Disnakertrans Sumsel Benarkan WNI yang Alami Kecelakaan Kerja di Jepang Warga Palembang

- Redaksi

Rabu, 29 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigran (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan membenarkan salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Jepang pada Senin, 27 Januari 2025 lalu.

“Benar, PMI yang meninggal merupakan warga Silaberanti, Kecamatan Plaju Palembang. Kami turut berduka cita dan semoga keluarga diberikan ketabahan. Kami akan mengupayakan kepulangan almarhum pada Sabtu 1 Februari 2025. Insyaa Allah Jumat nanti sudah ada brafaks jika AWB (airway bill) sudah siap,” ujar Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Edward Candra, Rabu (29/1/2025).

Edward mengatakan jika pihak Pemprov melalui Disnakertrans akan terus memonitor tindak lanjut pemulangan jenazah Tris ke Palembang.

“Kami juga masih berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka karena lokasi meninggalnya di wilayah tersebut,” katanya.

Diketahui, Tris berangkat bekerja ke Jepang pada akhir Juni 2024 atau sudah bekerja selama 7 bulan. Ia mendapat lokasi kerja di Yoshiwa Kota Hatsukaichi, Jepang yakni di bidang konstruksi dengan jenis pekerjaan tobi atau perancah bangunan.

“Tris merupakan salah satu dari 19 orang rekrutan Disnaker Palembang Angkatan ke-1 yang bekerja ke luar negeri. Menurut informasi, pihak yang akan mengantar jenazah Tris ke Palembang dari Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan Tris mengukuti program IM Japan Angkatan 365 Tahun 2024. Nantinya, jenazah Tris rencananya akan dimakamkan di TPU Mahameru Palembang, Kelurahan 16 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang.

“Dari kabar yang beredar, Tris meninggal saat memasang perancah gantung. Lalu, tiba-tiba perancah yang dipasang ambruk dan membuat lima pekerja terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Satu orang warga negara Jepang dinyatakan meninggal di tempat, sementara Tris meninggal saat dibawa ke rumah sakit di Hiroshima,” ungkap dia. (Tia)

Berita Terkait

Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam
Pegadaian Kanwil III Palembang Resmikan TRING! Creative Space, Dorong Inovasi Komunikasi Digital dan Kreativitas Insan Pegadaian
Gubernur Herman Deru Ajak Generasi Muda Jaga Hutan di Festival Kehutanan UIN Raden Fatah
Dibayangi Kecemasan, Orang Tua Siswa Keluhkan Minimnya Informasi TKA
Patra Bikers Community – Bapor Motorsport Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Padukan Touring dan Aksi Sosial
Dr. Bahrul Ilmi Yakup SH MH Nilai Penetapan Tersangka Bentuk Kriminalisasi Advokat
Herman Deru Batasi Ukuran Kapal yang Melintasi Jembatan P6 Lalan
RUU Obligasi Daerah Target Disahkan Akhir 2026

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:51 WIB

Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:45 WIB

Pegadaian Kanwil III Palembang Resmikan TRING! Creative Space, Dorong Inovasi Komunikasi Digital dan Kreativitas Insan Pegadaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Herman Deru Ajak Generasi Muda Jaga Hutan di Festival Kehutanan UIN Raden Fatah

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:52 WIB

Dibayangi Kecemasan, Orang Tua Siswa Keluhkan Minimnya Informasi TKA

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

Patra Bikers Community – Bapor Motorsport Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Padukan Touring dan Aksi Sosial

Berita Terbaru

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat menghadiri Festival Kehutanan yang diselenggarakan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang pada, Kamis (21/5/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Kota Palembang

Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:51 WIB