Nama: Novia Nur Aisa
NIM : PO7133126051
Prodi : D3 Sanitasi
Aku dan 5 Makna yang Memberikan Arti dalam Hidupku
Menurut saya, Pancasila bukan cuma materi yang hanya dipelajari di kelas, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa D3 Sanitasi yang tinggal di Palembang, saya sering menemukan hal-hal yang sederhana yang sebenarnya berhubungan dengan nilai Pancasila. Mulai dari kehidupan kuliah, berteman, mengikuti kegiatan, sampai hobi saya yaitu menari.
Sila 1 (Ketuhanan yang Maha Esa)
Saya menerapkan sila pertama dari hal sederhana, yaitu tetap mengingat Tuhan di tengah kesibukan sebagai mahasiswa baru. Ketika lagi banyak tugas, saya tetap meluangkan waktu untuk beribadah yaitu sholat. Saya juga menghargai perbedaan cara ibadah dengan teman saya. Dari hal tersebut, saya belajar bahwa setiap orang memiliki keyakinan masing-masing dan kita juga harus saling menghargai.
Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
Saya pernah menerapkan sila kedua waktu naik LRT. Waktu itu saya lagi dalam perjalanan pulang dan kebetulan mendapatkan tempat duduk. Pas sampai di stasiun berikutnya, ada seorang nenek yang baru mau naik, sepertinya dia habis belanja karena dia membawa kantong keresek yang berisi sayur-sayuran. Kondisi LRT waktu itu lumayan ramai dan penuh, jadi nenek tersebut tidak mendapatkan tempat dan harus berdiri.
Karena melihat beliau sudah tua dan mungkin bakal capek kalau harus berdiri terus, saya akhirnya memberikan tempat duduk saya. Walaupun setelah itu saya harus berdiri sampai tujuan, saya tidak merasa keberatan karena menurut saya hal kecil seperti memberikan tempat duduk bisa sangat berarti buat orang lain. Dari kejadian itu, saya belajar untuk lebih peka sama keadaan sekitar dan tidak cuma memikirkan kenyamanan diri sendiri. Selain itu, saya juga belajar kalau membantu orang lain tidak harus menunggu diminta, tapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari.
Sila 3 (Persatuan Indonesia)
Nilai persatuan paling saya rasakan ketika mengikuti kegiatan menari. Saat latihan, saya bertemu dengan teman-teman yang mempunyai kemampuan dan karakter yang berbeda. Ada yang sudah terbiasa menari dan ada juga yang masih belajar. Walaupun berbeda, kami tetap berusaha latihan bersama dan saling membantu. Saya merasa senang ketika bisa ikut mengenalkan budaya daerah luar melalui seni tari. Dari sini saya belajar bahwa perbedaan justru bisa membuat kita saling melengkapi.
Sila 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
Saya merasakan nilai sila keempat saat kegiatan quiz kelompok yang dilakukan pada hari Selasa. Waktu itu, kami sempat memiliki jawaban yang berbeda untuk beberapa pertanyaan. Ada yang mencoba meyakinkan anggota kelompok lainnya. Kami kemudian berdiskusi dan saling menyampaikan alasan dari jawaban masing-masing sampai akhirnya menemukan jawaban yang disepakati bersama. Dari kegiatan tersebut, saya belajar bahwa perbedaan pendapat itu wajar, yang penting kita mau mendengarkan, menghargai pendapat teman, dan mengambil keputusan bersama.
Sila 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Saya menerapkan sila kelima saat mengerjakan tugas kelompok. Kami membagi tugas secara adil sesuai kemampuan masing-masing, jadi tidak cuma satu orang yang mengerjakan semuanya. Kalau ada yang kesulitan, kami juga saling membantu. Dari situ saya belajar pentingnya adil, bertanggung jawab, dan tidak mementingkan diri sendiri.
















