Dibayangi Kecemasan, Orang Tua Siswa Keluhkan Minimnya Informasi TKA

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID-Menjelang pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, keresahan mulai dirasakan ribuan orang tua siswa di Kota Palembang. Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan kursi SMP negeri melalui jalur prestasi, banyak wali murid mengaku kesulitan memperoleh informasi yang jelas terkait pelaksanaan hingga jadwal pengumuman TKA.

 

Situasi itu memicu kecemasan di kalangan orang tua. Mereka menilai hasil TKA kini menjadi salah satu penentu utama peluang anak untuk diterima di sekolah negeri favorit, sementara arus informasi yang diterima masih dinilai minim.

 

Salah satu orang tua siswa, Alhafis, mengaku terus memantau perkembangan informasi terkait hasil TKA anaknya. Namun hingga mendekati jadwal pengumuman, ia merasa sosialisasi dari pihak terkait masih belum maksimal.

 

“Sebagai orang tua tentu kami cemas. Anak kami mengikuti jalur prestasi dan hasil TKA sangat menentukan. Tapi dari awal pelaksanaan sampai menjelang pengumuman, informasi yang kami terima masih sangat terbatas,” ujarnya.

 

Menurut dia, persaingan SPMB tahun ini berlangsung semakin ketat karena banyak siswa berprestasi dari berbagai sekolah dasar bersaing memperebutkan kursi di SMP negeri unggulan.

 

Kondisi tersebut membuat para orang tua tidak hanya fokus mempersiapkan kemampuan akademik anak, tetapi juga harus menghadapi tekanan mental selama proses seleksi berlangsung. Kekhawatiran terbesar mereka ialah apabila nilai TKA yang diperoleh anak tidak mampu bersaing di tengah tingginya jumlah pendaftar jalur prestasi.

 

“Setiap hari kami terus memantau informasi. Takut ada perubahan jadwal atau informasi yang terlewat. Orang tua sekarang benar-benar dibuat tegang karena masa depan anak dipertaruhkan dalam proses seleksi ini,” katanya.

 

Ia menambahkan, fenomena keresahan menjelang pengumuman hasil TKA mulai terasa di sejumlah sekolah dasar di Palembang. Percakapan mengenai nilai, peluang lolos, hingga sekolah tujuan kini menjadi topik yang banyak dibicarakan para wali murid.

 

Pemerintah maupun pihak sekolah dapat lebih aktif memberikan informasi yang jelas dan terbuka agar proses SPMB berjalan transparan serta tidak menimbulkan kebingungan di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap sekolah negeri.

 

“Selaku orang tua berusaha menjaga kondisi psikologis anak kami agar tidak terbebani tekanan berlebihan menjelang pengumuman hasil,” ungkapnya.

 

Kecemasan serupa juga dirasakan para siswa yang tahun ini bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA melalui jalur prestasi. Salah satunya diungkapkan Quenna Nailah Maudy, siswi kelas IX SMP Negeri 19 Palembang.

 

Ia mengaku masih menunggu hasil resmi TKA sambil dihantui rasa khawatir menghadapi persaingan masuk SMA negeri tahun ajaran 2026/2027.

 

“Sekarang masih menunggu hasil nilai TKA. Rasanya deg-degan karena hasil ini sangat menentukan untuk lanjut ke SMA lewat jalur prestasi,” ujarnya.

 

Menurut Quenna, persaingan masuk SMA negeri favorit tahun ini diperkirakan semakin kompetitif. Banyak siswa berlomba menunjukkan kemampuan akademik terbaik demi mendapatkan peluang diterima di sekolah impian.

 

Ia mengatakan telah berusaha mempersiapkan diri semaksimal mungkin selama mengikuti proses TKA, mulai dari memperdalam materi pelajaran hingga menjaga kondisi fisik agar tetap fokus saat ujian berlangsung. Namun menjelang pengumuman hasil, rasa cemas tetap sulit dihindari.

 

“Yang dipikirkan sekarang apakah nilainya nanti sesuai harapan atau tidak. Kami semua tentu ingin bisa lolos di sekolah yang diinginkan.

 

Tetap mencoba berpikir positif dan menyerahkan hasil akhirnya pada usaha yang telah dilakukan. Baginya, proses mengikuti jalur prestasi menjadi pengalaman penting untuk melatih disiplin, mental, dan rasa percaya diri menghadapi dunia pendidikan yang semakin kompetitif,” tutupnya. (Has)

Berita Terkait

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Iwan Tuaji dan Alhefy Hadapi Dakwaan Suap, Kuasa Hukum Sebut Fitnah dan Murni Utang-Piutang

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB