PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —
Di tengah tuntutan digitalisasi yang semakin kuat di dunia pendidikan tinggi, penguatan kapasitas dosen tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Menyadari hal itu, Universitas Muhammadiyah Palembang bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II menggelar bimbingan teknis guna memperkuat kinerja sekaligus mendorong percepatan karier dosen melalui pemanfaatan teknologi administrasi akademik.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kinerja dan Karier Dosen melalui Bimbingan Teknis Aplikasi Coretax dan Amanda Tahun 2026” tersebut digelar di Aula Gedung KH. Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat (13/3/2026). Bimbingan teknis ini diikuti para dosen Pegawai Negeri Sipil yang Dipekerjakan (PNSD) di lingkungan LLDikti Wilayah II.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat kompetensi dosen dalam menghadapi perubahan sistem administrasi perguruan tinggi yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Pemanfaatan aplikasi Coretax dan Amanda dinilai penting untuk mendukung tata kelola administrasi, pelaporan kinerja, hingga pengembangan karier dosen secara lebih transparan dan efisien.
Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., mengatakan mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus tersebut sebagai tuan rumah kegiatan peningkatan kapasitas dosen di lingkungan LLDikti Wilayah II.
Baca Juga : Kuasa Hukum Dosen UMP Apresiasi Sikap Kampus, Tegaskan Hormati Proses Hukum
Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi dosen menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Menurutnya, dosen saat ini tidak hanya dituntut unggul dalam pengajaran, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan sistem administrasi dan teknologi yang terus berubah.
“Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang profesional dan adaptif. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kualitas tata kelola akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menekankan bahwa profesi dosen pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, dosen harus terus memperbarui pengetahuan dan membuka diri terhadap inovasi baru.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan sangat menentukan kualitas kinerja dosen, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Dosen harus selalu menjadi pembelajar. Kita tidak boleh berhenti mempelajari hal-hal baru, karena perubahan di dunia pendidikan berlangsung sangat cepat,” katanya.
Baca Juga : GMPP Minta LLDIKTI Usut Kontroversi Pemberian Ijazah Salah Satu Mahasiswa di UKB
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas kerja dosen. Mulai dari perencanaan perkuliahan, pengembangan metode pembelajaran di kelas, hingga pengelolaan administrasi akademik, semuanya kini dapat didukung melalui sistem digital yang terintegrasi.
“Melalui bimbingan teknis ini, para peserta diharapkan mampu memahami secara lebih komprehensif penggunaan aplikasi Coretax dan Amanda, sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatannya untuk mendukung kinerja akademik sekaligus memperkuat pengelolaan administrasi perguruan tinggi yang lebih modern, akuntabel, dan efisien,” pungkasnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Hasan Basri

















