Category: Pagar Alam

  • BRI Cabang Pagar Alam Dirampok, Pencuri Bawa Kabur Uang Puluhan Juta

    BRI Cabang Pagar Alam Dirampok, Pencuri Bawa Kabur Uang Puluhan Juta

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Aksi perampokan terjadi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pagar Alam di Jalan Kombes H. Umar, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Pagar Alam, Jum’at (16/7/2021), sekitar pukul 12.15 WIB. Akibat perampokan tersebut, BRI Cabang Pagar Alam mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

    Aksi nekad perampok ini, sempat membuat heboh warga Pagar Alam, lantaran dalam aksinya, perampok menggunakan senjata tajam jenis parang guna menakuti para karyawan.

    Pimpinan BRI Cabang Pagar Alam, Muhammad Arief Rahardjo, membenarkan aksi perampokan tersebut. Akibatnya dari aksi itu, pelaku berhasil membawa kabur uang yang diperkirakan mencapai Rp21.045.000.

    Ia mengatakan, berdasarkan keterangan saksi saat kejadian, pelaku yang ingin merampok langsung mendekati karyawan dan meminta sejumlah uang. “Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, pelakunya diduga menggunakan senjata tajam jenis Parang, untuk menakut-nakuti para karyawan,” terangnya.

    Setelah berhasil mendapatkan uang, pelaku langsung keluar dan kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor yang sudah diparkirkan di halaman BRI dan melaju ke arah Simpang Manna.

    “Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, pelaku perampokan ini hanya satu orang. Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap dengan bantuan Polres Pagar Alam,” ucapnya. (ANA)

  • Stok Menipis, Dinas Kesehatan Mulai Batasi Vaksinasi

    Stok Menipis, Dinas Kesehatan Mulai Batasi Vaksinasi

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Antusias masyarakat Pagar Alam untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 terbilang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat, yang secara mandiri mendatangi Fasiltas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan posko vaksinasi yang sudah ditetapkan.

    Dinas Kesehatan Pagar Alam pun tak menampik hal tersebut. Antusias masyarakat di Bumi Besemah untuk melaksanakan vaksin, memang cukup tinggi sejak dimulainya vaksin bagi masyarakat umum.

    Akan tetapi, dengan keterbatasan vaksin saat ini, membuat permintaan masyarakat dan usulan beberapa instansi belum bisa terpenuhi. Sehingga, banyak yang beranggapan bahwa ada penolakan dari Dinas Kesehatan bagi masyarakat yang ingin divaksin.

    Menurut Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Pagar Alam, Suwirman, untuk saat ini merupakan bagian dari fokus kepada masyarakat yang akan mendapatkan vaksin dosis kedua.

    Pasalnya, kata Suwirman, jika dilakukan maka untuk penyuntikan dosis yang dilakukan dua kali, dikhawatirkan hanya mencukupi untuk dosis I saja. Sementara, dalam tempo 28 hari berikutnya belum bisa dipastikan suplainya untuk pemberian dosis kedua.

    “Sejauh ini respon masyarakat terhadap vaksin cukup baik, apalagi dengan adanya vaksinasi massal dari TNI-Polri. Bahkan ada yang mengusulkan untuk divaksin, tinggal masalahnya sekarang keterbatasan vaksin itu sendiri,” terang Suwirman, Jum’at (16/7/2021).

    Oleh karenanya, kata Suwirman, wajar saja jika ada yang bilang bahwa ada penolakan dari Fasyankes untuk mereka yang ingin divaksin.

    “Sebenarnya bukan menolak, hanya saja dibatasi dengan melihat ketersedian vaksin saat ini. Dan kalau itu kelompok lansia tetap kita prioritaskan karena sampai saat ini cakupannya masih sangat rendah,” terang Suwirman. (ANA)

  • Sanitasi Permukiman yang Layak Jadi Komitmen Pemkot Pagar Alam

    Sanitasi Permukiman yang Layak Jadi Komitmen Pemkot Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Pemerintah kota Pagar Alam ikut serta dalam program Strategi Sanitasi Kota Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (SSK PPSP). Keikutsertaan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, dalam meningkatkaan sektor sanitasi permukiman yang layak bagi masyarakat.

    Sekretaris Daerah Pagar Alam, Syamsul Bahri Burlian, yang berkesempatan hadir dalam acara Kick Off Meeting & Coaching Clinic 1 Pendampingan Implementasi (SSK PPSP), di Hotel Dempo Flower, Kamis (15/7/2021) memaparkan, bahwa Pemkot melalui pokja sanitasi telah menyusun dokumen SSK Pagar Alam tahun 2018-2022.

    “Untuk pendampingan penyusunan dan pemutakhiran dokumen SSK terbaru, Pemkot Pagar Alam mendapat bantuan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Selatan dan Kementerian PUPR RI,” paparnya.

    Ia mengatakan, proses ini akan menghasilkan informasi tentang kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan sanitasi berdasarkan rencana yang telah disusun sebelumnya, serta untuk membuat program kerja sanitasi tahun 2022-2026.

    “Dengan adanya acara Kick Off Meeting & Coaching Clinic 1 Pendampingan Implementasi (SSK PPSP) serta pemaparan dari narasumber, para peserta mendapatkan data ril, sehingga dapat ditindaklanjuti Pemkot untuk mewujudkan Pagar Alam maju, bebas kumuh dan sehat,” jelasnya. (ANA)

  • Princes Mahessa, Selebgram dengan Bayaran Mahal yang Kini Kurang Laku di Tanah Kelahirannya

    Princes Mahessa, Selebgram dengan Bayaran Mahal yang Kini Kurang Laku di Tanah Kelahirannya

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Netizen Sumatera Selatan tentu sudah tak asing lagi dengan nama Princes Mahessa. Selebgram asal Pagar Alam ini, tak hanya terkenal di kota kelahirannya, namun juga diseluruh penjuru Bumi Sriwijaya.

    Princes Mahessa dikenal secara luas lewat konten-konten parodi lucu, dengan pakaian khas yang sering dia upload di akun media sosialnya, seperti Instagram, Facebook, bahkan di platform Youtube.

    Berkat sejumlah karya seninya, pria kelahiran 14 Februari 1989 yang diketahui memiliki nama asli Pingky Adrian Putra itu, masuk dalam jajaran selebgram termahal di Sumatera Selatan.

    Princes Mahessa sendiri, tercatat sebagai warga Desa Pagardin Kelurahan Pagar Wangi Kecamatan Dempo Utara. Dia mengaku bahwa awalnya di tahun 2018, apa yang ia tampilkan dalam konten tersebut hanya bagian dari hobby dengan niat ingin mengangkat seni budaya Pagar Alam, yang ia anggap mulai hilang di era milenial.

    “Konten pertama yang saya buat dulu itu berdurasi kurang lebih satu menit, mengisahkan tentang seorang istri yang mempuyai suami penjudi. Pada saat itu saya berperan sebagai perempuan desa dan tak berselang berapa lama, konten itu menjadi viral. Bahkan sudah jutaan pasang mata yang menontonnya,” ungkap sosok yang akrab dipanggil Inces ini.

    Princes Mahessa, selebgram Asal Pagar Alam. (Photo: Istimewa)

    Mendapati video yang diunggahnya tersebut mendapat banyak respon positif dari masyarakat, membuat dirinya semakin bersemangat untuk berkreasi lebih banyak lagi. Terlebih, berkat dukungan dari teman-teman terdekat kalau hal tersebut bisa menjadi peluang untuk penghasilan yang lebih menjanjikan dan membuat dirinya lebih dikenal banyak orang.

    Dan benar saja, kata dia, perlahan banyak yang menghubungi dia untuk menggunakan jasanya, baik itu menghibur, MC dan semacamnya, baik di acara formal maupun non formal.

    “Panggilan itu berjalan sampai sekarang. Bahkan berasal dari luar daerah, hingfa luar provinsi,” terangnya lagi.

    Inces mengungkapkan, bahwa buah ketekunannya sebagai selebgram, dirinya pernah menjadi Brand Ambasador (BA) dengan nilai Rp50 juta dalam kurun waktu dua tahun. Bahkan, dia pernah dibayar Rp10 juta untuk sekali show, nyanyi dalam event besar seperti HUT kota dan sebagainya.

    Princes Mahessa, selebgram Asal Pagar Alam. (Photo: Istimewa)

    “Yang jelas bervariasi kalau soal tarif, bahkan adapula yang gratis jika itu acara sosial,” ungkap pemilik akun Instagram @princes_mahessa, yang jumlah followersnya sudah mencapai 24,8 ribu ini.

    Mengenai nama Princes Mahessa, dia berujar bahwa itu adalah hoki tersendiri. Di mana, nama tersebut adalah sebutan dari teman-temannya, yang pada saat itu melihat penyanyi pria, namun berpenampilan wanita di zamannya, sehingga nama itu melekat sampai sekarang.

    Tak ingin hanya sukses sebagai selebgram, dia pun sekarang tengah menekuni profesi sebagai konten kreator di platform Youtube, sebagai seorang Youtubers. Ini merupakan inisiasi dari teman-teman terdekatnya. Dia sendiri, mengaku bahwa sejatinya dia adalah orang yang gagap teknologi (Gaptek).

    “Alhamdulillah sekarang aku juga sudah punya tim sendiri dan sudah memiliki 11 ribu subcriber di channel Youtube saya (Princes Mahessa),” ungkapnya.

    Meskipun saat ini dirinya sudah bisa dikatakan sukses sebagai selebgram dan Youtuber, namun untuk minat menggunakan jasa dirinya malah minim dan bisa dikatakan tidak ada di Pagar Alam.

    Entah itu tidak terbayar karena tarif yang tergolong mahal, atau memang tidak ada support serta kurang diberdayakan. Inces mengaku kalau hal ini juga dialami oleh seniman dan musisi Pagar Alam.

    “Padahal, menurut saya, kalau soal tarif atau bayaran bukan masalah. Saya pun rela tidak dibayar asal buat tanah kelahiranku Pagar Alam,” tuturnya.

    Dirinya berharap, seiring dengan banyak munculnya selebgram dan konten kreator lain dari Pagar Alam, lebih banyak pula muncul karya seni dengan skill yang dimiliki, tanpa harus saling menjatuhkan demi persaingan yang tidak sehat.

    “Karena dengan berkarya bukan hanya ajang mencari tenar atau uang, tapi harus juga dijadikan ajang silaturahim,” tuturnya. (ANA)

  • Didominasi Ganja dan Sabu, Barang Bukti dari 24 Perkara Dimusnahkan

    Didominasi Ganja dan Sabu, Barang Bukti dari 24 Perkara Dimusnahkan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kejaksaan Negeri Pagar Alam memusnahkan sejumlah barang bukti (BB) dari 24 perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) pada periode Januari-Juni 2021. Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan menggunakan mesin gerinda.

    Pemusnahan BB yang didominasi perkara narkotika jenis ganja dan sabu tersebut, dilakukan Kajari Pagar Alam, Muhammad Zuhri, bersama Walikota Alpian Maskoni, diikuti beberapa pihak lain, seperti Pengadilan Negeri, Lapas Klas III, Badan Narkotika Nasional, serta Dinas Kesehatan di Halaman Kejari, Rabu (15/7/2021).

    Kajari Pagar Alam, Muhammad Zuhri, mengatakan, bahwa tujuan dari pemusnahan BB ini adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti penyalahgunaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

    “Banyak hal yang dikhawatirkan jika BB tersebut tidak dimusnahkan, seperti rusak, hilang atau jumlahnya berkurang,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, dari 24 perkara, 21 di antaranya tindak pidana narkotika jenis ganja dan sabu. Sedangkan tiga perkara umum yakni berupa senjata tajam (Sajam) dan senjata api rakitan.

    Menurutnya, jika melihat jumlah yang ada tindak pidana narkotika justru lebih dominan, yang indikatornya bukan menurun dari tahun ke tahun, namun justru meningkat. Tercatat, dari perkara narkotika yang ada dari Januari-Juni 2021, ada sebanyak Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP).

    “Dan saat ini barang bukti berupa fisik atau terpidananya sudah dilimpahkan ke Lapas Klas III Pagar Alam,” jelasnya.

    Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menambahkan, bahwa Pemerintah kota sangat mengapresiasi apa yang dilakukan penegak hukum dalam meMberantas segala macam bentuk tindak pidana di wilayah hukumnya.

    “Tak dipungkiri, bahwa penyalagunaan narkotika di Pagar Alam masih cukup tinggi. Sehingga perlu dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini,” imbuhnya. (ANA)

  • Vaksinasi Gratis TNI-Polri Sasar 2000 Orang Lebih Selama Tiga Hari

    Vaksinasi Gratis TNI-Polri Sasar 2000 Orang Lebih Selama Tiga Hari

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Polres Pagar Alam kembali menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal tanpa biaya alias gratis, bagi masyarakat. Vaksinasi ini dipusatkan pada lima titik Kecamatan, Rabu (14/7/2021).

    Vaksinasi massal dilakukan sebagai upaya meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh secara komunal bagi masyarakat Pagar Alam, sekaligus mendukung program pemerintah terkait akselerasi program vaksin nasional berbasis Presisi Polri menuju herd imunity di Indonesia.

    Bekerjasama dengan TNI, serta pemerintah setempat, kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan, 14-16 Juli 2021, dengan target 675 orang per hari, atau 2.025 orang selama tiga hari.

    Kapolres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara mengatakan, diprediksi tidak menutup kemungkinan apabila vaksinasi dilakukan secara massal akan menurunkan angka penyebaran COVID-19, khususnya di Pagar Alam.

    “Secara grafik bahwa angka penyebaran COVID-19 di Pagar Alam terus meningkat. Bukan tidak mungkin akan bertambah karena masih terdapat puluhan spesimen hasil tracking yang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan,” ucapnya.

    Dirinya berharap, masyarakat tidak ragu dengan vaksinasi yang dilaksanakan. Sebab, sudah dipastikan bahwa vaksin tersebut aman dan halal. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan terjadi penolakan, khususnya pada kelompok Lanjut Usia (Lansia) akibat pengaruh hoax yang beredar di berbagai media sosial.

    “Untuk meyakinkan itu, kita selalu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait vaksin ini serta tujuan dari pelaksanaanya. Yaitu tidak lain untuk melindungi masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

    Pada kesempatan vaksinasi ini, Dolly berujar, bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 180 vial vaksin merk sinovac dari Dinas Kesehatan Pagar Alam. “Jadi silahkan yang belum mendapatkan jatah vaksin untuk datang ke tempat atau titik yang sudah ditentukan,” ujarnya. (ANA)

  • Alternatif Pakan Ikan, Rumput Azolla Bisa Jadi Peluang Bisnis

    Alternatif Pakan Ikan, Rumput Azolla Bisa Jadi Peluang Bisnis

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Pagar Alam, terus berinovasi dalam pengembangan alternatif pakan ikan alami. Salah satunya ialah mengembangkan bibit Azolla.

    Kepala UPTD BBI Pagar Alam, Nurrohman, menjelaskan, program pakan alami rumput berupa Azolla, kini tengah dikembangkan lagi di BBI. Benih ini bisa dijadikan penghematan pakan ikan hingga 20 persen.

    “Ini juga bisa menjadi peluang bisnis. Budidaya rumput Azolla, bisa dilakukan di tempat tebat-tebat besar, karena nilai jualnya sangatlah baik. Untuk 1/4 kilogramnya saja, dijual Rp12.500,” jelas Nurrohman, Rabu (14/7/2021).

    Altenatif pakan untuk peternakan dan perikanan, diakui Rohman, saat ini salah satunya ialah rumput Azolla. Apalagi, untuk pengembangan bibit Azolla tergolong tidak rumit. Sebab, dalam kurun waktu dua pekan saja, rumput Azolla ini sudah menyebar.

    “Dalam kurun waktu dua Minggu saja, sudah nyebar bibit Azolla yang kita kembangkan di kolam itu. Akan tetapi, hamanya turut pula harus diperhatikan, sebisa mungkin tidak dulu di makan ikan,” bebernya.

    Tak hanya sebagai pakan ikan, kata Rohman, rumput Azolla juga dapat menjaga kualitas air kolam, menjadikan kondisi air lebih jernih dan tidak keruh. Sebab, rumput Azolla juga bisa berfungsi sebagai penyaring air.

    “Kalau kita lihat rumput Azolla, memiliki banyak manfaat baik dari sisi ekonomis, atau juga dari sisi penghematan pakan ikan. Apalagi Pagar Alam memiliki potensi besar, untuk pengembangan bibit Azolla ini,” ujarnya. (ANA)

  • GMPB Kritisi Peredaran Narkoba, BNN: Gelorakan War On Drugs

    GMPB Kritisi Peredaran Narkoba, BNN: Gelorakan War On Drugs

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam wadah Gerakan Masyarakat Pagar Alam Bersatu (GMPB), mendatangi Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Pagar Alam, Selasa (13/7/2021).

    Dalam aksinya, dengan membentangkan spanduk serta pengeras suara, massa aksi GMPB menyampaikan sejumlah atensi untuk BNN Pagar Alam, yakni untuk menyatakan sikap menolak keras peredaran narkotika, serta minuman keras (Miras) demi generasi muda yang sehat.

    “Kami dari GMPB menyatakan sikap menolak keras peredaran narkoba dan Miras, untuk generasi muda yang sehat. Maka dari itu, kami meminta kepada BNN agar dapat mendorong itu semua dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan jauh dari narkoba,” tegas Koordinator Aksi GMPB, Toni, saat berorasi.

    Menanggapi orasi yang disampaikan massa, Kepala BNN Pagar Alam, Andi Kurniawan, menyampaikan mengapresiasi dan berterimakasih. Dia menilai, aksi massa GMPB ini sebagai bentuk mengkritisi keras penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika, serta Miras di Pagar Alam.

    “Ini menandakan jika semangat war on drugs semakin bergelora di masyarakat, yang dilakukan tiap-tiap individu, keluarga, dan masyarakat yang berdomisili di RT, RW Kelurahan Bersinar (bersih narkoba). Dengan kritisnya masyarakat Insya Allah war on drugs dalam mewujudkan Desa/Kelurahan Bersinar dan tolak Miras bisa terwujud,” jelas Andi.

    Sebab, ditambahkan Andi, tanpa peran aktif dari masyarakat yang peduli, maka untuk Bersinar dan tolak Miras sulit terwujud dan kehancuran generasi diambang pintu.

    “Kita belajar dari sejarah, hancurnya generasi oleh penyalahgunaan narkotika, prekusor narkotika dan Miras. Mari terus kita gaungkan semangat war on drugs,” ujarnya. (ANA)

  • Salat Id untuk Satu RT di Pagar Alam Ditiadakan

    Salat Id untuk Satu RT di Pagar Alam Ditiadakan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Satu Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Ataung Bungsu, yakni RT 04 RW 01, tidak dapat melaksanakan Salat Id berjamaah, baik di Masjid maupun di lapangan pada hari raya Idul Adha 1442 Hijriah pada 20 Juli 2021.

    Keputusan ini merupakan bagian dari rekomendasi Polres Pagar Alam, setelah melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penyebaran COVID-19 per Kecamatan, yang disampaikan Kapolres AKBP Dolly Gumara pada rakor PAM Idul Adha di ruang rapat Besemah I Setdako Pagar Alam, Selasa (13/7/2021).

    Pasalnya, kata Kapolres, secara zona kecamatan Dempo Selatan termasuk pada level zona oranye dengan jumlah 9 orang kasus positif di dua Kelurahan, dan ada satu RT yang jumlahnya 6 orang terkonfirmasi positif terdapat di empat rumah.

    “Merujuk pada instruksi Mendagri dan edaran Menteri Agama, maka daerah ini tidak diperbolehkan melakasanakan Salat Id berjamaah, diarahkan untuk melaksanakan ibadah di rumah,” paparnya.

    Kapolres mengatakan,memang diluar dugaan bahwa Kecamatan Dempo Selatan juga termasuk banyak yang terpapar. Padahal diawal-awal pandemi daerah tersebut termasuk minim penyebaran kasus COVID-19.

    “Tapi tidak dipungkiri, karena Kecamatan ini merupakan perbatasan dengan Kabupaten Lahat yang sempat zona merah. Sementara mobilitas masyarakat cukup padat terutama pasca Idul Fitri,” ucapnya.

    Kapolres menyebutkan, secara global Pagar Alam memang ditetapkan sebagai zona oranye dengan total sudah 314 orang yang positif COVID-19. Namun jika dihitung per kecamatan jumlah sebaran COVID-19 rata-rata masih zona kuning.

    Ia merincikan, dari total kasus yang ada saat ini di Kecamatan Pagar Alam Utara masih ada 17 kasus positif di 8 RT 6 Kelurahan (Zona Kuning), 13 orang di Kecamatan  Pagar Alam Selatan 6 RT 5 Kelurahan (zona kuning), 2 orang di Kecamatan Dempo Utara di 2 RT 1 Kelurahan (zona kuning) dan Dempo Tengah masih ada 1 orang di 1 RT 1 Kelurahan (zona kuning).

    “Dan jumlah ini di prediksi masih akan terus bertambah, karena masih ada puluhan spesimen yang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan,” jelasnya. (ANA)

  • Kasus COVID-19 Melonjak, Polres Pagar Alam Sampaikan Rekomendasi Pelaksanaan Salat Id

    Kasus COVID-19 Melonjak, Polres Pagar Alam Sampaikan Rekomendasi Pelaksanaan Salat Id

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Polres Pagar Alam menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi, jelang pelaksanaan hari raya Idul Adha 1442 Hijriah dan pemotongan hewan kurban pada 20 Juli 2021.

    Rekomendasi ini berdasarkan analisa dan evaluasi (Anev) Polres Pagar Alam, terhadap perkembangan kasus COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir.

    Rekomendasi tersebut dipaparkan Kapolres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara, dalam Rakor PAM Idul Adha 1442 Hijriah di ruang rapat Besemah I Setdako Pagar Alam, Selasa (13/7/2021).

    Hal ini dilakukan, kata Kapolres, untuk memberikan pemahaman dan pengaturan pengamanan pelaksanaan ibadah pada saat Id Idul Adha di tengah pandemi COVID-19.

    Yang sudah sangat membahayakan dan sebagaimana instruksi Mendagri untuk level daerah yang statusnya oranye, kegiatan ibadah berjamaah ditiadakan sementara waktu sampai benar-benar situasinya aman.

    “Kita berharap hal ini jangan disalahartikan, bahwa rumah ibadah ditutup atau dilarang, namun lebih diarahkan untuk dilaksanakan di rumah bersama keluarga,” terang Dolly.

    Atau, lanjut Dolly, kalaupun harus dilakukan di Masjid, maka benar-benar harus diperhatikan penerapan protokol kesehatannya, dan merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama bahwa pada perayaan Idul Adha 1442 ini salat Id di lapangan ditiadakan begitu juga halnya dengan takbir keliling.

    “Begitu juga halnya dengan penyembelihan hewan kurban, untuk diarahkan di rumah potong hewan, termasuk dengan pembagiannya,” paparnya.

    Kapolres menegaskan, melihat jumlah sebaran COVID-19 saat ini, dan berkaca pada pelaksanaan Idul Fitri lalu, maka  ada beberapa rekomendasi yang harus jadi perhatian bersama.

    Di antaranya adalah harus ada Surat Edaran (SE) bersama tentang pengaturan salat Idul Adha sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 19 tahun 2021 dan edaran Menteri Agama nomor 17 tahun 2021.

    “Selain itu, pengetatan aktivitas berwisata dan aktivitas jual beli di rumah makan, warung, cafe dan sebagainya sejak 17-20 Juli 2021,” terangnya.

    Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menambahkan, jika melihat jumlah penambahan COVID-19 saat ini begitu juga dengan angka kematian yang terus bertambah, maka tidak bisa lagi setengah-setengah dalam penanganannya.

    “Apalagi lonjakan kasus ini terjadi pasca Idul Fitri, sehingga jangan sampai ada lagi kluster baru yang muncul usai hari raya Idul Adha, terlebih dengan sudah munculnya beberapa virus varian baru saat ini,” imbuhnya. (ANA)

  • Ekonomi Bertumpu pada Pertanian, Pemkot Bangun 31 Jalan Usaha Tani Tahun Ini

    Ekonomi Bertumpu pada Pertanian, Pemkot Bangun 31 Jalan Usaha Tani Tahun Ini

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Jalan usaha tani, atau jalan pertanian yang menjadi prasarana transportasi pada kawasan pertanian, memiliki peran yang sangat penting. Jalan yang memadai merupakan infrastruktur yang diharapakan para petani, terutama di Pagar Alam, sangat bertumpu pada sektor pertanian.

    Diakui Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson, bahwa sejauh ini untuk pembangunan akses jalan usaha tani, belum sepenuhnya meng-cover areal pertanian atau perkebunan di wilayah Pagar Alam.

    Kendati demikian, Pemerintah kota melalui Dinas Pertanian mengupayakan pembangunannya secara bertahap. Seperti tahun ini, jika tak ada hambatan akan dibangun sebanyak 31 titik lokasi didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    “Dua lokasi di antaranya, dianggarkan melalui APBD Perubahan,” terangnya, Senin (12/7/2021).

    Dia juga menyebutkan, akses jalan usaha tani bisa untuk menghubungkan areal persawahan ataupun perkebunan kopi para petani.

    “Harapan kita, dengan adanya jalan usaha tani bisa memudahkan petani dalam hal pengangkutan hasil petanian atau kopi,” katanya.

    Ia tak menampik, kondisi akses jalan usaha tani di wilayah Pagar Alam masih berupa tanah. Belum lagi medannya yang sulit ditempuh. Oleh karenanya, untuk pembangunan jalan usaha tani tetap diupayakan secara bertahap.

    “Seperti tahun ini, suntikan APBD namun usulannya melalui serapan aspirasi anggota dewan,” ungkapnya. (ANA)

  • Kasus COVID-19 Masih Fluktuatif, Sekolah di Pagar Alam Sudah Memulai PTM

    Kasus COVID-19 Masih Fluktuatif, Sekolah di Pagar Alam Sudah Memulai PTM

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Di tengah penyebaran kasus virus corona (COVID-19) yang masih fluktuatif, Dinas Pendidikan Pagar Alam, telah memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021-2022. PTM di Bumi Besemah sudah dimulai sejak hari ini, Senin (12/7/2021).

    Dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Pagar Alam, Ardiansyah, bahwa PTM sudah dilaksanakan oleh berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SLTP. Semuanya sudah melaksanakan PTM.

    “Akan tetapi, PTM ini dilaksanakan secara terbatas yang secara teknis diatur oleh Kasi Kurikulum dan pihak sekolah masing-masing,” kata Ardiansyah.

    Dasar pelaksanaanya, terang Ardiansyah, adalah mengacu kepada SKB empat Menteri tentang pelaksanaan PTM di tengah pandemi COVID-19. Artinya, ada hal-hal yang menjadi perhatian serius pihak sekolah yakni tentang protokol kesehatan.

    Ardiansyah menjelaskan, PTM terbatas, dalam hal ini bisa jadi dengan membagi kapasitas siswa. Misalnya, jika sebagian ada yang PTM di sekolah, maka sebagian lagi belajar secara daring atau dalam jaringan.

    “Atau bisa juga, jam belajarnya yang diatur, sehingga siswa yang hadir bisa bergantian masuk ke dalam ruangan kelas agar tidak terlalu banyak jumlahnya,” terangnya.

    Pasalnya, kata Ardi, meskipun sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, namun tidak menjamin bahwa siswa tersebut akan menjalankannya diluar lingkungan sekolah, baik itu saat datang maupun saat pulang.

    “Ini akan kita lihat dulu dalam beberapa hari kedepan. Jika kondisinya memang tidak memungkinkan, maka bukan tidak mungkin PTM akan kita tiadakan dan kembali ke sistem daring,” ucapnya.

    Ia tak menampik, jika beberapa pekan belakangan, kasus COVID-19 di Pagar Alam semakin meningkat. Dan tidak dipungkiri pula, bahwa keinginan siswa dan orangtua banyak yang menginginkan PTM. Yang masih ragu dengan PTM pun juga masih ada, sehingga lebih memilih sistem daring atau belajar dari rumah.

    “Untuk itulah setiap siswa yang melaksanakan PTM ini juga harus mendapatkan surat izin berupa persetujuan dari orangtua. Apalagi bagi mereka yang tercatat sebagai peserta didik baru,” jelasnya. (ANA)

  • Nahas, Pengedar Sabu Tertangkap saat Tunggu Pembeli

    Nahas, Pengedar Sabu Tertangkap saat Tunggu Pembeli

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Satuan Res Narkoba Polres Pagar Alam, berhasil menggagalkan tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya. Adapun pelaku yang diamankan adalah Deni Sabrani (42), seorang pengedar narkotika jenis sabu.

    Deni ditangkap petugas ketika sedang duduk di pinggir jalan, saat tengah menunggu calon pembeli di kawasan tempat dia tinggal, di Tebat Baru Ilir Kelurahan Tebat Giri Indah Kecamatan Pagar Alam Selatan, Pagar Alam, Rabu (7/7/2021), sekira pukul 11.00 WIB.

    Kapolres AKBP Dolly Gumara didampingi Kasat Narkoba Iptu Faizal Kamil mengatakan, tersangkat berhasil tertangkap berdasarkan laporan masyarakat, bahwa yang bersangkutan sering melakukan transaksin narkoba di wilayah tersebut.

    “Mendapati laporan ini, Sat Res Narkoba pun melakukan penyelidikan dan pengembangan hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan,” kata Dolly, Senin (12/7/2021).

    Saat diamankan, petugas turut mendapati Barang bukti berupa dua paket sabu seberat 1.07 gram, yang ditemukan digenggaman tangan kirinya. Tersangka pun mengakui, bahwa dirinya sedang menunggu sesorang yang berniat akan membeli barang haram tersebut.

    “Tersangka berikut barang bukti yang ditemukan sudah kita amankan di Mapolres Pagar Alam untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. (ANA)

  • Kasus Corona Terus Bertambah, Masyarakat Pagar Alam Abaikan Prokes

    Kasus Corona Terus Bertambah, Masyarakat Pagar Alam Abaikan Prokes

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Penambahan jumlah orang terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Pagar Alam terus mengalami peningkatan beberapa hari terakhir. Begitupun halnya dengan kasus meninggal dunia (suspect).

    Data yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam, bahwa hari ini, Sabtu (10/7/21), kasus terkonfirmasi positif bertambah 8 orang, dan 3 orang (Suspect) dinyatakan meninggal dunia.

    “Penambahan ini mayoritas hasil tracking daripada kasus positif yang ada sebelumnya,” terang Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam Syamsul Bahri Burlian.

    Dirinya mengatakan, bahwa saat ini tercatat sudah sebanyak 314 orang warga Pagar Alam yang terkonfirmasi positif, 248 dinyatakan selesai pemantauan (sembuh), 14 orang meninggal dunia dan 52 orang lainnya, masih dalam proses pemantauan yang terdiri dari 47 orang isolasi mandiri, 4 orang di isolasi di RSUD Besemah, dan 1 orang di isolasi di ODP center.

    “Untuk zona, sampai saat ini masih orange,” ucapnya.

    Menyikapi makin meningkatnya kasus covid-19 di Kota Pagar Alam saat ini. Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Dolly Gumara SIk menambahkan, bahwa berdasarkan Operasi Yustisi yang setiap hari digelar Polres Pagar Alam bersama instansi terkait, masih banyak ditemukan aktivitas masyarakat di luar rumah, terutama di pusat keramaian. Seperti pasar Dempo Permai, Terminal Nendagung, tempat hajatan, tempat ibadah, dan tempat wisata, masih terpantau ramai dan tidak mematuhi Prokes Covid-19.

    Selain kesadaran memakai masker yang sangat rendah di masyarakat, Kapolres menilai mobilitas masyarakat yang masih tinggi membuat gelombang serangan virus Corona masih menjadi ancaman berbahaya di masyarakat. 

    “Diperkirakan penambahan pasien Covid-19 akan terus bertambah, mengingat proses tracking dan testing akan terus dilakukan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya,” imbuhnya.

    Pasalnya, kata Kapolres, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/ 413/2020, tentang pedoman, pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk tracking dan testing akan dilakukan kepada orang yang kontak erat dengan suspek covid 19 minimal 15 menit dan kontak di bawah 1 meter.

    “Sehingga sebagai antisipasi mengurangi penyebaran, Polres Pagar Alam terus melakukan penindakkan disipilin sesuai dengan Perwako nomor 30 tahun 2020,” tegasnya.

    Dan untuk memastikan pelaksanaan prokes di tempat hajatan, tempat ibadah dan tempat wisata berjalan dengan baik dan memenuhi ketentuan maksimal 50 persen kapasitas, Polres sudah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan prokes bersama instansi terkait. Bahkan tidak akan segan menindak apabila tidak mematuh prokes dengan baik. (Dhd)

  • Berprestasi hingga Tingkat Nasional, Produk Kopi Pagar Alam Belum Bersertifikat Halal

    Berprestasi hingga Tingkat Nasional, Produk Kopi Pagar Alam Belum Bersertifikat Halal

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Meskipun sudah berprestasi dalam event nasional, namun produk kopi milik KSM ataupun petani kopi di Pagar Alam ternyata masih perlu nilai tambah. Seperti sertifikasi halal. Bahkan untuk diketahui, sejumlah produk termasuk kopi bisa juga memiliki label SNI untuk mendongkrak nilai jualnya.

    TA Monitoring dan Evaluasi KMW Sumsel, M Hatta meniIai bahwa kopi Pagar Alam  tidak kalah saing dengan daerah lain dari sisi kualitasnya. Sebab, ada kopi asal Pagar Alam justru sudah bermain bahkan berprestasi di ajang iven nasional. Seperti produk Kopi dari Dusun Rempasai, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan.

    “Untuk itu kita minta kepada pemerintah kota Pagar Alam, produk-produk kopi di Kota Pagar Alam bisa didukung agar bisa bersaing lagi. Tentunya dengan cara kolaborasi dengan sejumlah satker terkait. Semisal untuk difasilitasi pembuatan sertifikasi halalnya paling tidak,” singgung dia di sela kegiatan peletakan batu pertama Rumah Produksi Kopi di Dusun Rempasai, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, belum lama ini.

    Ia mengatakan, Produk kopi asal Kota Pagar Alam yang sudah dikenal di level nasional ini bisa membangun kepercayaan publik. Bahwa kopi Paga Alam juga berkualitas baik dan tak kalah bersaing dengan daerah penghasil kopi di Nusantara. Sebut saja Kopi Gayo dari Aceh, atau kopi dari Medan dan daerah lainnnya.

    “Ini adalah prestasi dan kelebihan dari Kopi Pagaralam yang sudah ikut di iven-iven nasional,” katanya.

    Dengan adanya sertifikasi halal ini, tidak semata membangun kepercayaan publik terhadap kualitas produk kopinya. Namun juga, sisi lain berimbas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat bahkan dampak sosial.

    Sementara Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Pagar Alam, David Kenedy tak menampik jika produk kopi kemasan di Kota Pagar Alam tak sedikit dipasarkan. Hanya saja ada beberapa saja yang kemasannya sudah memiliki label sertifikasi halal dari MUI.

    “Ya, kita akan support kemasan produk kopi di Pagar Alam bisa memiliki sertifikasi halal sekalipun label SNI-nya. Akan kita pelajari apa saja syarat yang diperlukan dan kita koordinasikan dengan pihak terkait. Yang sejauh ini pihak dinas telah memfasilitasi sarananya, dalam hal ini rumah produksi kopi bagi petani ataupun KSM kopi,” ucapnya.

    Sementara, Efriansyah, owner Kopi Rempasai menabahkan, bahwa kopi yang diolahnya sempat mengikuti iven kopi nasional KKSI ke XII tahun 2020, dengan memperlombakan kategori greenbin dengan membawa nama Kopi Pagar Alam.

    “Alhamdulillah, dalam iven tersebut greenbin Pagaralam menorehkan prestasi,” jelasnya. (ANA)

  • Permudah Jangkau Masyarakat, Penyuluh KB Dapat Bantuan 8 Unit Motor

    Permudah Jangkau Masyarakat, Penyuluh KB Dapat Bantuan 8 Unit Motor

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pagar Alam, menerima bantuan dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI berupa kendaraan roda dua (R2) atau sepeda motor.

    Bantuan yang diperuntukan untuk antar akseptor KB ini, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, kepada petugas KB di lima Kecamatan, saat memimpin Apel di DP2KBP3 Pagar Alam, Kamis (7/7/2021).

    Menurut Alpian, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi para penyuluh KB dalam melaksanakan tugas lapangan, dengan kendaraan roda dua mudah menjangkau masyarakat, yang masih jaih dari pusat kota.

    “Besar harapan saya agar bantuan ini, bisa dimanfaatkan secara baik sebagaimana mestinya. Bantuan ini akan mempermudah penyuluh KB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Kepala DP2KBP3 Pagar Alam, Paber Napitupulu, menambahkan bahwa bantuan sepeda motor yang diterima dari BKKBN RI adalah sebanyak delapan unit. Nantinya ini akan digunakan penyuluh KB.

    “Dengan bantuan ini setidaknya dapat terus memenuhi dan melengkapi berbagai kebutuhan, dalam peningkatan pelayanan KB di masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Pagar Alam yang sehat dan sejahtera,” imbuhnya. (ANA)

  • Pagar Alam Ikut Berlakukan PPKM Mikro, Perketat Prokes COVID-19

    Pagar Alam Ikut Berlakukan PPKM Mikro, Perketat Prokes COVID-19

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Pandemi COVID-19 hingga kini belum kunjung berakhir. Bahkan, di sejumlah daerah kini telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara darurat maupun mikro.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, tak hentinya terus menyampaikan kepada seluruh masyarakat, untuk dapat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

    “Soal COVID-19 di daerah Jawa dan Bali, telah dilakukan PPKM darurat. Untuk di Pagar Alam diberlakukan PPKM Mikro, akan tetapi diperketat,” ungkapnya, Kamis (7/7/2021).

    Pagar Alam sendiri sejatinya tidak termasuk dalam 43 Kabupaten/kota yang diharuskan melakukan penerapan PPKM. Di Sumsel, hanya ada dua daerah yang diharuskan, yakni kota Palembang dan Lubuk Linggau.

    Berkaitan dengan hal itu, Alpian, dirinya meminta kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Pagar Alam, diminta untuk terus menyuarakan kepada masyarakat, untuk taat pada Prokes COVID-19.

    “Belum lama ini, saya telah menandatangani imbauan, saya minta semua kita untuk membaca imbauan tersebut, serta menyampaikan kepada masyarakat. Sehingga imbauan itu dapat dilaksanakan di lingkungan Pemkot Pagar Alam,” tegasnya. (ANA)

  • Walikota Prihatin, Warga Pagar Alam Masih Jemur Kopi di Badan Jalan

    Walikota Prihatin, Warga Pagar Alam Masih Jemur Kopi di Badan Jalan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Masih banyaknya masyarakat yang menjemur biji kopi di badan jalan, turut mengundang keprihatinan Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni. Pasalnya, selain dapat membahayakan para pengguna jalan, kualitas kopi pun dapat menurun.

    “Saat ini kita tengah berupaya meningkatkan kualitas kopi. Jadi kita minta bantuan kepada tokoh masyarakat, agar dapat menyampaikan kepada warga, untuk tidak menjemur buah kopi di badan jalan,” ujar Alpian, saat menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Kopi di Dusun Rempasai, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, kemarin.

    Dikatakan Alpian, bila masih ada masyarakat yang menjemur buah kopi di badan jalan, tentu sangat disayangkan bagi penggiat kopi premium, karena rusak oleh hal demikian.

    “Ada anggapan, jika kopi Pagar Alam masih tergeletak di tengah jalan, diinjak mobil, untuk itu mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas. Jika perlu Camat bisa membuat sanksi, bagi warga yang masih menjemur kopi di badan jalan,” serunya.

    Ia menambahkan, bahwa adanya pembangunan Rumah Produksi Kopi dan Solar Dry di Dusun Rempasai, tentu patut untuk disyukuri, karena Pagar Alam mungkin salah satu daerah yang kerap mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

    Sementara itu, Camat Dempo Selatan Suterimawati menyatakan, jika pihaknya akan menggelar rapat, bersama Lurah dan Ketua RW maupun Ketua RT, dengan agenda membahas masalah penjemuran buah kopi di badan jalan.

    “Menindaklanjuti arahan disampaikan Walikota, kita akan mengadakan rapat bersama perangkat Kelurahan. Kalau memang warga masih bersikeras, maka terpaksa harus diberikan sanksi. Tapi terpenting kita tetap kedepankan langkah persuasif, dengan pemberitahuan, peringatan dan teguran terlebih dahulu,” terangnya. (ANA)

  • API Award Punya Efek Domino untuk Megalitik Besemah, ASN Harus Berperan Aktif

    API Award Punya Efek Domino untuk Megalitik Besemah, ASN Harus Berperan Aktif

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Pemerintah Kota Pagar Alam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), terus berupaya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan dukungan kepada situs sejarah daerah, yakni Megalitik Besemah, dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) award 2021.

    Pasalnya, untuk keluar sebagai pemenang menjadi situs sejarah terpopuler dalam ajang ini, Megalitik Besemah Pagar Alam harus bersaing dengan sejumlah situs sejarah dari berbagai daerah.

    Antara lain, Benteng Kraton Wollio (Baubau), Candi Ijo (Kabupaten Sleman), Istana Mini Banda Nairah (Kabupaten Maluku Utara), Megalitik Batu Brak (Kabupaten Lampung Barat), Museum Buya Hamka (Kabupaten Agam), Situs Gajah Mada (Kabupaten Raijua), Taman Arkeolog Onrust (Kabupaten Kepulauan Riau), Taman Nurmada (Kota Mataram) dan Tundrunbaho (Kabupaten Nias Selatan), untuk kategori situs sejarah.

    Untuk itu juga, Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni, mengimbau melalui surat edaran nomor 681/420/Disdikbud/2021 agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kota, juga berperan aktif memberikan dukungan melalui SMS sebanyak-banyaknya.

    Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Pagar Alam, Jemmiyo Siswanto pun tak menampik, jika upaya mendukung hal tersebut, surat edaran Walikota langsung diteruskan ke sejumlah SKPD, bahkan ke sekolah-sekolah di Kota Pagar Alam.

    “Untuk imbauan juga kita sampaikan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube dan semacamnya,” terang Jemmiyo.

    Pasalnya, kata dia, periode pemungutan suara (voting periode) sudah dimulai pada 1 Juli sampai 31 Oktober 2021 mendatang melalui akun Instagram @Ayojalanijalanindonesia, channel Youtube APIaward atau melalui SMS Premium dengan cara memilih sesuai Keyword. Contohnya Pulau Osi, Ketik API 9E ke Nomor 99386 yang berlaku untuk semua operator.

    “Sementara untuk Megalitik Besemah keywordnya adalah ketia API 12E kirim ke 99386,” seru Jemmiyo.

    Dia berharap, Megalitik Besemah ini akan menyusul kesuksesan Kampung Adat Terpopuler pada API tahun 2021, karena sebagai destinasi wisata, akan membuat Pagar Alam lebih dikenal secara nasional dan banyak mengundang kunjungan wisatawan, terutama ke situs-situs megalit yang ada di Pagar Alam.

    Karena tak dipungkiri, sebagai kota wisata, Pagar Alam memang dikenal dengan situs megalit nya dengan jenis seperti Dolmen, Arca, Rumah Batu, Meja Batu, Bati Berelif,Lupang Batu, Lesung Batu, batu berformasi atau batu gelang dan lain-lain.

    “Tercatat ada sebanyak 46 situs megalit yang terdata saat ini di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam,” jelasnya. (ANA)

  • Komitmen Sejahterakan Petani, Kementerian PUPR Bangun Tiga Rumah Produksi Kopi di Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Pemerintah kota Pagar Alam kembali mendapat bantuan rumah produksi kopi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang bertempat di Dusun Rempasai, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Rabu (7/7/2021).

    Realisasi bantuan yang disalurkan Kementerian PUPR tersebut, sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan Pemerintah kota Pagar Alam dalam mendukung pogram pemberdayaan masyarakat.

    Pantauan di lapangan, Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni secara simbolis melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah produksi bagi petani kopi setempat.

    Alpian Maskoni mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian dan dukungan pihak Kementrian PUPR melalui Balai Prasarana dan Permukiman wilayah Sumsel dan juga Dinas Perkimtan Kota Pagar Alam serta Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang turut berperan dalam kegiatan program ini.

    Ia mengatakan, sejauh ini Pemkot Pagar Alam komitmen mensejahterahkan petani dengan program sejuta stek kopi di lima Kecamatan.

    “Dari Pemerintah kota Pagar Alam bagaimana berupaya agar kopi petani produksi panennya lebih banyak. Ya itu tadi melalui stek kopi. Dan tahun ini telah masuk tahun ketiga,” katanya.

    Alpian juga bangga dengan kopi Pagar Alam yang sudah banyak yang bermerek dengan kemasan yang bagus. Salah satunya kopi di Dusun Rempasai ini.

    “Bahkan, saya juga mendapat kiriman foto dari Bapak Susno, bahwa kopi kita ada dipajang di luar negeri,” ujar Alpian.

    Dirinya menegaskan, sebagai bentuk dukungan lain dari Pemerintah kota Pagar Alam terhadap rumah produksi ini, dirinya menjanjikan akan membantu peralatan seperti musim kopi.

    Ditambahkan M Hatta, TA Monitoring dan Evaluasi KMW Sumsel Kementerian PUPR menyampaikan, dirinya mengapresiasi program pembangunan rumah produksi kopi berlanjut di Kota Pagar Alam, yang tahun ini langsung dibangun di tiga lokasi.

    “Program ini berkelanjutan karena pemerintah kota ada komitmen mendukung kegiatan ini. Karena tidak semua daerah mendapat bantuan PPMK (Program Pemberdayaan Masyarakat),” katanya.

    Sementara, Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Kota Pagar Alam , David Kenedi  mengatakan, jika program ini dari Kementrian PUPR dan tersebar di tiga lokasi akan dibangun rumah produksi Kopi.

    “Selain di Rempasai Kecamatan Dempo Selatan, juga di Kecamatan Dempo Utara di Gunung Agung dan Muara Siban Lawangan. Masing masing rumah produksi ini dilengkapi dengan solardray (rumah penjemuran kopi) yang mana KSM penerima mendapat bantuan pembangunan senilai Rp1 miliar,” jelasnya. (ANA)

  • Penyebab Pagar Alam Belum Laksanakan Vaksinasi Anak

    Penyebab Pagar Alam Belum Laksanakan Vaksinasi Anak

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dinas Kesehatan Pagar Alam belum mendapat petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) terkait pelaksanaan vaksinasi virus corona (COVID-19) bagi anak-anak berusia 12-17 tahun.

    Sebagaimana diketahui, bahwa pelaksanaan suntik vaksin COVID-19 anak berusia 12-17 tahun dilaksanakan setelah keluarnya izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

    “Memang di beberapa daerah sudah ada yang melaksanakan vaksin bagi anak usia 12-17 tahun, namun untuk Pagar Alam belum ada petunjuk dari pemerintah provinsi,” terang Kabid Pengendalian Penyakti Menular (P2M) Dinas Kesehatan Pagar Alam, Suwirman, Rabu (7/7/2021).

    Apalagi, kata Suwirman, dengan ketersedian vaksin yang masih sangat terbatas saat ini, Dinas Kesehatan masih fokus pada tiga kelompok sasaran yakni, Tenaga Kesehatan (Nakes), Pelayanan Publik, serta kelompok Lanjut Usia (Lansia).

    “Bahkan sudah berangsur dibuka untuk umum sejak kegiatan vaksinasi massal HUT Bhayangkara kemarin,” jelasnya.

    Sebelumnya, Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pagar Alam, Poppy Mardiana, merilis secara total cakupan vaksinasi yang dimulai sejak awal Februari hingga Akhir Juni 2021, sudah sebanyak 23.089 orang masyarakat dari tiga kelompok sasaran yakni Tenaga Kesehatan, Pelayanan Publik dan Lanjut Usia yang sudah disuntik baik itu Dosis I maupun Dosis II.

    Dari jumlah tersebut, 9899 orang (42,87 persen) sudah menerima  vaksis dosis I dan 5501 orang (23,83 persen) yang menerima vaksin dosis II, dan cakupan tertinggi didominasi oleh Tenaga Kesehatan dengam total 1151 orang, 1032 (89,66 persen) sudah di vaksin dosis II dan 965 orang (83,84 persen) dosis II.

    Sedangkan untuk pelayanan publik, yang meliputi ASN, TNI, Polisi, tenaga pendidik, BUMD, dan lain-lain dengan sasaran sebanyak 7.430 orang dengan cakupan yang sudah disuntik dosis 1 sebanyak 5.238 orang atau 70,50 persen dan cakupan dosis 2 sebanyak 2.694 orang atau 36,26 persen.

    Sementara untuk Lansia, dengan sasaran sebanyak 14.508 orang dengan cakupan vaksinasi dosis 1 baru mencapai sebanyak 2.725 orang atau 13,27 persen, dan dosis 2 sebanyak 942 orang atau 6,49 persen.

    “Jumlah dan persentase ini bisa berubah setiap saat, seiring pelaksanaan vaksinasi yang masih berlangsung di sejumlah fasyankes dan posko vaksinasi,” imbuhnya. (ANA)

  • Stok Ikan di Pagar Alam Melimpah, Pembelinya Justru Sepi

    Stok Ikan di Pagar Alam Melimpah, Pembelinya Justru Sepi

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Ketua Komisi II DPRD Pagar Alam, Olivia Arifin menyebut, jika pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui. Sebab, hal ini harus menyesuaikan perkembangan regulasi yang terus berubah.

    Demikian dikatakan Olivia, saat membacakan laporan Komisi II DPRD Pagar Alam, terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022 belum lama ini.

    “Pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui, karena perkembangan regulasi yang terus berubah. Diperlukan Perda (Peraturan Daerah) untuk memayungi kerja pengelolaan cadangan pangan, terutama yang berkaitan dengan pihak ketiga, yaitu Bulog dan pengelolaan bersama masyarakat,” ungkapnya.

    Selain itu, menurut Olivia, jika saat ini stok bibit ikan di Balai Benih Ikan (BBI) cukup banyak. Sayangnya, stok yang banyak ini tidak diiringi dengan daya serap pembeli yang sangat sedikit. Sehingga diperlukan informasi yang menyebar, bahwa ketersediaan bibit ikan tersedia di BBI.

    Menanggapi hal ini, Kepala UPTD BBI Kota Pagar Alam Nurrohman menuturkan, jika permasalahan saat ini, yang menyangkut minimnya daya serap pembeli benih ikan, kemungkinan karena aktivitas masyarakat.

    Di mana, saat ini masyarakat Pagar Alam selaku petani kopi, masih tengah disibukkan dengan kegiatan panen di kebun. Secara otomatis aktivitasnya, masih banyak terfokus di kebun.

    “Kalau kita lihat, masih minimnya daya serap pembeli, yang cendrung sedikit terhadap pembelian benih ikan di BBI, karena faktor musim panen kopi, menjadikan aktivitas banyak terfokus di kebun,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).

    Diakui Rohman, bila melihat ke belakang, pada Januari hingga April 2021, penjualan benih ikan di BBI masih tergolong stabil. Sedangkan memasuki Juni hingga Juli 2021 ini sedikit tersendat.

    “Kalau di Januari-April, penjualan benih ikan di BBI masih stabil. Kita masih bisa menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pagar Alam. Untuk Juni-Juli kita akui sedikit tersendat, yang menjadikan daya serap pembeli sangat sedikit,” serunya.

    Sedangkan untuk sosialisasi dan informasi ke masayarakat, sambung Rohman, pihaknya secara rutin menyampaikan informasi, dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya, bahwa kondisi stok benih ikan di BBI cukup melimpah.

    “Kita berharap daya serap dan minat pembeli, untuk membeli benih ikan di BBI dapat meningkat. Tentunya, seiring pula dengan peningkatan perekonomian masyarakat, terlebih seiring dengan musim panen yang tengah berlangsung,” harapnya. (ANA)

  • Stok Tabung Oksigen di Pagar Alam Masih Aman

    Stok Tabung Oksigen di Pagar Alam Masih Aman

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Upaya pencegahan penambahan kasus virus corona (COVID-19) di Pagar Alam terus dilakukan. Selain memberlakukan pembatasan terhadap kegiatan masyarakat, Polres Pagar Alam pun melakukan kordinasi terkait kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah dalam mengantisipasi lonjakan kasua terkonfirmasi positif COVID-19.

    Menurut Kasi Humas Polres Pagar Alam, AKP Wempy Kayadu, bahwa saat ini RSUD Besemah sudah melakukan penambahan ruang atau kamar perawatan bagi pasien COVID-19 dari yang sebelumnya tersedia 26 ruangan kini sudah menjadi 37 ruangan.

    Wempy mengatakan, sementara saat ini ada 15 kamar yang terisi dan tersisa 22 kamar dengan persentase keterisian tempat tidur isolasi dan intensif atau bed occupancy rate (BOR) 41,6 persen.

    “Karena saat ini penanganan kasus COVID-19 di Pagar Alam difokuskan di RSUD Besemah,” jelas Wempy.

    Sementara Dirut RSUD Besemah Kota Pagar Alam dr. Ferdinand mengungkapkan, untuk ketersediaan tabung oksigen menangani pasien COVID-19 di RSUD Besemah hingga saat ini masih aman dan mencukupi. Bahkan tersedia juga di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) seperti Puskesmas dan Pustu.

    “Saat ini belum ada keluhan seperti kelangkaan menganai oksigen baik oksigen liquid maulun oksigen dalam tabung di RSUD Besemah,” imbuhnya. (ANA)

  • Jelang Idul Adha, Harga Tomat Naik Lebih dari 100 Persen

    Jelang Idul Adha, Harga Tomat Naik Lebih dari 100 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Harga sejumlah komoditi sayuran di Pagar Alam, naik secara signifikan jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. Lonjakan harga yang paling terasa ialah Tomat, yang pada saat ini mencapai Rp10 ribu per kilogram.

    Menurut Mbah Gin, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Terminal Nendagung Pagar Alam, sebelum menyentuh angka Rp10 ribu, harga Tomat hanya berkisar Rp3-4 ribu per kilogram. Artinya, harga Tomat mengalami lonjakan lebih dari 100 persen.

    Lonjakan harga ini pun, diakui sebagai imbas dari petani sayuran yang tidak terlalu banyak mendapatkan hasil panennya. Di mana pada masa sekarang, sedang masa paden kopi dan padi.

    “Sekarang ini, harga jual sayuran memang lagi tinggi, seperti harga jual Tomat, yang telah tembus diharga Rp10 ribu per kilogram. Ini terjadi lantaran petani Pagar Alam, saat ini tengah panen kopi dan padi, sehingga untuk sayuran sedikit berkurang,” ucap Mbah Gin, Selasa (7/6/2021).

    Naiknya, harga komoditi sayuran ini, ternyata juga turut berimbas, terhadap pelaku usaha rumahan, seperti halnya pedagangan risol, yang sementara waktu harus menghentikan pembuatan, karena tidak kuat dengan ongkos produksi.

    “Biasanya, saya setiap hari menjual risol. Saat ini, untuk sementara waktu terpaksa harus menghentikan pembuatan dan penjualan risol. Karena, tidak ketutupan dengan modal yang harus dikeluarkan,” ujar Peti, salah seorang pelaku usaha pembuatan risol.

    Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pagar Alam melalui Kasi Bina Usaha Perdagangan Endang Dyah  tak menampik, jika sekarang ini harga komoditi sayuran, jelang Idul Adha 1442 H mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

    “Komoditi jenis sayuran yang cukup mengalami kenaikan, bahkan untuk harga tomat merah saja. Harganya, bisa tembus Rp10 ribu per kilogram, begitu juga untuk terong ungu tembus Rp10 ribu per kilogram,” ujarnya.

    Selain itu, kata Endang, untuk harga wortel juga mengalami kenaikan, saat ini dijual di harga Rp8 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang putih masih stabil dikisaran Rp24 ribu per kilogram, begitu pula harga bawang merah Brebes diharga Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit pun masih diharga Rp25 ribu per kilogram.

    “Kalau kita lihat pengaruh kenaikan harga sayuran ini, lebih kepada musim panen kopi dan padi, yang masih berlangsung sekarang ini di Pagaralam, kebanyakan petani banyak pergi ke kebun dan sawah, untuk memanen buah kopi dan padi, sedangkan untuk sayuran cukup jarang,” ucapnya.

    Lebih jauh Endang menambahkan, untuk harga komoditi beras di pasaran masih stabil, dengan kisaran harga jual Rp9–10 ribu per kilogram.

    “Bisa dibilang saat ini, harga sembako relatif normal, sedangkan harga komoditi sayuran mengalami lonjakan.  Kita pun akan selalu tetap melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, termasuk pula jelang Idul Adha nanti,” imbuhnya. (ANA)

  • Salurkan Bansos Tepat Sasaran, DTKS-Data Disdukcapil Disinkronisasi

    Salurkan Bansos Tepat Sasaran, DTKS-Data Disdukcapil Disinkronisasi

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dinas Sosial (Dinsos) Pagar Alam terus berupaya melakukan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seperti halnya dilakukan di Kantor Disdukcapil Pagar Alam, petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mensinkronkan DTKS dengan data yang ada.

    “Kita bersama tim TKSK, tengah memperbaiki data-data DTKS, dengan mensinkronkan yang ada di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). Data ini akan disinkronkan dengan yang ada di Disdukcapil,” ungkap Kabid Resos Dinas Sosial Pagar Alam, Yodhi Hendri, Selasa (6/7/2021).

    Sinkronisasi data ini, kata Yodhi, bertujuan untuk mendapatkan data-data By Name By Address (BNBA), yang lengkap sesuai dengan yang ada di Disdukcapil.

    “Kita telah memulai giat ini. Targetnya, pada bulan ini kita bisa mendapatkan DTKS yang sinkron dari SIKS-NG dengan data yang ada di Disdukcapil,” bebernya.

    Sehingga, dari data yang didapatkan ini, sambung Yodhi, pihaknya dapat melakukan verivali ke lapangan, data-data mana yang layak dan tidak menerima bantuan sosial (Bansos).

    “Terpenting, kita bisa mencocokan data-data kita dengan Disdukcapil, baru kedepan akan dilakukan verivali,” imbuhnya.

    Dari kegiatan dilakukan ini, sambung Yodhi, pihaknya berharap dari giat perbaikan data, yang dilanjutkan dengan verivali, bisa mendapatkan data-data masyarakat miskin di Kota Pagaralam, yang terdapat di data DTKS, untuk penerimaan bantuan sosial bisa tepat sasaran.

    “Sehingga antara data dari pusat dan data dari kita bisa singkronisasi, yang kemudian bisa mendapatkan data sesuai BNBA,” ungkapnya. (ANA)

  • Terungkap, Penyebab Kasus COVID-19 di Pagar Alam Meningkat Drastis

    Terungkap, Penyebab Kasus COVID-19 di Pagar Alam Meningkat Drastis

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Jumlah kasus COVID-19 di Pagar Alam akhir-akhir meningkat drastis. Ternyata, hal ini dipicu oleh tingkat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi dengan melakukan rapid test antigen secara mandiri. Bahkan, setelah dilanjutkan dengan swab test, hasilnya pun tetap positif.

    Dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Pagar Alam, Syamsul Bahri Burlian, bahwa saat ini kesadaran untuk sehat dari masyatakat cukup tinggi. Sehingga ada yang berniat memeriksakan diri karena sudah ada gejala sakit yang diderita termasuk melakukan rapid antigen.

    Syamsul tak menampik, akibat banyaknya masyarakat yang melakukan hal tersebut akhirnya terdeteksi banyak yang terpapar virus corona. Dan diduga interaksi dengan masyarakat dari luar daerah menjadi penyebab utamanya.

    “Hal itu terjadi sejak Bulan Juni kemarin, di mana angka dan jumlah warga Pagar Alam yang terpapar mengalami lonjakan yang cukup signifikan,” terang Syamsul, Senin (5/7/2021).

    Syamsul mengatakan, saat ini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Pagar Alam sudah mencapai 298 orang dengan rincian kasus dalam pemantauan 63 orang dengan keterangan, isolasi mandiri di Pagar Alam 58 orang, Kemudian Isolasi di RS Besemah empat orang, isolasi di RS M Husein Palembang satu orang, selesai pemantauan 221 orang dan meninggal 14 orang.

    Melihat lonjakan ini, Syamsul mengungkapkan bahwa Satgas akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan surat edaran baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.

    “Karena walaupun saat ini Pagar Alam berstatus oranye, namun penerapan kebijakan akan disesuaikan dengan kondisi sebaran covid-19 itu sendiri,” jelasnya. (ANA)

  • Pelayanan Publik Disdukcapil Pagar Alam Dapat Nilai Merah

    Pelayanan Publik Disdukcapil Pagar Alam Dapat Nilai Merah

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pagar Alam, merekomendasikan Walikota untuk memprioritaskan pelayanan Publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Pelayanan ini harus sesuai dengan Undang-undang nomor 25 tahun 2009.

    Hal ini diungkapkan Juru Bicara Komisi I DPRD Pagar Alam, Nanto, dalam paripurna dengan agenda laporan Komisi-Komisi DPRD terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pendapatan Belanja Daerah Proritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020, Senin (5/7/2021).

    Menurut Nanto, Disdukcapil Pagar Alam termasuk salah satu di Indonesia yang mendapat penilaian zona merah dari Ombudsman tentang pelayanan publik. Sementara penilaian standar pelayanan publik oleh Ombudsman RI memiliki 10 variabel seperti persyaratan pelayanan, alur pelayanan sarana pelayanan, sarana pengaduan, pelayanan yang ramah dan nyaman serta sarana pendukung lainnya.

    “Komisi I merekomendasi agar ini menjadi prioritas Pemerintah Pagar Alam,” paparnya.

    Menyikapi ini, usai Paripurna Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni, langsung memantau langsung pelayanan yang ada di Disdukcapil. Dirinya tak menampik kalau beberapa tahun pelayanan publik di Disdukcapil mendapat nilai zona merah dari Ombudsman.

    Sehingga, Alpian ingin langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi pada pelayanan publik yang ada di Disdukcapil. Di man dilihat dari beberapa indikator penilaian, hanya satu saja yang kurang yakni Alur pelayanan.

    “Sementara yang lain sudah cukup baik begitu juga dengan fasilitas pendukung, termasuk dengan untuk kalangan disabilitas nantinya juga akan dicarikan solusi agar lebih muda dalam setiap pelayanan di Disdukcapil,” ucapnya.

    Alpian menambahkan, bahwa saat ini sudah tidak ada kendala terkait pelayanan di Disdukcapil, terlebih di tengah masih merebaknya kasus Covid-19 di Pagar Alam, penerapan prokesnya masih tetap ketat.

    “Sehingga kisaran 60-70 orang per hari masih bisa terlayani dengan baik,” jelasnya. (ANA)

  • Capai 23 Ribu Lebih, Tenaga Kesehatan Dominasi Cakupan Vaksinasi di Pagar Alam

    Capai 23 Ribu Lebih, Tenaga Kesehatan Dominasi Cakupan Vaksinasi di Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam merilis secara total cakupan vaksinasi yang dimulai sejak awal Februari hingga Juni 2021. Sebanyak 23.089 orang masyarakat Kota Pagar Alam. Dari tiga kelompok sasaran yakni Tenaga Kesehatan, Pelayanan Publik dan Lanjut Usia yang sudah disuntik baik itu Dosis I maupun Dosis II.

    Dari jumlah tersebut, 9899 orang (42,87%) sudah menerima vaksin dosis I dan 5501 orang (23,83%) yang menerima vaksin dosis II. Dan cakupan tertinggi didominasi oleh Tenaga Kesehatan dengam total 1151 orang, 1032 (89,66%) sudah divaksin dosis II dan 965 orang (83,84%) dosis II.

    Sedangkan untuk pelayanan publik, yang meliputi ASN, TNI, Polisi, tenaga pendidik, BUMD, dan lain-lain dengan sasaran sebanyak 7.430 orang. Cakupan yang sudah disuntik dosis 1 sebanyak 5.238 orang atau 70,50%. Dan cakupan dosis 2 sebanyak 2.694 orang atau 36,26%.

    Sementara untuk Lansia, dengan sasaran sebanyak 14.508 orang. Dengan cakupan vaksinasi dosis 1 baru mencapai sebanyak 2.725 orang atau 13,27%, dan dosis 2 sebanyak 942 orang atau 6,49%.

    Menurut Kasi Survailance dan Imunisasi Dinkes Kota Pagar Alam Poppy Mardiana, data ini direkap sejak pelaksanaan vaksinasi sampai tanggal 2 Juli 2021.

    “Data ini juga termasuk vaksinasi massal yang dilaksanakan Polres Pagar Alam pada HUT Bhayangkara. Serta data ini juga belum mencakup masyarakat umum,” jelasnya.

    Ia mengatakan, untuk capaian target vaksinasi bagi penerima vaksin khusus sasaran kelompok lanjut usia atau lansia, masih jauh dari target atau dinilai masih rendah. Ini artinya ketersediaan dosis vaksin lebih tinggi dibanding minat warga lansia divaksinasi. 

    “Rendahnya capaian vaksinasi kelompok lansia, tentunya banyak faktor di lapangan. Ada sebagian masih kurang percaya akibat informasi hoax yang beredar di kalangan masyarakat. Ada juga tidak lolos screening kesehatan maupun kendala lainnya,” pungkasnya. (Dey)

     

  • Pelaku Curas Kawasan Kebun Teh PTPN Lumpuh Ditangan Tim Buser

    Pelaku Curas Kawasan Kebun Teh PTPN Lumpuh Ditangan Tim Buser

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dua pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang beroperasi kawasan kebun teh PTPN VII Kota Pagar Alam, berhasil diamankan Tim Buser Polres Pagar Alam. Keduanya adalah CH (26), warga Desa Tegur Wangi Lama RT 04 RW 02 Kecamatan Dempo Utara, bersama rekannya JFH (18), Warga Tanjung Keling Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara.

    Penangkapan keduanya berdasarkan laporan SE (47), Desa Tegur Wangi Lama RT 04 RW 02 Kecamatan Dempo Utara dengan LP /B-85/VII/SPKT/RES PGA/POLDA SUMSEL, Tanggal 02 Juli 2021. Atas kejadian yang menimpa anaknya WN (15) yang bersatus masih pelajar menjadi korban dari keduanya pada Selasa (04/5/21), sekitar pukul 13.30 WIB.

    Berdasarkan siaran pers humas Polres Pagar Alam, Sabtu (3/7/21), bahwa kronologis kejadian adalah saat korban sedang asyik berfhoto dengan temannya di TKP. Kemudian salah satu TSK yakni JFH menghampiri teman korban dengan langsung menodongkan senjata tajam ke arah muka, dan langsung merampas satu unit HP ditanganya.

    Sementara TSK CH  juga mengeluarkan senjata tajam kemudian mengejar korban (WN) yang langsung lari karena merasa ketakutan. Dan  korban pun melemparkan HP Merk Vivo Y30 miliknya, yang langsung diambil oleh kedua pelaku yang kabur setelah melancarkan aksinya, sedangkan korban jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.

    Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Dolly Gumara SIk melalui Kasat Reskrim AKP Nadjamudin bersama Kanit Pidum Ipda Erwin mengatakan, bahwa usai laporan tersebut pihaknya langsung melakukan pengembangan dan penyelidikan. Hasilnya Kemarin Jumat (2/7/21) penangkapan terhadap pelaku berhasil dilakukan yakni CH di kediamanya.

    Akan tetapi, saat dilakukan penangkapan, TSK melakukan perlawanan dengan membacok anggota, sehingga terpaksa harus diberikan tindakan tegas terukur upaya melumpuhkan dan langsung dilarikan ke RSUD Besemah untuk dilakukan pengobatan.

    “Dan saat itu juga dirinya mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa aksi kejahatan dilakukan bersama teman-temannya,” terang Kasat Reskrim.

    Kemudian Team Buser Polres Pagar Alam, langsung membekuk tersangka JFH di jalan ke arah Tanjung Keling. Dan juga mencoba melarikan diri sehingga hal serupa yakni tindakan tegas terukur juga dilakukan terhadapnya.

    “Dan setelah keduanya selesai dilakukan pengobatan. Keduanya pun langsung di bawah ke Mapolres bersama barang bukti guna pengusutan lebih lanjut,” bebernya lagi

    Kasat menegaskan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa,1 (satu) unit sepeda motor jambrong, 1 (satu) buah HP Merk Vivo Y30, 1 (satu) Bilah senjata tajam. Dan menurut pengakuan kedua tersangka, bahwa kedua tersangka telah 3(tiga) kali melakukan Pencurian dengan kekerasan.

    “Bahkan tersangka CH sdh pernah menjalani hukuman selama 1 tahun 4 bulan dalam perkara Pencurian dengan kekerasan,” pungkasnya. (Dey)