Dinilai tidak Bisa Atasi Karhutla, KMPS Minta Irjen Rachmad Wibowo Turun dari Jabatan Kapolda Sumsel

- Redaksi

Selasa, 31 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Irjen Pol A Rachmad Wibowo, diminta turun dari jabatan sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), karena dinilai tidak bisa mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Sriwijaya.

Hal ini diungkapkan Ketua umum HMI Cabang Palembang Chandra, saat melakukan aksi di depan gedung Polda Sumsel, Selasa (31/10/2023).

“Bukankah Presiden telah menyampaikan statemennya kalau di daerah terjadi Karhutla, maka yang paling bertanggungjawab adalah Kapolda dan Pangdam. Untuk itu kami meminta agar Kapolda (Sumsel) secara terhormat mengundurkan diri sebagai karena tidak bisa menangani Karhutla,” tegas Chandra, di sela-sela menggelar aksi.

Selain itu, kata Chandra, beberapa perusahaan perusahaan yang terindikasi membakar lahan tidak kunjung diproses secara hukum.

“Dalam penegakan hukum yang dilakukan kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel hanya sebatas masyarakat biasa, tetapi tidak sampai ke perusahaan-perusahaan yang telah terbukti melakukan pembakaran lahan. Siapapun yang membakar lahan harus diproses secara hukum tanpa terkecuali jangan hukum tajam ke bawah tumpul,” kata Chandra.

Akibat dari kebakaran yang tak kunjung padam kata Chandra, membuat Kota Palembang diselimuti kabut asap yang begitu peka.

Padahal lanjut Chandra, kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah Sumsel gencar melakukan mitigasi pencegahan karhutla, tetapi kenyataannya karhutla masih terjadi di Sumsel.

“Percuma kalau dilakukan pencegahan, tetapi karhutla masih terjadi di Sumsel. Karena tidak ada tindakan tegas kepada korporasi yang telah membakar lahan. Kalau masyarakat yang membakar cepat ditindak. Namun, sebaliknya kalau perusahaan yang membakar aparat kepolisian lamban memprosesnya,” jelas Chandra.

Diketahui dalam aksinya di Polda Sumsel, para mahasiswa meminta untuk bertemu dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, namun permintaan mahasiswa tidak dipenuhi karena Kapolda sedang tidak berada di tempat.

Karena tidak berhasil menemui Kapolda, para mahasiswa membubarkan diri dan akan kembali melanjutkan aksinya pada 3 November 2023 sampai tuntutan mereka untuk bertemu dengan Kapolda bisa tercapai. (ANA)

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi dan Sebar Maklumat ke Warga
Terungkap! Wanita Hamil yang Ditemukan Tergantung di Ogan Ilir Ternyata Dibunuh Kekasih Sendiri
Dua Sabahat Pelaku Curanmor Resahkan Warga Ditangkap Ospnal Ranmor
Mesin Penggiling Ikan Milik Warga Raib Dini Hari, Jatanras Polda Sumsel Bergerak Cepat Amankan Dua Pelaku
Jalin Sinergi dan Perkuat Kemitraan, Polres Empat Lawang Ajak Insan Pers Duduk Bersama
Lewat ‘Bola Gembira’, Polsek Buay Madang Timur Rangkul Warga Nobar Piala Dunia 2026
PT Gembala Sriwijaya Hormati Proses HGU, Warga Tanjung Baru Diberi Kesempatan Kelola Lahan Belum Produktif
DPC PDIP Empat Lawang Gelar Fit Propertes Calaon ketua PAC

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:25 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi dan Sebar Maklumat ke Warga

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:24 WIB

Terungkap! Wanita Hamil yang Ditemukan Tergantung di Ogan Ilir Ternyata Dibunuh Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:19 WIB

Dua Sabahat Pelaku Curanmor Resahkan Warga Ditangkap Ospnal Ranmor

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:29 WIB

Jalin Sinergi dan Perkuat Kemitraan, Polres Empat Lawang Ajak Insan Pers Duduk Bersama

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:30 WIB

Lewat ‘Bola Gembira’, Polsek Buay Madang Timur Rangkul Warga Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Foto :  2 pelaku saat diamankan unit ranmor

Kota Palembang

Dua Sabahat Pelaku Curanmor Resahkan Warga Ditangkap Ospnal Ranmor

Minggu, 14 Jun 2026 - 16:19 WIB