11 Korban Bus ALS Kembali Terungkap Lewat Tes DNA, Total 14 Jenazah Sudah Teridentifikasi

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban saat akan diserahkan ke pihak keluarga.

Jenazah korban saat akan diserahkan ke pihak keluarga.

SUARAPUBLIKID,PALEMBANG – Proses identifikasi korban tragedi kecelakaan Bus ALS di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bersama Polda Sumatera Selatan kembali berhasil mengungkap identitas sejumlah korban melalui pemeriksaan DNA forensik.

 

Hingga Jumat (15/5/2026), sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil dipastikan identitasnya setelah melalui serangkaian uji laboratorium oleh Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel.

 

Dengan hasil terbaru tersebut, total 14 korban meninggal dalam kecelakaan maut Bus ALS kini telah berhasil teridentifikasi secara resmi.

 

Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sampel DNA jenazah dengan DNA keluarga kandung korban. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan ketat menggunakan metode ilmiah kedokteran forensik untuk memastikan keakuratan data sebelum diumumkan kepada keluarga maupun publik.

 

Berikut daftar 11 korban yang berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA:

 

Aldi Sulistiawan, teridentifikasi sebagai anak biologis Anwarudin.

 

Syamsiah Bachri, teridentifikasi sebagai ibu biologis Yoga Aulia Graha.

 

Zulpan Efendi, teridentifikasi sebagai anak biologis Gusti Pulungan.

 

Agustina Maharani, teridentifikasi melalui dua kantong jenazah sebagai anak biologis Kambali.

 

Martoni, teridentifikasi sebagai ayah biologis Rimba Bagas Kara.

 

Aryanto, teridentifikasi sebagai ayah biologis Rangga Saputra.

 

Klinton Wardana Marbun, teridentifikasi sebagai anak biologis Juliana Sianturi.

 

Bahrul Ulum, teridentifikasi sebagai adik kandung Misbah Sanjani.

 

Syafruddin NST, teridentifikasi sebagai kakak kandung Ahmadi Sudarta NST.

 

Alif Supriyatin, teridentifikasi sebagai anak biologis Kamisah.

 

Budiyanto, teridentifikasi sebagai ayah biologis Siti Junainah.

 

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanty, mengatakan proses identifikasi terhadap tiga jenazah lainnya masih terus dilakukan melalui analisis laboratorium lanjutan.

 

“Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar valid,” kata Sumy, Jumat (15/5/2026).

 

Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan pihaknya terus mengedepankan penanganan profesional dan humanis dalam tragedi tersebut.

 

“Kami berupaya maksimal mulai dari proses evakuasi korban, identifikasi, hingga pendampingan pemulangan jenazah kepada pihak keluarga,” ujarnya.

 

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan Bus ALS agar segera berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M Hasan Palembang guna membantu percepatan identifikasi korban yang belum diketahui identitasnya.

 

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan kepastian informasi serta pelayanan kemanusiaan bagi keluarga korban tragedi kecelakaan Bus ALS di Muratara. (*)

Penulis : Uci

Editor : Jaks

Berita Terkait

Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami
Sidang Perdana, Eks Kepala KCP Pos Air Sugihan Didakwa Korupsi Layanan BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan
PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah
Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta
Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi
Vonis Sama dengan Tuntutan JPU, Perantara Jual Beli 20 Gram Sabu Divonis 8,5 Tahun Penjara
Saksi Pokja Mengaku Tak Tahu Proyek Guest House UIN Dibangun Dua Tahap, Hakim: Kok Beda dengan Ketua Pokja?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:36 WIB

Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:33 WIB

Sidang Perdana, Eks Kepala KCP Pos Air Sugihan Didakwa Korupsi Layanan BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:59 WIB

Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Berita Terbaru