DJPb Kemenkeu Sumsel Catat Pendapatan Negara Per Januari 2025 Capai 1,19 Triliun

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sumsel, Rahmadi Murwanto. (Foto: Tia)

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sumsel, Rahmadi Murwanto. (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumatera Selatan mencatat pendapatan negara di Sumsel per Januari 2025 mencapai Rp1,19 triliun.

“Pendapatan negara pada awal tahun 2025 itu mencapai Rp 1,19 triliun atau mengalami pertumbuhan 42,52 persen secara tahun (year on year/yoy),” ujar Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sumsel, Rahmadi Murwanto, Rabu (26/2/2025).

Rahmadi menjelaskan pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp927,95 miliar yang tumbuh 27,93 persen secara yoy, kepabeanan dan cukai sebesar Rp43,40 miliar yang tumbuh 62,28 persen secara yoy, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp227,16 miliar yang tumbuh 155,68 persen secara yoy.

“Kinerja pendapatan negara dipengaruhi oleh implementasi Core Tax, peningkatan kinerja layanan Badan Layanan Umum (BLU), dan meningkatnya harga CPO. Kinerja belanja negara dipengaruhi oleh penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih cepat pada awal tahun 2025,” jelasnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak didorong oleh faktor penyesuaian perpindahan penerimaan Wajib Pajak (WP) cabang yang semula disetorkan pada cabang yang terdaftar di Sumsel, dan saat ini masuk ke WP pusat cabang tersebut terkait dengan implementasi Core Tax pada awal Januari 2025.

Lalu, dari sisi penerimaan kepabeanan dan cukai didorong oleh peningkatan kinerja ekspor dan impor di Sumsel, sekaligus peningkatan harga crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Lebih lanjut, penerimaan bea masuk sebesar Rp3,12 miliar dengan komoditi impor yang mendominasi yaitu alat elektronik lainnya. Sedangkan bea keluar terealisasi Rp39,42 miliar dengan komoditi ekspor yang dikenakan bea keluar didominasi oleh produk CPO.

“Realisasi bea keluar tumbuh positif 335,97 persen secara yoy dipengaruhi oleh kenaikan harga patokan ekspor (HPE) pada Januari 2025,” katanya.

Kemudian, dari sisi PNBP yang tumbuh hingga 155,68 persen secara yoy, terdiri dari pendapatan PNBP BLU (badan layanan umum) senilai Rp99,16 miliar, pendapatan PNBP lainnya Rp128, miliar, serta PNBP aset, piutang negara, dan lelang sebesar Rp3,93 miliar.

“Penerimaan PNBP juga menunjukkan kinerja yang positif didorong oleh peningkatan layanan, perbaikan tata kelola, serta inovasi layanan pemerintah,” pungkasnya. (Tia)

Berita Terkait

Besok Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Sumsel Dimulai, Herman Deru Minta Warga Manfaatkan Kesempatan
KUR BSI Rp9,5 Miliar Bermasalah, Tiga Terdakwa Divonis hingga 6 Tahun 6 Bulan
Bantahan Edison soal Fee Rp3,3 Miliar, Jaksa KPK Ungkap Proyek Disebut Sudah ‘Diatur’ Sejak Awal
Astra Motor Sumsel Perkuat Sinergi SMK Mitra Binaan Astra Honda Motor
Sampoerna University Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berstandar Amerika ke Palembang
Edison Bantah Terima Rp3,3 Miliar, Sebut Saksi Abi Berbohong di Sidang
Hakim Tegur Saksi Harmison: Uang Dipinjam Wajib Dikembalikan
Perkuat Kesiapsiagaan Darurat, PGN Area Palembang Uji Kesiapan Penanganan Kebakaran
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:31 WIB

Besok Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Sumsel Dimulai, Herman Deru Minta Warga Manfaatkan Kesempatan

Rabu, 30 September 2026 - 16:59 WIB

KUR BSI Rp9,5 Miliar Bermasalah, Tiga Terdakwa Divonis hingga 6 Tahun 6 Bulan

Rabu, 30 September 2026 - 16:52 WIB

Bantahan Edison soal Fee Rp3,3 Miliar, Jaksa KPK Ungkap Proyek Disebut Sudah ‘Diatur’ Sejak Awal

Rabu, 30 September 2026 - 15:34 WIB

Astra Motor Sumsel Perkuat Sinergi SMK Mitra Binaan Astra Honda Motor

Rabu, 30 September 2026 - 14:46 WIB

Sampoerna University Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berstandar Amerika ke Palembang

Berita Terbaru