penggunaan Elpiji ini tidak akan habis dalam hitungan 1-2 hari jika pengguna itu adalah masyarakat yang benar-benat pengguna elpiji 3 Kg.

“Namun, masalahnya, mereka yang antri ini adalah mereka itu-itu saja, yang mayoritas adalah pengecer, dan ini susah di elakkan meskipun sudah diberlakukan harus melampirkan KTP serta satu orang satu tabung, dan karena antrian sudah panjang dan banyak mungkin tidak terkendali lagi oleh agen,” sebut Welly.

Seharusnya, kata Welly, dalam antrian di Operasi pasar kemarin, juga di awasi oleh penegak hukum serta penegak Perda. “Karena kalau kita (Disperindag) hanya sebatas pengawasan terhadap konsumen saja,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan
Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam
Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri
Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam
MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam

Berita Terbaru