SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –
Universitas Muhammadiyah Palembang (FKIP UM Palembang) melaksanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat (PkM) di SD Negeri 216 Palembang yang berfokus pada kegiatan untuk menumbuhkan budaya literasi siswa melalui pojok baca
berbasis proyek.
Kegiatan yang bertema “Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang” ini mendapat sambutan hangat dari Kepala SDN 216 Palembang.
Kegiatan PkM diawali dengan pembukaan acara yang diawali dengan kata sambutan dari Kepala
SD Negeri 216 Palembang, Dra. Ema Mariana yang menyampaikan apresiasinya atas
terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama antarpihak kampus dan
sekolah.

Ia menyambut baik kedatangan tim PkM yang diketuai oleh Supriatini, S.Pd., M.Pd. berserta anggotanya yakni Surismiati, S.Pd., M.Pd.; Dr. Kurnia Saputri, M.Pd.; Dr. Sakdiah Wati, M.Pd.; Ayu Wulandari, S.Pd., M.Pd. maupun
mahasiswa.
“Terimakasih atas terselenggaranya kegiatan Pkm di SD kami ini,” ucap Ema.
Ia menyatakan bahwa kegiatan
edukasi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan minat baca siswa yang
sekarang sudah mulai terkikis karena kemajuan teknologi.
“Pojok baca ini sangat penting untuk membangun kembali budaya literasi siswa khususnya di linkungan sekolah,” kata Ema.
Beliau juga menambahkan bahwa sekolah sangat senang dengan adanya kedatangan tim PkM yang memberikan penyuluhan kepada guru dan siswa di SDN 216 Palembang.
“Harapannya bahwa di kemudian hari akan ada pengabdian masyarakat atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilakukan pihak kampus di SDN
216 Palembang,” jelas Ema.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Supriatini, S.Pd., M.Pd. selaku ketua PkM. Beliau menyampaikan bahwa budaya literasi harus diterapkan di lingkungan sekolah khususnya sekolah dasar.
“Karena di SD inilah merupakan pondasi awal agar siswa mau membuadayak
literasi sejak dini,” kata Supriatini.
Materi tentang budaya literasi selanjutnya disampaikan oleh ketua tim dan juga anggota tim lainnya secara bergilir dengan sesi tanya jawab antara guru dan tim PkM sehingga kegiatan PkM ini lebih aktif karena adanya interaksi antara guru dan tim penyuluh.
Guru SDN 216 Palembang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, apalagi sebelumnya sudah pernah dibentuk pojok baca namun belum maksimal diterapkan di sekolah tersebut.
Kedepannya, pihak sekolah akan lebih
menggiatkan lagi budaya literasi di sekolah dengan menciptakan pojok baca
berbasis proyek.
Penulis : Suci

















