Stok Ikan di Pagar Alam Melimpah, Pembelinya Justru Sepi

- Redaksi

Rabu, 7 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Delta Handoko

Photo: Delta Handoko

SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Ketua Komisi II DPRD Pagar Alam, Olivia Arifin menyebut, jika pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui. Sebab, hal ini harus menyesuaikan perkembangan regulasi yang terus berubah.

Demikian dikatakan Olivia, saat membacakan laporan Komisi II DPRD Pagar Alam, terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022 belum lama ini.

“Pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui, karena perkembangan regulasi yang terus berubah. Diperlukan Perda (Peraturan Daerah) untuk memayungi kerja pengelolaan cadangan pangan, terutama yang berkaitan dengan pihak ketiga, yaitu Bulog dan pengelolaan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Olivia, jika saat ini stok bibit ikan di Balai Benih Ikan (BBI) cukup banyak. Sayangnya, stok yang banyak ini tidak diiringi dengan daya serap pembeli yang sangat sedikit. Sehingga diperlukan informasi yang menyebar, bahwa ketersediaan bibit ikan tersedia di BBI.

Menanggapi hal ini, Kepala UPTD BBI Kota Pagar Alam Nurrohman menuturkan, jika permasalahan saat ini, yang menyangkut minimnya daya serap pembeli benih ikan, kemungkinan karena aktivitas masyarakat.

Di mana, saat ini masyarakat Pagar Alam selaku petani kopi, masih tengah disibukkan dengan kegiatan panen di kebun. Secara otomatis aktivitasnya, masih banyak terfokus di kebun.

“Kalau kita lihat, masih minimnya daya serap pembeli, yang cendrung sedikit terhadap pembelian benih ikan di BBI, karena faktor musim panen kopi, menjadikan aktivitas banyak terfokus di kebun,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Diakui Rohman, bila melihat ke belakang, pada Januari hingga April 2021, penjualan benih ikan di BBI masih tergolong stabil. Sedangkan memasuki Juni hingga Juli 2021 ini sedikit tersendat.

“Kalau di Januari-April, penjualan benih ikan di BBI masih stabil. Kita masih bisa menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pagar Alam. Untuk Juni-Juli kita akui sedikit tersendat, yang menjadikan daya serap pembeli sangat sedikit,” serunya.

Sedangkan untuk sosialisasi dan informasi ke masayarakat, sambung Rohman, pihaknya secara rutin menyampaikan informasi, dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya, bahwa kondisi stok benih ikan di BBI cukup melimpah.

“Kita berharap daya serap dan minat pembeli, untuk membeli benih ikan di BBI dapat meningkat. Tentunya, seiring pula dengan peningkatan perekonomian masyarakat, terlebih seiring dengan musim panen yang tengah berlangsung,” harapnya. (ANA)

Berita Terkait

Disdik Palembang Larang Acara Perpisahan Sekolah
Kendalikan Inflasi, Pemkot Pagar Alam Bantu Bibit untuk Kelompok Tani
Terakhir Ngantor Sebagai Walikota, Alpian Maskoni Rombak Jabatan Pemkot Pagar Alam
Subsidi Harga Kedelai, Tingkatkan Produksi Tahu dan Tempe
Semangat Gotong Royong untuk Pembangunan yang Dinamis dan Berkelajutan di HUT Pagar Alam Ke-22
Dikunjungi Setmil Pres RI, Walikota Pagar Alam Paparkan Hal ini
HUT Pagar Alam, Pemkot Bakal Gelar Besemah Expo
Inovasi Optimalisasi KUR Nol Persen, Pagar Alam Raih PPD Terbaik Pertama di Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:02 WIB

Disdik Palembang Larang Acara Perpisahan Sekolah

Kamis, 7 Desember 2023 - 18:45 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkot Pagar Alam Bantu Bibit untuk Kelompok Tani

Jumat, 15 September 2023 - 19:12 WIB

Terakhir Ngantor Sebagai Walikota, Alpian Maskoni Rombak Jabatan Pemkot Pagar Alam

Selasa, 15 Agustus 2023 - 13:51 WIB

Subsidi Harga Kedelai, Tingkatkan Produksi Tahu dan Tempe

Rabu, 21 Juni 2023 - 14:26 WIB

Semangat Gotong Royong untuk Pembangunan yang Dinamis dan Berkelajutan di HUT Pagar Alam Ke-22

Berita Terbaru