Diduga Buka Baut Penyangga Tiang Bendera, Siswa Sekolah Elit Meninggal Tersengat Listrik

- Redaksi

Kamis, 29 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua orang siswa SD elit yang beralamat di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang tersengat arus listrik saat bermain di bawah tiang bendera sekolahnya, Selasa (27/8/2024) sekitar pukul 15.30 WIB.

Akibat dari peristiwa tersebut satu korban berinisial HFH (12) warga Jalan Faqih Usman, Seberang Ulu (SU) 1 Kota Palembang meninggal dunia.

Sementara temannya berinisial HB (11) warga Jalan Pengantingan, Komperta Plaju Palembang mengalami luka bakar di punggung, dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Siloam Sriwijaya.

Plh Kapolsek Ilir Barat I AKP Heri menjelaskan, berdasarkan dari keterangan saksi di lapangan bahwa kejadian berawal saat kedua korban bersama satu orang temannya yakni Ridho bermain di tiang bendera di sekolahnya.

“Pada saat itu ada tiga orang yang bermain di TKP setelah pulang sekolah, kemudian teman korban membuka baut penyangga yang ada di samping tiang bendera tersebut, sehingga membuat tiang miring dan menyentuh kabel listrik,” jelas AKP Heri, Kamis (29/8/2024).

Melihat tiang miring, korban dan temannya hendak memasang kembali baut penyangga tersebut. Namun, korban HFH dan HB tersengat arus listrik.

“Akibatnya korban terpental hingga menyebabkan korban HFH meninggal dunia, sementara HB langsung dilarikan ke rumah sakit,” kata AKP Heri.

Wakil Kepala Sekolah sekaligus Humas Sekolah Islam Terpadu (SIT) Harapan Mulia Saharatua R, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar siswa kami, kelas 6 SD. Untuk kronologi kejadian masih kami pelajari,” ungkap Saharatua.

Kata Saharatua, kejadian tersebut terjadi usai jam pelajaran selesai atau jam pulang sekolah.

“Kami hari ini mendatangi rumah duka siswa berinisial HFH, kami juga menyampaikan rasa belasungkawa. Untuk korban HB informasi terakhir masih dirawat di RS Siloam Sriwijaya,” kata Saharatua. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB