GMPP Minta LLDIKTI Usut Kontroversi Pemberian Ijazah Salah Satu Mahasiswa di UKB

- Redaksi

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dengan membawa replika jenazah dan keranda mayat sebagai simbolis, puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Pendidik (GMPP), mendatangi kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDIKTI) II, Kamis (30/5/2024).

Kedatangan massa ini untuk meminta LLDIKTI II agar menindaklanjuti laporan, serta mengusut dugaan praktik pemberian ijazah tanpa hak kepada AA selaku menantu dari Rektor Universitas Kader Bangsa (UKB), Dr Irzanita, pada tahun 2021 lalu.

“Simbol (pocong dan keranda mayat) itu sebagai matinya pengawasan LLDIKTI II terhadap sekolah atau dunia pendidikan yang ada di Sumsel. Karena, laporan sudah satu tahun berjalan sampai hari ini tidak ada tindakan. Untuk itu kami membawa simbol matinya pengawasan terhadap perguruan tinggi di Sumsel,” ucap Koordinator Aksi, Jekli.

Dia mengatakan, pihaknya selaku wadah kontrol dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh UKB, salah satu adanya pelanggaran pemberian ijazah kepada salah satu menantu yang diduga tidak mengikuti proses perkuliahan.

“Kami hadir disini sebagai wadah kontrol masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bahwa kami karena banyak pelanggaran yang terjadi di kampus ini. Namun sampai ini tidak ada tindakan oleh karena itu kami ingatkan kembali menagih janji kepada LLDIKTI Wilayah II Sumsel untuk melaksanakan pemeriksaan kepada kampus  karena sudah banyak melakukan pelanggaran yang merugikan dunia pendidikan sumsel,” tegas dia.

“Contohnya adanya pelanggaran memberikan ijazah kepada salah satu menantunya namun tidak mengikuti proses perkuliahan sebagaimana mestinya. Kedua, ada laporan juga menyalahgunakan wewenang jabatan. Hal ini sudah kami laporkan ke LLDIKTI, masih tidak ada tindakan. Untuk itu kami meminta 2 minggu untuk menuntaskan kasus ini karena menyangkut kepentingan masyarakat,” jelas Jekli.

Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan LLDIKTI wilayah II Win Honain mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti serta melaporkan kepada pimpinan terkait tuntutan dari para pendemo.

“Akan kita tindaklanjuti sesuai apa yang diminta oleh pengunjuk rasa. Segera kita laporkan kepada pimpinan. Kita belum bisa komentar, karena masih dalam proses pendalaman,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni
Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang
Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik
Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan
Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Rabu, 1 April 2026 - 21:03 WIB

5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:33 WIB

Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:36 WIB

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:15 WIB

Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Berita Terbaru

Kota Palembang

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:51 WIB