Ekspor Santan Sumsel Tembus 543 Ton, China Jadi Pasar Utama

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean saat kunjungan kerja ke pabrik pengolahan santan milik PT YSK KOS di Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat (10/10/2025). Foto: Barantin

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean saat kunjungan kerja ke pabrik pengolahan santan milik PT YSK KOS di Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat (10/10/2025). Foto: Barantin

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat ekspor santan kelapa asal Sumatera Selatan mencapai 543 ribu kilogram sepanjang 2025 dengan China sebagai negara tujuan utama.

Angka ini menunjukkan peningkatan minat pasar global terhadap produk olahan kelapa dari daerah tersebut yang dinilai memiliki mutu dan keamanan tinggi.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean menyebut sepanjang tahun 2025 volume ekspor komoditas itu mencapai 543 ribu kilogram, yang mana China menjadi tujuan utama yakni sebesar 525 ribu kilogram dan Hongkong sebanyak 18 ribu kilogram.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk santan dari Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

“Permintaan santan asal Sumsel terus meningkat karena mutunya terjamin dan memenuhi standar negara tujuan. Ini menjadi modal kuat bagi kita untuk memperluas pasar,” ujar Sahat, Minggu (12/10/202).

Ia menjelaskan mayoritas santan yang diekspor berasal dari kelapa unggulan Kabupaten Banyuasin, dan telah melalui proses sertifikasi kesehatan serta pemeriksaan perkarantinaan.

“Kita ingin kelapa diolah terlebih dahulu agar punya nilai tambah. Produk turunan seperti santan jauh lebih berpotensi dan diminati pasar global,” jelasnya.

Ia mengatakan Barantin terus mendorong penguatan industri hilir agar kelapa tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Selain menjaga mutu, Barantin juga memastikan setiap produk ekspor memiliki Certificate of Origin dari daerah asal untuk menjamin ketertelusuran dan memperkuat identitas produk lokal di pasar internasional,” katanya.

Perwakilan PT YSK KOS, Andi, yang menjadi salah satu eksportir utama, mengapresiasi pendampingan Karantina Sumsel dalam proses sertifikasi ekspor.

“Bimbingan teknis dari Karantina membuat kami lebih siap memenuhi standar pembeli luar negeri, terutama terkait keamanan pangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihknya melakukan kunjungan ke pabrik PT YSK KOS di Ogan Ilir pada, Jumat 10 Oktober 2025 yang bertujuan untuk memastikan penerapan standar perkarantinaan sekaligus mendorong penguatan industri olahan kelapa sebagai komoditas ekspor unggulan dari Sumatera Selatan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari penerapan standar kesehatan dan keamanan yang ketat dalam setiap proses produksi dan ekspor,” ucap dia.

Berita Terkait

Angkut 11 Ton Bensin Olahan Ilegal, Hariyanto Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Percepat Transformasi Digital Pemko Palembang Buat Aplikasi Kawal
Begal Polisi Saat Nyambi Jadi Ojek Diciduk, Ayah dan Anak Ikut Ditangkap
Sabu 14,7 Kg dan Aliran Dana Rp1,7 Miliar, Angga Prasetyo Diseret ke Meja Hijau
Nyambi Jadi Ojek Pangkalan, Polisi Polda Sumsel Jadi Korban Begal
Alasan Jaga Diri, Bawa Pisau di Pinggang, Pria 45 Tahun Diamankan Polisi
Kejari Palembang Periksa Tiga Saksi, Penyidikan Dugaan Korupsi Lampu Jalan Terus Dikebut
Kapal Mati Mesin, ABK 16 Tahun Terpeleset dan Hilang di Perairan Muara Lalan

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Angkut 11 Ton Bensin Olahan Ilegal, Hariyanto Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Begal Polisi Saat Nyambi Jadi Ojek Diciduk, Ayah dan Anak Ikut Ditangkap

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Sabu 14,7 Kg dan Aliran Dana Rp1,7 Miliar, Angga Prasetyo Diseret ke Meja Hijau

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Nyambi Jadi Ojek Pangkalan, Polisi Polda Sumsel Jadi Korban Begal

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Alasan Jaga Diri, Bawa Pisau di Pinggang, Pria 45 Tahun Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadikan Pancasila sebagai Landasan dalam Kehidupan Saya

Senin, 10 Agu 2026 - 23:03 WIB