Coklat Dubai Ala Palembang, Ternyata Begini Buatnya

- Redaksi

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rose Gold Cake salah satu toko kue kering di Kota Palembang berinovasi membuat coklat dubai yang sedang viral akhir-akhir ini di media sosial.

“Saya memulai ini sejak dua bulan lalu, pas lagi viral-viralnya. Karena saya sendiri penasaran sampai akhirnya mencoba membuat dah menjual, ternyata alhamdulillah diterima masyarakat,” ujar Pemilik Rose Gold Cake, Priyanka Iswandari, saat dibincangi langsung, Selasa (7/1/2025).

Priyanka mengaku jika dirinya terinspirasi membuat coklat dubai agar bisa membuat orang-orang yang penasaran dengan coklat viral itu dapat dengan mudah mendapatkan dan mencicipinya tentunya dengan harga yang lebih murah.

Ia mengatakan meski harganya cukup terjangkau, coklat dubai yang ia buat tetap menggunakan bahan-bahan premium dan berkualitas karena tidak ingin membuat pelanggan kecewa dengan rasanya.

“Untuk bahannya seperti Kunafa dan pisthacio saya beli langsung dari Turki dan milk coklat dari Singapore. Kalau coklat putih dan butter beli disini,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam sehari dirinya dapat memproduksi coklat dubai sebanyak 100 pcs ukuran kecil, dan 10 pcs ukuran besar.

“Sehari bisa buat 100 pcs yang kecil, alhamdulillah selalu sold out. Kalau yang besar paling 10 pcs ya sehari, dan setiap sabtu – minggu produksinya 2 kali lipat dari hari biasa karena jual di Kambang Iwak,” ungkapnya.

Ia menyebut satu pcs coklat dubai dibandrol dengan harga Rp35 ribu untuk ukuran kecil, dan Rp200 ribu untuk yang berukuran besar.

“Kalau mau beli bisa langsung cek instagram @rosegoldcake atau via wa, kami selalu ready. Selama dua bulan ini sudah terjual lebih kurang 1000 pcs coklatnya, omset yang dihasilkan alhamdulillah puluhan juta,” tuturnya.

Selan itu, ia membagi resep dan bahan untuk membuat coklat dubai, diantaranya yakni;

1. Milk Coklat (coklat susu)

2. Pistachio

3. Coklat putih

4. Butter

5. Kunafa

6. Pewarna makanan (bahan tambahan untuk motif coklat)

Cara membuat:

Panaskan butter lalu masukkan kunafa dan disangrai menggunakan api kecil, kemudian diaduk rata hingga kering. Kemudian setelah dingin masukkan pistachio, lalu aduk kembali hingga rata.

Kemudian cairkan coklat putih, lalu dinginkan. Setelah itu, campur coklat yang telah dicairkan dan telah didinginkan ke adonan pistachio dan kunafa hingga rata.

Kemudian panaskan milk coklat, lalu siapkan cetakkan (besar dan kecil). Kemudian setelah semuanya selesai, masukkan milk coklat yang sudah cair ke dalam cetakkan, lalu ratakan.

Setelah itu, taruh coklat yang sudah dimasukkan ke cetakkan ke dalam kulkas untuk dikeraskan. Lalu setelah keras keluarkan dari kulkas, baru masukkan adonan kunafa, pistachio, dan coklat putih sebagai isi ke cetakkan.

Kemudian, lalu tutup lagi isian tersebut dengan coklat cair (milk coklat). Setelah itu, masukkan kembali ke kulkas untuk dikeraskan.

Terakhir, coklat yang sudah jadi tinggal dikemas dan siap untuk dijual ataupun dinikmati. (Tia)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung
Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim
Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret
Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen
Motor Milik Irpansyah Raib Didepan Counternya Sendiri
Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang
BI Sumsel Hadirkan Layanan Penukaran Uang di Masjid Agung Palembang pada 9–12 Maret 2026
Pria di Kertapati Palembang Tewas Ditusuk, Pelaku Masih Diburu
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:40 WIB

Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:37 WIB

Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang

Berita Terbaru