Dana Covid Mulai Dialihkan

- Redaksi

Senin, 14 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Selama tahun 2020 sampai tahun 2022, Dana Desa (DD) fokus menanggulangi wabah Covid-19. Seiring dengan berjalannya waktu, pandemi semakin terkendali. Sehingga ada perubahan arah kebijakan penggunaan Dana Desa.

 

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Lahat, Darul Efendi, melalui Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan, Ari Efendi SIP, disampaikan Pejabat Fungsional, Alan Fuadi, penggunaan Dana Desa tahun 2023 lebih difokuskan untuk pemulihan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan tetap memperhatikan permasalahan yang masih mengemuka.

 

“Seperti penanganan stunting, pelaksanaan padat karya tunai desa, pengembangan ekonomi desa serta, penanganan bencana alam dan non-alam yang sesuai kewenangan desa,” jelas Alan via seluler, Senin (14/11).

 

Dikatakannya, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap ada. Namun catatannya hanya untuk warga kemiskinan extrem. BLT sering disebut dengan bantuan Covid-19. Namun tahun 2023 nama bantuannya tersebut tak digunakan lagi. “BLT tetap dengan alokasi 25 persen dari pagu anggaran, hanya untuk kemiskinan extrem. Untuk besarannya sesuai dengan pembahasan Musrenbang tingkat kecamatan,” jelasnya.

 

Bagi desa yang melaksanakan kegiatan fisik, seperti pembangunan posyandu, balai desa, ataupun lainnya, wajib bertemakan adat di Bumi Seganti Setungguan. “Misalkan atapnya bertemakan adat, atau pada dinding bangunannya,” jelasnya.

 

Untuk penanganan bencana alam dan non-alam seperti penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Dia mencontohkan dana desa bisa untuk kegiatan isolasi, sterilisasi lingkungan, dan filterisasi ternak. “Dana desa bisa digunakan untuk penanganan PMK, yang penting vaksinnya legal,” ujarnya.

 

Namun dengan catatan, alokasi bukan ganti rugi seperti hewan ternak warga mendadak mati. Anggaran khusus untuk penanganan bencana non alam. Termasuk Covid-19. “Kalau alokasi sesuai kemampuan desa. Berbeda tahun-tahun sebelumnya dianggaran 8 persen dari pagu anggaran dana desa,” tutupnya.

Berita Terkait

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tutup Rangkaian Pasar Murah di Lahat, Jangkau 3 Ribu Warga
Open House di Lahat, Wagub Cik Ujang Dorong Pemberdayaan UMKM dan Pedagang Kecil
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:44 WIB

DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:51 WIB

Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron

Berita Terbaru