Ketika MUI Muara Enim dan PT TEL Menyatukan Dakwah, Spiritual, dan Pemberdayaan Masyarakat

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim memperkuat sinergi dengan PT Tanjung Enim Lestari (TEL) melalui audiensi dan silaturahmi yang digelar di ruang pertemuan PT TEL, Selasa (19/5/2026).

Caption : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim memperkuat sinergi dengan PT Tanjung Enim Lestari (TEL) melalui audiensi dan silaturahmi yang digelar di ruang pertemuan PT TEL, Selasa (19/5/2026).

MUARA ENIM, SUARAPUBLIK.ID – Di sebuah ruang pertemuan di kawasan industri PT Tanjung Enim Lestari (TEL), Selasa pagi itu, suasana terasa berbeda. Tak hanya deretan kursi rapat dan layar presentasi yang memenuhi ruangan, tetapi juga percakapan hangat tentang dakwah, umat, dan masa depan masyarakat di sekitar perusahaan.

 

Di meja yang sama, para ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim duduk berdampingan dengan jajaran manajemen PT TEL. Mereka tidak sedang membicarakan angka produksi semata, melainkan bagaimana nilai-nilai agama dapat berjalan seiring dengan denyut dunia industri modern.

 

Pertemuan silaturahmi itu menjadi penanda ikhtiar bersama membangun sinergi antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

 

Dewan Pertimbangan MUI Muara Enim, H Taufik Rahman, menyebut MUI sebagai rumah besar umat Islam yang memiliki tanggung jawab menjaga harmoni sosial sekaligus membina kehidupan keagamaan masyarakat.

 

“Karena itu, kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan harus berjalan bersama. Dakwah tidak cukup hanya di mimbar, tetapi juga harus hadir memberi manfaat nyata bagi umat,” tuturnya.

 

Percakapan kemudian mengalir pada berbagai persoalan umat yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman. Dari pembinaan masjid, pelatihan imam dan khatib, hingga sertifikasi halal bagi pelaku UMKM binaan perusahaan.

 

Ketua Umum MUI Muara Enim, Dr KH Solihan, menggambarkan pentingnya kebersamaan melalui filosofi sederhana: sapu lidi.

 

“Satu lidi mudah dipatahkan. Tetapi jika disatukan, ia menjadi kuat. MUI ingin menjadi perekat kebersamaan itu,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Bagi Solihan, ulama dan dunia usaha bukan dua kutub yang berjauhan. Keduanya justru dapat berjalan berdampingan untuk membangun masyarakat yang lebih berdaya. Ia menyebut MUI menaungi banyak organisasi Islam, mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

 

“Kalau semuanya bergerak bersama, insya Allah manfaatnya akan lebih luas,” katanya.

 

Menariknya, diskusi siang itu tidak hanya berhenti pada program-program dakwah yang lazim. MUI Muara Enim juga mengangkat tema fikih kontemporer yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan halal dalam usaha laundry.

 

Menurut Solihan, pakaian yang dipakai untuk salat bukan hanya harus bersih, tetapi juga suci. Karena itu, proses pencucian, bahan pembersih, hingga tata cara pengelolaannya perlu dikaji secara fikih.

 

“Sekarang masyarakat banyak menggunakan laundry. Maka kita perlu memastikan prosesnya juga memenuhi syarat kesucian dalam Islam. Ini bagian dari kajian fikih kontemporer,” jelasnya.

 

Gagasan itu mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan. Sebab di tengah modernisasi industri, kebutuhan terhadap penguatan spiritual justru semakin dirasakan.

 

HR & CA Director PT TEL, Mochamad Amrodji, mengakui bahwa teknologi secanggih apa pun tetap tidak dapat menggantikan kebutuhan manusia terhadap nilai-nilai agama.

 

“Pada akhirnya manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT. Karena itu, kami berharap ada penguatan pengetahuan agama, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

 

PT TEL pun membuka peluang kerja sama lebih luas bersama MUI, mulai dari pelatihan juru sembelih halal (Juleha), pengiriman khatib Jumat, pelatihan pengurusan jenazah, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM.

 

Di tengah dialog yang berlangsung hangat itu, muncul pula pembahasan tentang keselamatan kerja. Namun kali ini, sudut pandangnya berbeda.

 

Anggota Dewan Pertimbangan MUI Muara Enim, KH Taufik Hidayat, mengingatkan bahwa budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak cukup hanya dibangun melalui aturan dan prosedur teknis.

 

Pendiri Pondok Pesantren Pondok Pesantren Laa Roiba itu menilai keselamatan kerja juga membutuhkan kesadaran spiritual.

 

“Orang yang bekerja dengan kesadaran bahwa pekerjaannya adalah amanah, akan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab,” katanya.

 

Ucapan itu membuat suasana ruangan sejenak hening. Sebab di balik hiruk-pikuk mesin industri, manusia tetap menjadi pusat utama yang harus dijaga—bukan hanya keselamatannya, tetapi juga jiwanya.

 

Audiensi siang itu akhirnya ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara MUI Muara Enim dan PT TEL dalam bidang dakwah, pendidikan umat, ekonomi syariah, serta pembinaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

Di luar gedung, aktivitas industri terus berjalan seperti biasa. Cerobong pabrik tetap mengepul, kendaraan operasional hilir mudik. Namun di dalam ruang pertemuan itu, sebuah gagasan sederhana sedang dirawat: bahwa dakwah dan industri tidak harus saling berjauhan. Keduanya dapat berjalan bersama, menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Motor dan Ponsel Raib Saat Pemilik Terlelap, Polisi Bekuk Pelaku di Palembang
Satu Hari Dicari, Gibran Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Enim
Mandi Bersama Teman, Siswa SD di Muara Enim Tenggelam di Sungai Enim, Basarnas Kerahkan Tim Pencarian
ICMI ORDA Muara Enim Ajak Masyarakat Perdalam Tasawuf untuk Menjaga Keikhlasan Ibadah
Orang Tua Korban Pembacokan di Gelumbang Resmi Lapor Polisi, Desak Pelaku Segera Ditangkap
Polda Sumsel Bongkar Tambang Batubara Ilegal di IUP PTBA, 11 Pelaku Diciduk dan Kerugian Negara Capai Rp 95,9 Miliar
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF
Laporan Warga Berbuah Penindakan, Polisi Amankan Pria Pembawa Senpi Rakitan di Muara Enim
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Motor dan Ponsel Raib Saat Pemilik Terlelap, Polisi Bekuk Pelaku di Palembang

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:06 WIB

Satu Hari Dicari, Gibran Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Enim

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mandi Bersama Teman, Siswa SD di Muara Enim Tenggelam di Sungai Enim, Basarnas Kerahkan Tim Pencarian

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:09 WIB

ICMI ORDA Muara Enim Ajak Masyarakat Perdalam Tasawuf untuk Menjaga Keikhlasan Ibadah

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:50 WIB

Orang Tua Korban Pembacokan di Gelumbang Resmi Lapor Polisi, Desak Pelaku Segera Ditangkap

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Nilai Pancasila dari Pagi hingga Sore Hari

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:10 WIB

Sumsel

Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri 

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:05 WIB

Sumsel

Aku dan Pancasila di Hidupku 

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:56 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:50 WIB