Diduga Curi Ikan Tetangga, Bocah 11 Tahun di Palembang Jadi Korban Penganiayaan

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Seorang bocah berusia 11 tahun berinisial BN diduga menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya sendiri setelah dituduh mengambil ikan milik pelaku. Peristiwa ini pun berujung laporan ke pihak kepolisian.

Orang tua korban, Rizal (39), melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang pada Kamis (19/3/2026). Ia tidak terima anaknya mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh terlapor berinisial IN.

Kepada petugas, Rizal yang merupakan warga Jalan Kadir TKR Lorong Terusan, Kecamatan Gandus Palembang, menuturkan bahwa kejadian itu terjadi tidak jauh dari kediamannya.

Peristiwa bermula saat terlapor mengetahui korban mengambil ikan miliknya dan memindahkannya ke dalam bak mandi di rumah korban. Informasi tersebut diketahui dari keterangan anaknya.

“Menurut cerita anak saya, awalnya dia mengambil ikan milik terlapor lalu dipindahkan ke bak mandi,” ujar Rizal saat memberikan keterangan.

Mengetahui hal tersebut, terlapor diduga langsung emosi dan menampar korban secara berulang kali. Aksi kekerasan itu disebut terjadi secara spontan tanpa ada upaya penyelesaian terlebih dahulu.

“Begitu tahu ikannya diambil, terlapor langsung menampar anak saya berkali-kali,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, korban kemudian dibawa ke rumah terlapor dan kembali mengalami kekerasan fisik. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah.

Rizal berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporannya dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui petugas Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan kasus ini akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib
Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati
Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel
86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:53 WIB

Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:30 WIB

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:08 WIB

Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB