SUARAPUBLIK. ID, PALEMBANG – Sektor perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Selatan bersiap menyongsong era baru yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Sebanyak 106 petani kelapa sawit asal Kabupaten Muara Enim baru saja menuntaskan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit intensif yang digelar selama enam hari (18–23 Juni 2026) di Palembang.
Bukan sekadar pelatihan biasa, program ini merupakan langkah strategis nasional di bawah payung Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit 2026. Kegiatan ini didanai penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dengan menggandeng IPB Training sebagai motor penggerak edukasi.
Meningkatkan hasil panen bukan lagi soal seberapa luas lahan yang dimiliki, melainkan seberapa cerdas lahan tersebut dikelola. Hal ini ditegaskan oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, S.P., M.Si.
“Penguatan kualitas SDM adalah kunci utama kemajuan sawit kita. Peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis di lapangan, tetapi juga dari kemampuan para petani dalam mengelola kebun secara profesional, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Ichwansyah, Rabu (24/6/2026).
Kolaborasi ini juga mendapat kawalan ketat dari BPPSDMP Kementerian Pertanian serta Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, yang menerjunkan langsung para pakar dan akademisi untuk membekali petani dengan ilmu agronomi mutakhir.
Selama pelatihan, para petani Muara Enim digembleng dengan kurikulum komprehensif hulu-ke-hilir, meliputi Persiapan Lahan & Pemilihan Bibit Unggul, Manajemen Nutrisi & Pemeliharaan, dan Proteksi Tanaman.
Tidak hanya duduk di dalam kelas, para peserta juga diajak langsung “merasakan tanah” melalui sesi praktikum dan kunjungan lapangan ke PPK Sembawa. Di sana, mereka melihat langsung implementasi teknologi sawit modern dan berdiskusi dua arah dengan para ahli.
Pulang dari Palembang, 106 petani ini membawa misi besar. BPDP, Ditjen Perkebunan, dan IPB Training menaruh harapan besar agar para alumni pelatihan ini tidak hanya mempraktikkan ilmu untuk diri sendiri, melainkan menjadi agen perubahan (agent of change) di desa masing-masing.
Dengan menyebarkan ilmu budidaya yang baik (Good Agricultural Practices), produktivitas kebun rakyat di Muara Enim diharapkan melesat tajam. Hasil akhirnya? Kesejahteraan keluarga petani meningkat, dan posisi industri kelapa sawit keberlanjutan Indonesia di mata dunia semakin kokoh.
Penulis : Suci

















