Petani di OKUS Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Polisi Pastikan Tak Ada Indikasi Tindak Pidana

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad petani dibawa ke rumah duka. Foto: polisi.

Jasad petani dibawa ke rumah duka. Foto: polisi.

SUARAPUBLIK. ID, OKU SELATAN – Seorang petani berinisial S (65), warga Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kopi setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari.

 

Korban sebelumnya diketahui tidak kembali ke rumah sejak Sabtu (18/7/2026). Setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait penemuan jasad korban, personel Polsek Buay Sandang Aji langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengevakuasi korban bersama tim medis dari Puskesmas Peninggiran.

 

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Petugas medis telah melakukan pemeriksaan luar dan tidak menemukan indikasi kekerasan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara serta keterangan para saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar I Made, Senin (20/7/2026).

 

Polisi memastikan tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

 

“Pihak keluarga juga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi maupun visum et repertum. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan Kepala Desa Sukarena,” kata I Made.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi respons cepat personel di lapangan dalam menangani laporan masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Nandang.

 

Selain itu, Nandang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghormati privasi keluarga korban yang sedang berduka.

Penulis : Uci

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polres Empat Lawang Borong Prestasi, Raih Juara III Inovasi Pelayanan Publik Reskrim Tingkat Polda Sumsel
Honda Corner Ramaikan Nyanyian Riang Gembira, Hadirkan Aktivitas Seru dan Promo Spesial
IndiHome Ultra Mesh WiFi, Solusi Internet Rumah dengan Jangkauan Lebih Luas dan Koneksi Stabil di Setiap Ruangan
SIRA dan PST Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu ke Komisi Kejaksaan RI
Empat Eks Pejabat BRI Minta Dibebaskan dalam Kasus Kredit PT BSS dan PT SAL, Klaim Hanya Jalankan Tugas
Maling Bobol Dinding Lima Rumah di Kampung Sawah, Dua Ponsel Raib Saat Pemilik Terlelap
DPO Pelaku di Jalan Opi Jakabaring Dibekuk Unit Pidum
99 Pekebun Musi Rawas Digembleng di Palembang, Siap Dongkrak Produktivitas Sawit Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Polres Empat Lawang Borong Prestasi, Raih Juara III Inovasi Pelayanan Publik Reskrim Tingkat Polda Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:23 WIB

Honda Corner Ramaikan Nyanyian Riang Gembira, Hadirkan Aktivitas Seru dan Promo Spesial

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:19 WIB

IndiHome Ultra Mesh WiFi, Solusi Internet Rumah dengan Jangkauan Lebih Luas dan Koneksi Stabil di Setiap Ruangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:42 WIB

SIRA dan PST Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu ke Komisi Kejaksaan RI

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:41 WIB

Empat Eks Pejabat BRI Minta Dibebaskan dalam Kasus Kredit PT BSS dan PT SAL, Klaim Hanya Jalankan Tugas

Berita Terbaru