Category: Ogan Komering Ilir

  • Kodim 0402/OKI Siagakan Pasukan Dukung Pengamanan Pilkades Serentak di OKI

    Kodim 0402/OKI Siagakan Pasukan Dukung Pengamanan Pilkades Serentak di OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kodim 0402/OKI menyiagakan pasukan untuk mendukung mengamankan Pilkades di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    Pasukan pengamanan yang disiagakan itu untuk memberikan dukungan pengamanan pada wilayah rawan Pilkades Serentak yang digelar Selasa (12/10/2021). Ada 156 desa yang tersebar di 18 Kecamatan yang menggelar Pilkades.

    “Kerawanan adalah pada saat penghitungan suara. Untuk itu kami berikan dukungan pasukan yang disiagakan masing-masing Koramil,” ungkap Dandim 0402 OKI, Letkol Czi Zamroni, S.Sos.

    Terpisah, Kasdim 0402/OKI Mayor Chk Ernanda Laksanawan, SH., MH. menyampaikan, terkait kesiapan personel yang mengemban tugas pengamanan Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah dilakukan giat apel pergeseran pasukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2021, kegiatan tersebut digelar di lapangan Apel Markas Kodim 0402/OKI Jln. Letnan Darna Jambi Kayuagung, Jumat (8/10/21) lalu.

    ”Pelaksanaan pengamanan ini merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan terutama desa-desa yang mempunyai kerawanan baik secara faktor geografis maupun akses jaringan komunikasi yang sulit,” jelasnya.

    Kasdim juga mengingatkan personelnya, agar dapat menjalankan tugas dengan profesional dan berdedikasi serta meningkat kewaspadaan akan segala bentuk potensi gangguan keamanan selama penyelenggaraan Pilkades serentak ini.

    “Kita akan bersinergi serta mendukung dalam menciptakan situasi aman dan kondusif pada penyelenggaraan Pilkades serentak. Selama pelaksanaan pengamanan perhatikan faktor keamanan, bersikap humanis serta menjadi tauladan bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19,” pungkas Kasdim. (dhi/msi)

  • Pilkades Serentak di OKI Jadi Percontohan  di Tengah Pandemi

    Pilkades Serentak di OKI Jadi Percontohan di Tengah Pandemi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa langsung di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, menjadi cerminan proses demokrasi bangsa di tengah pandemi. Pilkades yang digelar pada Selasa, (12/10) di 156 desa itu, merupakan kali kedua se-Indonesia. Setelah adanya penundaan pelaksanaan pilkdes dan pemilihan antar waktu (PAW) di masa pandemi.

    Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd yang memantau pelaksanaan Pilkades secara virtual di TPS I Desa Awal Terusan Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI, Selasa (12/10) mengatakan, Pilkades serentak di OKI ini dilaksanakan pasca penundaan selama dua bulan. Sejak dikeluarkannya Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 141/4251/SJ tanggal 9 Agustus 2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Pada Masa Pandemi Covid-19.

    “Setelah ditunda, pelaksanaan pilkades hari ini karena adanya penurunan status zona PPKM di Ogan Komering Ilir yang sampai hari ini berada pada level 2,” ungkap Yusharto. 

    Pada kesempatan itu Dirjen Bina Pemdes mengatakan, kesuksesan pelaksanaan pilkades di tengah pandemi ini akan menjadi percontohan pelaksanaan pilkades di daerah lain bahkan pemilu-pemilu lain mendatang.

    “Suksesi demokrasi tingkat desa ini akan menjadi cerminan pelaksanaan pemilihan langsung lain di masa mendatang karena masih ditengah pandemi,” ungkap dia.

    Kepada Pemerintah Daerah OKI Yusharto meminta, tetap waspada terhadap pandemi Covid-19 dan mendorong seluruh Pemerintah Desa agar terus memperkuat PPKM mikro melalui pengoptimalan peran posko desa, mendorong penerapan 5M.

    Sementara Wakil Bupati OKI, H.M. Dja’far Shodiq didampingi Forkopimda melaporkan pelaksanaan Pilkades serentak di Ogan Komering Ilir yang berlangsung di 156 desa. Dan ini diikuti oleh 446 calon kepala desa di 641 TPS dengan jumlah pemilih mencapai 269.998 jiwa.

    “Kami pemerintah daerah memastikan pencegahan kerawanan-kerawanan dan penerapan protokol kesehatan agar dilaksanakan dengan baik. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan penyediaan sarana cuci tangan, pengaturan jarak kursi tunggu, pemberian sarung tangan sekali pakai kepada pemilih, hingga pembagian jam kedatangan pemilih,” ungkap Shodiq.

    Untuk mengantisipasi kerawanan dan ancaman keamanan, Wabup Shodiq mengungkap, Pemkab OKI bersama TNI dan Polri menyiagakan sebanyak 2.081 personil gabungan yang bertugas di masing-masing TPS.

    “Kami mendapat dukungan dari TNI/Polri untuk pengamanan pilkades hari ini hingga selesai tahapannya,” ungkap Shodiq.

    Sementara Dandim 0402 OKI, Letkol Czi Zamroni, S.Sos mengatakan, TNI memberikan dukungan pengamanan pada wilayah rawan pilkades serentak.

    “Kerawanan adalah pada saat penghitungan. Untuk itu kami berikan dukungan pasukan yang disiagakan masing-masing Koramil,” ungkapnya. (Dhi)

  • Wargai OKI Datangi Polda Sumsel, Minta Keadilan Kasus Rudapaksa yang Dialami Anaknya

    Wargai OKI Datangi Polda Sumsel, Minta Keadilan Kasus Rudapaksa yang Dialami Anaknya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dn (27) mendatangi Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel, untuk meminta keadilan agar kasus dugaan rudapaksa yang dialami anak perempuannya yang berusia tujuh tahun, segera diusut tuntas.

    Diketahui pelaku berinisial R (20). R merupakan paman korban yakni adik kandung dari suami Dn.

    Sebelumnya Dn telah membuat laporan terkait kasus tersebut ke Polda Sumsel pada Senin (11/10/2021), bernomor STTLP/937/X/2021/SPKT Polda Sumsel tertangal 11 Oktober 2021. Dan saat ini laporan tersebut masih dalam penyelidikan.

    Rn (31) kerabat Dn, ditemui di Polda Sumsel mengatakan, sebelumnya korban bersama ibunya mendatangi Polres OKI untuk melaporkan kejadian tersebut, namun pihak Polres OKI menganjurkan mediasi untuk berdamai kepada pelaku.

    “Kita tidak mau berdamai, kita minta keadilan untuk korban, makanya kita melaporkan kejadian itu ke Polda Sumsel,” ujar Rn, Selasa (12/10/2021).

    Dikatakan Dn, sebelumnya ibu korban takut untuk melapor karena keluarga pelaku mengancam akan melaporkan balik kasus dugaan penganiayaan yang dialami pelaku.

    “Jadi warga sempat emosi mendengar adanya kasus rudapaksa yang dialami korban, sehingga pelaku diamankan dan diamuk massa. Namun saya tetap meyakinkan ibu korban agar melaporkan kejadian itu,” katanya.

    Sementara itu Dn, ibu korban, berharap agar kasus tersebut segera di usut tuntas agar pelaku segera ditangkap.

    “Harapan kita pelaku segera ditangkap, dan hukum seberat-beratnya,” tutupnya.

    Sebelumnya diberitakan, terjadi dugaan kasus rudapaksa yang dialami seorang perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten OKI. Belakangan diketahui pelakunya diduga paman korban inisial R (20) yakni adik dari suami Dn.

    Kejadian tersebut terjadi di rumah mertua Dn, aksi tersebut diketahui pada saat korban bercerita kepada ibunya, sehingga ibunya mendatangi puskesmas untuk melakukan visum.

    “Hasilnya, perawat dan dokter mendapati sobekan dan peradangan pada kemaluan anak saya, sehingga anak saya dikatakan sudah tidak perawan lagi,” ungkapnya. (Kik)

  • Gubernur Herman Deru Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    Gubernur Herman Deru Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam penyusunan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022.

    “Saya sangat tepukau dengan hal ini, karena Kabupaten OKI menjadi yang pertama ketok palu untuk Raperda APBD tahun 2022,” kata Herman Deru, saat menyaksikan langsung pengesahan Raperda APBD Kabupaten OKI usai rapat paripurna istimewa HUT Kabupaten OKI ke 76 di ruang rapat paripurna DPRD OKI, Senin (11/10/2020).

    Rapat rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD tahun anggaran 2022 terkesan istimewa karena digelar pada hari jadi ke 76 Kabupaten OKI. Tak hanya itu  Raperda APBD tersebut, dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru SH M.H, unsur pimpinan dan anggota DPRD OKI, anggota DPRD Sumsel Dapil OKI dan OI. Rapat dipimpin Ketua DPRD OKI Abdiyanto SH MH.

    Badan Anggaran DPRD OKI dalam laporannya yang disampaikan Nanda SH (Wakil Ketua DPRD OKI) menegaskan, setelah membahas laporan Komisi Komisi DPRD, pihaknya dan tim anggaran Pemkab OKI telah menyepakati dan menetapkan APBD OKI tahun anggaran 2022 berjumlah Rp 2, 607 trilyun.

    Adapun rinciannya terdiri dari Pendapatan Daerah Rp 2.444.630.711. Pendapatan Daerah bersumber dari PAD Rp 512 443 977, Pendapatan Transfer Pusat dan Antar Daerah Rp 1 932 186 832 dan Lain Lain Pendapat Sah Rp 168, 29 milyar.

    Sedangkan untuk Belanja Modal APBD Rp 556 431 580, Belanja Tidak Terduga APBD Rp 78, 759 juta, Belanja Transfer yang bersumber dari Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Rp 622 milyar.

    Ketua DPRD OKI Abdiyanto menambahkan, laporan Badan Anggaran DPRD OKI dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama Raperda APBD OKI tahun 2022 ini akan menjadi acuan bersama antara legislatif dan eksekutif pada tahun anggaran 2022 nanti. “Semoga pembangunan di OKI ke depan akan lebih baik lagi,”ucap Abdiyanto.

    Sementara itu, Bupati OKI H Iskandar mengatakan, pengesahan Raperda APBD tahun 2022 melalui proses panjang dan kini disepakati bersama antara Eksekutif dan Legislatif.

    “Kehadiran pak Gubernur dalam rapat paripurna pengesahan APBD tahun 2022 ini merupakan kado instimewa pada HUT Kabupaten OKI ke 76 ini. Kehadiran sosok Gubernur dalam momen ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Iskandar. (Dhi)

  • HUT 76, OKI Terima Kado Ambulans dan Alkes Senilai Rp 1,4 Miliar

    HUT 76, OKI Terima Kado Ambulans dan Alkes Senilai Rp 1,4 Miliar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Palembang memberikan kado istimewa berupa lima unit ambulans dan dan 5 unit alat kesehatan USG kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada hari Jadi OganKomeringIlir ke-76 tahun.

    “Ini merupakan support BRI kepada Kabupaten OKI dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Regional Operation Head BRI Kanwil Palembang Teguh Rustianto usai menyerahkan bantuan kepada Bupati OKI, H. Iskandar, SE secara simbolis di Gedung DPRD OKI, Senin (11/10/21).

    Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Bantuan ini menurutTeguh, merupakan, kado ulangtahun OKI ke 76. “Diserahkan bertepatan dengan peringatan hari jadi OKI ke 76” terangbTeguh.

    Teguh Rustianto berharap, bantuan ini dapat berkontribusi dalam upaya penanganan kesehatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Ogan Komering Ilir. Dan dapat mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 yang melanda dua tahun belakangan ini,” harapnya.

    Bupati Ogan Komering, H.Iskandar SE mengatakan, mobil ambulans yang diberikan dapat mempercepat pelayanan kesehatan di Ogan Komering Ilir. Serta dapat membantu dalam penanganan musibah atau bantuan yang sifatnya darurat.

    “Kami apresiasi, dedikasi yang dilakukan untuk OKI. Bantuan ini dapat menunjang memberikan pelayananan kesehatan terbaik bagi masyarakat melalui program Revolusi KIA melalui pemantauan Ibu Hamil,” jelasnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan, S. KM, M. Kes mengatakan, melalui program Revolusi KIA, persalinan ibu hamil akan ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten, kemudahan dalam mengakses layanan rujukan, serta ibu dan bayi mendapatkan layanan neonatal dan nifas.

    Iwan menyebut, sebanyak 19.485 ibu hamil di Kabupaten OKI disasar oleh program Revolusi KIA

    “Jika masuk masa persalinan Ibu Hamil akan dijemput oleh petugas, persalinan ditangani oleh petugas kesehatan kompeten, diantar pulang kembali dan semua layanan gratis” pungkasnya. (Dhi)

  • Meski Pandemi, Tata Kelola Pemerintahan di OKI Semakin Ditingkatkan

    Meski Pandemi, Tata Kelola Pemerintahan di OKI Semakin Ditingkatkan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir genap berusia 76 tahun pada Senin, (11/10/21). Meski dilaksanakan secara terbatas, Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten OKI tetap berlangsung penuh khidmat.

    Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyampaikan, satu setengah tahun terakhir selain persoalan kesehatan, fokus pemerintahannya menguatkan akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang telah semakin baik. Hal ini menurut dia, berkat solidaritas antar lembaga yang semakin kuat.

    “Sejak awal lembaga legislatif, yudikatif dan lembaga pemeriksa, telah memberikan dukungan kepada pemerintah daerah agar birokrasi bekerja maksimal”, ujar Iskandar.

    Hasilnya menurut dia, Kabupaten Ogan Komering Ilir mampu mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) dari BPK RI sepuluh tahun berturut-turut.

    “Atas dasar itu kita mendapat apresiasi dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia,” terangnya.

    Birokrasi menurut Iskandar, adalah kunci berjalannya roda pemerintahan. Untuk itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir telah memulai langkah baik dengan menerapkan sistem merit dan manajemen talenta ASN di Ogan Komering Ilir.

    “Kita yang pertama di Sumsel yang telah menerapkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Untuk membangun sistem birokrasi yang kompeten dan berkinerja,” terangnya.

    Selain itu, perhatian pemerintah daerah terhadap agenda-agenda besar pembangunan tidak berkurang sedikit pun. Pengembangan SDM berkualitas tetap menjadi prioritas. Penyelesaian pembangunan infrastruktur, terus diupayakan. (Dhi)

  • HUT ke-76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh

    HUT ke-76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh

    SUARAPUBLIK.ID, OKI — Hari Jadi ke-76 Kabupaten Ogan Komering Ilir mengambil tema bersatu, bertumbuh. Melalui tema ini Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyampaikan bahwa persatuan adalah modal untuk bertumbuh bersama di tengah bangsa Indonesia yang masih menghadapi ancaman Pandemi.

    “Peringatan hari jadi ini kita jadikan sebagai flashback untuk belajar dan mengenang bahwa leluhur kita lebih dari sekedar saksi sejarah. Bahwa mereka adalah pelaku sejarah yang telah melewati berbagai ujian masa lalu dan mereka mampu melampuinya,” terang Iskandar.

    “Untuk itu, sebagai generasi penerus kita mesti belajar dari pendahulu dalam menghadapi ujian pandemi,” terang dia pada Rapat Paripurna HUT 76 OKI di Gedung DPRD OKI, Senin, (11/10/2021).

    Setelah satu setengah tahun menghadapi cobaan pendemi, Iskandar mengungkap, telah mengubah tatanan hidup masyarakat. Seperti kesadaran akan pentingnya hidup sehat, gotong royong hingga antusiasme masyarakat untuk divaksin yang semakin tinggi.

    “Cara kita bekerja telah berevolusi. Lebih lincah dan semakin responsif karena pandemik harus ditangani secara massif,” terangnya.

    Untuk menghadapi Pandemik terang dia, penyediaan layanan kesehatan terus ditingkatkan. Seperti penambahan kapasitas tempat tidur di RSUD Kayuagung. Penyediaan isolasi terpusat di Wisma Karantina Teluk Gelam, di RS Pratama Tugu Jaya maupun fasilitas pendukung pada puskesmas-puskemas yang terus membaik.

    Iskandar juga mengapresiasi para tenaga kesehatan yang berjuang selama Pandemi. Tenaga kesehatan menurut dia telah menjadi pahlawan kemanusiaan.

    “Para dokter, perawat, pengurus jenazah, dan tenaga kesehatan lain hingga semua petugas di lapangan telah mengabdikan diri mereka atas nama kemanusiaan. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat Ogan Komering Ilir menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudara-saudara,” terangnya.

    Selain itu, Iskandar juga mengapresiasi solidaritas antar lembaga pemerintahan yang semakin terkonsilidasi. Sejak pandemi menurut dia, DPRD dan Forkopimda bergerak terpadu dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan perekonomian.

    “Manajemen lapangan dalam testing, tracing, treatment dan vaksinasi, telah mengasah kepemimpinan di semua level pemerintahan,” terangnya.

    Hal itu menurut dia, meningkatkan kapasitas setiap lembaga dalam menghadapi bencana meningkat pesat dan semakin mampu. (Dhi)

  • Tak Ada Keluarga Mengakui, Jenazah Pria Mengapung di Sungai Tanpa Identitas Dimakamkan

    Tak Ada Keluarga Mengakui, Jenazah Pria Mengapung di Sungai Tanpa Identitas Dimakamkan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Masih ingat dengan ayat Tanpa identitas yang ditemukan mengambang di Sungai Komering, Desa Mangunjaya Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,Minggu, (3/10/2021). Mayat tersebut akhirnya dimakamkan.

    Pemakaman dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung dengan bantuan Dinas Sosial Kabupaten OKI di Tempat Pemakaman Umum, Kelurahan Kayuagung Asli, Kecamatan Kayuagung, Rabu (6/10/2021).

    Hal ini terpaksa dilakukan oleh pihak terkait lantaran kondisi mayat yang terus membusuk dan mengeluarkan bau, saat disimpan di ruang mayat rumah sakit setempat.

    “Kami terpaksa kuburkan setelah berkoordinasi dengan pihak Polres karena kondisi mayat yang tidak memungkinkan,” ujar dr Hj. Asri Wijayanti M.Kes, Direktur RSUD Kayuagung dalam keterangan yang diterima suarapublik.id Jumat, (8/10/2021).

    Meski demikian setelah dilakukan otopsi, pihak rumah sakit tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya sekujur tubuhnya membengkak dan membusuk. Adapun luka robek di kepala dimungkinkan akibat gesekan saat mayat terapung di sungai,” lanjut Asri.

    Sementara, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos OKI, Roni Santosa, M.Pd didampingi Amir Faisal Kasubbid Pelayanan Sosial Anak menambahkan, pihaknya diminta oleh pihak RSUD untuk melakukan prosesi pemakaman.

    “Sesuai surat dari pihak RSUD Kayuagung bernomor 1810/TU/RSUD/X/2021 pada tanggal 4 okotber 2021, maka pihak dinas sosial membantu memfasilitasi prosesi pemakaman jenazah. Mulai dari menyiapkan lokasi pemakaman, batu nisan serta penggali kubur hingga prosesi pemakaman. Lahan pemakaman sendiri merupakan lahan yang sudah di wakafkan oleh warga setempat untuk hal-hal semacam ini,” jelasnya.

    Menurutnya, sejak kesepakatan antara pihak RSUD Kayuagung dan Dinas Sosial terjalin, pihaknya telah memakamkan lebih kurang 8 jenazah tanpa identitas semacam ini.

    Proses pemakaman sendiri dilakukan dan dihadiri langsung oleh segenap staf Dinas Sosial melalui bidang rehabilitasi sosial yang dipimpin oleh Kabid Resos, Roni Santosa, M.Pd bersama dengan staf dari RSUD kayuagung.

    Sedangkan Kapolsek SP Padang Iptu Zulkifli menyampaikan terimakasih atas bantuan pihak RSUD Kayuagung dan Dinas Sosial Kabupaten OKI serta warga setempat, dalam proses pemakaman tersebut. Sehingga palaksanaan pemakaman walaupun dalam kondisi panas menyengat dapat berjalan dengan lancar.

    Menurut Iptu Zulkifli, hingga saat ini identitas mayat pria ini belum diketahui. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat yang merasa kehilangan kerabatnya segera menghubungi pihak berwenang.

    Ciri-ciri mayat ini saat ditemukan yakni, mengenakan baju kemeja lengan panjang berwarna abu-abu bergaris lurus, kaos dalam warna merah bergaris hitam, mengenakan celana jeans panjang warna biru, cincin warna putih di jari manis tangan sebelah kanan, memakai kaos kaki warna hitam dan masker warna putih. Selain itu terdapat tato bergambar kapak di tubuh mayat tersebut.

    “Kalau ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya silakan menghubungi polisi, sebab sampai saat ini kami belum bisa mendapatkan identitas korban,” kata Iptu Zulkifli.

    Diberitakan sebelumnya, mayat pria dalam keadaan membusuk ditemukan mengambang di Sungai Komering, Desa Mangunjaya Kecamatan Sp Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Identitas mayat tersebut belum diketahui.

    Penemuan mayat tersebut terjadi pada Minggu (3/10/2021) pagi. Seorang warga bernama Suhaini yang hendak mengambil wudhu di sungai, menemukan mayat mengambang dekat bambu yang bersebelahan dengan tempatnya mengambil wudhu.

    Kapolsek SP Padang, Iptu Zulkifli, Minggu (3/10/2021) menjelaskan, warga bernama Fauzi, Tono dan Udin menggiring mayat tersebut dengan menggunakan perahu ke tempat pabrik milik Kades Mangun Jaya agar mudah di evakuasi.

    “Kemudian mayat tersebut diangkat naik ke atas oleh warga sekitar dan temuan mayat tersebut dilaporkan oleh warga bernama Jono (60) kepada Kepala Desa untuk kemudian diteruskan ke Polsek SP Padang. Anggota Polsek SP Padang pun langsung mendatangi TKP tempat penemuan mayat tersebut,” ungkapnya.
    (dhi)

  • Suka Maju Lempuing Jaya, Masuk Tiga Desa Terbaik se-Sumsel

    Suka Maju Lempuing Jaya, Masuk Tiga Desa Terbaik se-Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Desa Suka Maju Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, berhasil menjadi tiga terbaik pada lomba desa tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2021. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru bertepatan dengan penyerahan bantuan gubernur untuk Desa Persiapan di Griya Agung, Jumat (08/10/2021).

    Hendra Anggara, S.STP, Camat Lempuing Jaya mengatakan, keberhasilan ini sebagai salah satu hadiah menjelang Hari Jadi Ogan Komering Ilir ke-76. OKI harus semakin sejahtera dengan berbagai pembangunan.

    Ia mengungkapkan, Desa Suka Maju ini telah melewati rangkaian penilaian yang begitu ketat sejak Mei 2021, hingga akhirnya terpilih menjadi tiha terbaik di Sumatera Selatan.

    “Desa Suka Maju dengan jumlah penduduk sebanyak 1426 jiwa, dan luas wilayah 848 ha merupakan eks transmigrasi yang dapat dengan cepat melakukan pengoptimalan sumber daya dan akselerasi pembangunan di tingkat desa. Hal ini dapat terwujud karena kolaborasi para pihak dan kegigihan masyarakatnya”, terang Hendra.

    Bagi Hendra, Desa Suka Maju Kecamatan Lempuing Jaya bisa terus maju, berkembang dan semakin sejaterah.

    “Kami sampaikan apresiasi bagi Desa Suka Maju dan seluruh pihak. Keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berbenah menjadi lebih baik lagi. Jaga kekompakan dan konsistensi dalam membangun desa. Dengan begitu, bukan hal mustahil di tahun berikutnya kita mampu menjadi Juara Utama di Provinsi atau bahkan Nasional,” harapnya.

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, terus berusaha menjadi kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera. Ini semua sebagai manifestasi membangun OKI dari desa. Ogan Komering Ilir dalam beberapa tahun belakang sudah melaksanakan berbagai program desa, serta selalu terdepan dalam membangun kemajuan dan inovasi.

    Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M Dja’far Shodiq mengapresiasi dan bangga, Desa Suka Maju Kecamatan Lempuing Jaya dapat menjadi yang terbaik tingkat provinsi. Ia mengatakan pencapaian ini dapat menjadi motivasi desa lain di Kabupaten OKI dalam menjalankan pemerintahannya yang baik, penataan dan pengelolaan kewilayahan juga kemasyarakatannya.

    “Ini adalah kerja keras semua pihak, intinya peningkatan kinerja jajaran pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga Pemdes. Kami harap bisa dijadikan contoh untuk bekerja dengan semangat gotong-royong,” tegasnya.

    Shodiq  berharap Desa Suka Maju Kecamatan Lempuing Jaya akan memiliki daya saing kinerja yang tinggi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

    “Satu hal yang tak kalah penting adalah bagaimana prestasi ini bisa ikut memotivasi desa lainnya, untuk lebih berkembang, maju, mandiri dan sejahterah. Pertahankan yang baik, dan terus tingkatkan kualitas di semua lini yang dapat diperbaiki. Sejaterah dari Desa, Ogan Komering Ilir Mandira,” pungkas Shodiq. (Dhi)

  • Dorong Implementasi Multi Learning Teacher, Pemkab OKI : Cerdaskan Anak Bangsa yang Cakap Digital

    Dorong Implementasi Multi Learning Teacher, Pemkab OKI : Cerdaskan Anak Bangsa yang Cakap Digital

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama dengan APKASI, Kementerian Kominfo RI, serta Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, mendorong Tenaga Pengajar di OKI untuk menerapkan Multi Teacher Learning. Guna menguasai serta bertanggung jawab dalam menggunakan Kanal Digital sebagai media pembelajaran.

    Dr. Himmatul Hasanah, MP., selaku Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dalam webinar pendidikan yang dilaksanakan Jumat, 8 Oktober 2021, mengatakan, guru sebagai komponen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini.

    “APKASI bersama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara mendukung untuk menumbuhkan dan mengembangkan growth mindset pada tenaga pengajarmencari, mengidentifikasi, dan mengonstruksi pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan”, kata Ha5. Itu artinya, Pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi melainkan membantu sisanya untuk immatul dalam Webinar Pendidikan, Jumat (08/10/2021).
    .
    Sementara itu, Bupati Ogan Komering melalui Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejaterahan Rakyat, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si menyampaikan, peran strategis guru untuk mencerdaskan anak bangsa di era 4.0 ini, harus dikombinasikan dengan penggunaan sarana belajar di ruang digital.
    .
    “Tanpa disadari perkembangkan teknologi memberikan cara baru dalam proses belajar- mengajar. Dengan kecanggihan yang ada, tenaga pengajar memiliki peluang pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siawa; kemampuan dalam pemecahan masalah, kemampuan komunikasi dan kolaborasi (melalui tugas kelompok). Peluang ini yang harus dioptimalkan,” terang Anton.
    .
    Anton menambahkan, platform daring untuk belajar bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta dapat mengatakan, kecerdasan siswa karena adanya proses eksplorasi.
    .
    Meskipun saat itu sudah dimulai pembelajaran tatap muka secara terbatas, Anton berharap agar baik siswa dan seluruh tenaga pengajar untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat. Sebab, ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama.
    .
    Dalam hal ini, Menteri Kominfo RI, Johnny Gerard Plate menjelaskan, salah satu hal yang perlu diasah di era ini adalah communication skill sehingga proses pembelajaran dapat dikomunikasikan dan diinformasikan secara tepat.

    “Tenaga pengajar saat ini hanya berperan menjadi fasilitator bagi para siswa tapi juga dapat membantu siswa untuk search, mencari, menemukan secara mandiri dan dibekali dengan paradigma berpikir maju”, kata Johnny

    Selain itu, ia menjelaskan, tenaga pengajar juga berperan sebagai pencetus pembalajaran yang adaptif. Tidak hanya untuk belajar online, sensitivitas sosial dan rasional serta mampu beradaptasi di lingkungan digital dalam pendidikan. Dan tak kalah penting, Guru juga berperan untuk menerapkan multi teacher learning. Maksudnya, siswa dapat belajar secara dinamis; belajar di mana saja, kapan saja; dari siapa saja, dan dari berbagai sumber yang tidak terbatas.

    “Pandemi ini menguji komitmen kita, jangan lengah untuk terapkan Protokol Kesehatan (ProKes). Lindungi diri, lindungi negeri dan cerdaskan bangsa.” (Rel)

  • Over Kapasitas, Lapas Klas II B Kayu Agung Pindahkan Napi ke Banyuasin

    Over Kapasitas, Lapas Klas II B Kayu Agung Pindahkan Napi ke Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Untuk mengurangi over kapasitas hunian, Lapas Klas IIB Kayu Agung melakukan pemindahan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi. Sebanyak enam WBP dipindahkan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Banyuasin dan Lapas Klas IIA Banyuasin, Kamis (7/10/2021).

    Proses pengeluaran WBP diawasi langsung Kalapas Klas IIB Kayu Agung Reza Mediansyah Purnama. Warga binaan yang dipindahkan tersebut, menurutnya telah melewati syarat administratif di antaranya assesment pembimbing kemasyarakatan Madia dari Kanwil Kemenkumham Sumsel dan TPP dari Lapas Klas IIB Kayu Agung.

    Dijelaskan Reza, pemindahan 6 WBP tersebut bertujuan untuk mengurangi over kapasitas di Lapas Kayu Agung. Ini bisa mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Kayu Agung.

    “Saat ini Lapas Kayu Agung sudah mengalami over kapasitas, untuk itu kami melakukan mutasi (pemindahan) WBP, asimilasi covid dan integrasi untuk mengurangi kapasitas Lapas Klas IIb Kayu Agung yang semakin padat,” ujar Reza kepada suarapublik.id.

    Reza menambahkan, Lapas Khusus Narkotika di Banyuasin dan Lapas Klas IIA Banyuasin saat ini kapasitas penghuninya masih terkontrol dan belum mengalami over kapasitas. Selain itu yang beberapa napi yang dipindahkan adalah WBP berperkara Narkotika dengan harapan dapat mendapatkan program rehabilitasi sosial.

    “Semoga nanti di Lapas Khusus Narkotika Banyuasin dan Lapas Klas IIA Banyuasin mereka tetap bisa mengikuti pembinaan dengan baik agar mereka dapat menjadi orang yang lebih baik lagi,” tambah Reza.

    Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) saat proses pemindahan, pihak Lapas melakukan pengawalan ketat.

    Selain itu, untuk memastikan seluruh napi yang dipindahkan berada dalam kondisi sehat dan bebas COVID-19, seluruh WBP yang dipindahkan terlebih dahulu dilakukan tes swab antigen.

    “Alhamdulillah berdasarkan hasil tes, seluruh WBP tersebut dinyatakan negatif COVID-19,” pungkasnya. (dhi)

  • Gerebek Bandar Sabu, BNN OKI Tembak Tersangka yang Coba Melawan

    Gerebek Bandar Sabu, BNN OKI Tembak Tersangka yang Coba Melawan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggerebek bandar narkoba di Desa Air Pedara Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI. Dalam penggerebekan itu, seorang tersangka ditembak karena mencoba melawan petugas dengan senjata tajam (sajam).

    “Dalam penangkapan, tersangka sempat melawan petugas dengan sajam, sehingga diambil tindakan tegas terukur dengan penembakan dan mengenai lengan tersangka,” terang Kepala BNNK OKI AKBP Gendi Marzanto, SH MH, Rabu (6/10/2021).

    Selanjutnya, sambung AKBP Gendi, tersangka langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan akibat luka tembak.

    Kepala BNNK OKI AKBP Gendi Marzanto menjelaskan, penangkapan terjadi pada Selasa (5/10/2021) pada pukul 19:00 WIB dengan pelaku bandar sekaligus pengedar narkoba berinisial HS (37), tepat di belakang Balai Desa Air Pedara Kecamatan Pangkalan Lampam.

    AKBP Gendi mengatakan, penangkapan terjadi atas laporan warga, dimana dari laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan penindakan secara represif dan didapatkan tersangka.

    Lebih lanjut Gendi mengatakan dari penggeledahan yang dilakukan, tim mendapati tersangka. Dan mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya narkotika jenis sabu dengan total berat 32,10 gram.

    “Dari penangkapan tersebut, didapatkan barang bukti yang terdiri dari paket sabu seberat 32,10 gram, 1 buah handphone merk xiaomi, 1 buah dompet, 1 buah sajam, 1 buah bong atau alat hisap, 1 buah pirek kaca, alat timbangan digital, dan beberapa buah klip kosong ukuran kecil,” jelasnya.

    Guna kepentingan proses hukum lebih lanjut, sambung Kepala BNNK OKI, tersangka, barang bukti narkotika dibawa dan diamankan di kantor BNN Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    “Giat pengungkapan kasus narkotika dan penangkapan bandar (BD) sekaligus pengedar narkoba ini, sebagai bentuk upaya proteksi yang dilakukan BNN melalui kegiatan interdiksi. Guna melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkoba dan sebagai upaya pencegahan beredarnya barang haram tersebut di tengah masyarakat,” ungkapnya.

    Dari penangkapan tersangka tersebut, pihak BNN masih akan melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut, untuk mengungkap keberadaan pemasok barang haram yang dimiliki tersangka HS. Saat ini tersangka masih ditahan di BNN Kabupaten OKI yang nantinya akan dibawa ke BNN Provinsi Sumsel. (dhi)

  • Wujudkan Segi Tiga Emas Taman Ramah Anak

    Wujudkan Segi Tiga Emas Taman Ramah Anak

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mempersiapkan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Taman Amri Yahya (Segitiga Emas). Guna mendukung Tumbuh Kembang anak hebat di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    Marini Widowati, salah satu Tim RBRA mengatakan bahwa Ruang Bermain Ramah Anak yang disingkat RBRA adalah ruang yang dinyatakan sebagai wadah yang mengakomodasi kegiatan anak bermain dengan aman dan nyaman, terlindungi dari kekerasan, dan hal-hal lain yang membahayakan.

    “RBRA ini sangat penting bagi anak karena merupakan wadah kegiatan anak bermain. Demi keberlangsungan tumbuh kembang anak secara optimal dan menyeluruh, baik fisik, spiritual, intelektual, sosial, moral, emosional dan perkembangan bahasa,” ungkap Marini dalam pertemuan virtual bersama Pemkab OKI, Senin (04/10/2021).

    Ia mengatakan, dengan adanya standarisasi dan sertifikasi RBRA ini dapat memberikan kesempatan untuk anak dalam kandungan hingga sebelum usia 18 tahun. Untuk mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin tanpa merasa tertekan.

    “Standarisasi dan sertifikasi RBRA ini bertujuan sebagai jaminan dalam hal keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, dan keamanan bagi anak,” kata Marini.

    Sementara itu, H.M Lubis, SKM.M.Kes menyambut baik rencana Ruang Bermain Ramah Anak di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    “Saat ini, Taman Amri Yahya (Segitiga Emas) sudah 90 persen memenuhi persyaratan kategori standarisasi dan sertifikasi RBRA,” kata Lubis.

    Lubis menambahkan, jika Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen penuh agar mampu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, sehingga Taman Amri Yahya (Segitiga Emas) bisa masuk kategori standarisasi dan sertifikasi dari RBRA.

    “Rumah Bermain Ramah Anak Ini adalah investasi jangka panjang sebagai sarana penunjang untuk tumbuh kembang Anak Hebat di Bumi Bende Seguguk” ujar Lubis. (Dhi)

  • Pemkab OKI Turut Hadiri Dies Natalis ke-59 FK Unsri

    Pemkab OKI Turut Hadiri Dies Natalis ke-59 FK Unsri

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir turut serta secara virtual dalam acara Dies Natalis Fakultas Kedokteraan (FK) ke-59 Universitas Sriwijaya (Unsri). Sidang senat dibuka langsung oleh Ketua Senat dr. Elza Iskandar, Sp. M (K)., Mars. Dan diakhiri dengan orator Ilmiah dari dr. Rudolf Frans Maulany M.Sc (OM)., CIHM yang merupakan Medical Officer at United Nations

    “Di tahun 2025 kita akan menjadi Fakultas Kedokteran terkemuka di Asia Tenggara yang berbasis pendidikan, penelitian dan pelayanan di bidang Ilmu Kedokteraan dan Kesehatan,” terang dr. Syarid Husin, MS, Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, Senin (04/10/2021).

    Syarif menambahkan, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya memiliki lebih dari 20 Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Jejaring Pendidikan.

    Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE., IPU, Rektor Universitas Sriwijaya mengatakan, harus terbuka dengan kecanggihan teknologi dan cepat beradaptasi.

    “Kecanggihan yang ada harus bisa dioptimalkan untuk menambah kapasitas kita, kemampuan kita untuk memberikan lulusan tanaga kesehatan terbaik berstandar internasional,” kata Anis.

    Gubernur Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs.H.M.Riza Fahlevi, MM dalam kesempatan tersebut, tidak bosan mengingatkan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan 6M, 3T plus Vaksinasi.

    Rizal mengatakan, Fakultas Kedokteran Unsri merupakan kumpulan orang-orang hebat.

    “Civitas FK Unsri ini bisa kami simpulkan dalam satu kata “‘HEBAT”. H itu Hubungan yang harmonis, E itu Empati antar Civitas Akademika; B-nya itu belajar, belajar, belajar. A dalam kata Hebat, administrasi sesuai dengan prosedur dan amanah, serta T itu Fakultas Kedokteran Unsri itu Terdepan”, katanya.

    Di akhir sesi, para peserta mendengarkan orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Rudolf Frans Maulany M.Sc (OM)., CIHM, (72 tahun) yang merupakan Medical Officer at United Nations ini alumni FK Unsri tahun 1969, dan saat ini menetap di Belanda.

    Rudolf menyampaikan pandemi Covid-19 ini berdampak pada tidak hanya kesehatan secara fisik tetapi juga kesehatan mental. Terutama untuk tenaga kesehatan yang lebih rentan dua kali dan tiga kali lebih tinggi dibanding masyarakat pada umumnya.

    “Pencegahan diperlukan terutama bagi tenaga kerja kesehatan dengan mempersiapkan Contigency Plan (Rencana Darurat), serta Standard Operational Prosedure (SOP) yang melibatkan semua pihak terhadap Covid-19 dan wabah lainnya,” jelasnya.

    “Semoga Covid-19 ini cepat berlalu, dan kita bisa bertemu secara langsung serta beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

    Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si mengatakan, patut mengapresiasi usaha dan kinerja Tenaga Kerja Kesehatan.

    “Kita patut apresiasi kinerja para Tenaga Kerja Kesehatan yang telah berjuang bahkan tak sungkan mempertaruhkan nyawa. Maka, cara kita untuk mengapresiasinya dengan displin Protokol Kesehatan dan segera Vaksinasi, agar pandemi ini segera usai dan kita bisa hidup dengan bebas seperti dulu lagi,” tandasnya. (Dhi)

  • Mayat Pria Membusuk Mengambang di Sungai Komering, Polisi Telusuri Identitas Korban

    Mayat Pria Membusuk Mengambang di Sungai Komering, Polisi Telusuri Identitas Korban

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Mayat pria dalam keadaan membusuk ditemukan mengambang di Sungai Komering, Desa Mangunjaya Kecamatan Sp Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Identitas mayat tersebut belum diketahui.

    Penemuan mayat tersebut terjadi pada Minggu (3/10/2021) pagi. Seorang warga bernama Suhaini yang hendak mengambil wudhu di sungai, menemukan mayat mengambang dekat bambu yang bersebelahan dengan tempatnya mengambil wudhu.

    “Kami dapat laporan, warga yang hendak mengambil wudhu di sungai menemukan mayat pria yang mengambang di Sungai Komering. Warga tersebut kemudian langsung memberi tahu kepada warga lainnya,” kata Kapolsek SP Padang, Iptu Zulkifli, Minggu (3/10/2021).

    Setelahnya, lanjut Iptu Zulkifli, warga bernama Fauzi, Tono dan Udin menggiring mayat tersebut dengan menggunakan perahu ke tempat pabrik milik Kades Mangun Jaya agar mudah di evakuasi.

    “Kemudian mayat tersebut diangkat naik ke atas oleh warga sekitar dan temuan mayat tersebut dilaporkan oleh warga bernama Jono (60) kepada Kepala Desa untuk kemudian diteruskan ke Polsek SP Padang. Anggota Polsek SP Padang pun langsung mendatangi TKP tempat penemuan mayat tersebut,” ungkapnya.

    Saat ditemukan, mayat tersebut memakai baju kemeja lengan panjang berwarna abu-abu bergaris lurus, kaos dalam warna merah bergaris hitam dan di dalam baju lengan kiri terselip bangkai anak kucing.

    Mayat tersebut juga memakai celana jeans panjang warna biru, cincin warna putih di jari manis tangan sebelah kanan, memakai kaos kaki warna hitam dan masker warna putih.

    Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi mayat tersebut. Karena kondisinya sudah membusuk, mayat tanpa identitas itu selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung untuk menjalani identifikasi.

    “Kondisi jenazah sudah mulai membusuk, jadi kami bawa ke rumah sakit Kayuagung untuk diidentifikasi,” ujarnya.

    “Hasil identifikasi sementara ini, identitas belum diketahui. Dari hasil visum, di tubuh mayat ada luka robek pada alis mata sebelah kiri lebar 2cm dan dalam 0,5 cm. Diperkirakan terbentur saat hanyut di sungai,” lanjut Kapolsek SP Padang, OKI, Iptu Zulkifli.

    Zulkifli juga menyebut ada tato bergambar kapak di bagian tubuh mayat dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

    “Terdapat tato bergambar kapak di punggung belakang sebelah kiri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tapi, ada bangkai seekor anak kucing di dalam baju baju lengan kiri,” ujar Zulkifli.

    Hingga saat ini mayat yang belum diketahui identitasnya itu masih berada di RSUD Kayu Agung. Pihak kepolisian juga masih terus melakukan penelusuran identitas mayat tersebut. Sejumlah perangkat desa telah dihubungi bila ada laporan warganya yang hilang.

    “Kami sudah menginformasikan kepada masyakat dan para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran, barangkali ada yang mengenali korban,” ujarnya. (Dhi)

  • OKI Pelopor Digitalisasi Tata Kelola Komunikasi Publik se Sumsel

    OKI Pelopor Digitalisasi Tata Kelola Komunikasi Publik se Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir mengenalkan Layanan Digitalisasi “Seklik”. Dalam acara Humas Gathering Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel bekerja sama dengan Kompas Gramedia, Jum’at, (01/10/2021)

    “Keterbukaan informasi publik menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan digital di wilayah Provinsi Sunatera Selatan”, terang Alexsander Bastomi, SP., M.Si pada Humas Gathering Sumatera Selatan.

    Menurutnya, penyediaan akses terhadap informasi yang terkelola dengan baik adalah cara terbaik agar publik dapat semakin aktif berpartisipasi dalam peningkatan kinerja pemerintah. Lebih dari itu, tata kelola pemerintahan berbasis digital yang handal menjadi suatu keharusan untuk melakukan lompatan kemajuan.

    Dalam kesempatan tersebut, masing-masing Dinas Komunikasi dan Informatika se-Sumatera Selatan, berbagi pengalaman atas kinerja dan Inovasi yang telah dilakukan, terlebih di masa pandemi yang menutut adaptif juga responsif.

    Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo OKI, Adiyanto mengatakan, pandemi Covid-19 tidak boleh jadi penghalang justru dapat menjadi pijakan baru untuk melesat lebih cepat dan lebih maju. 

    “Pandemi tak bisa menghalangi kita untuk terus berinovasi. Hal ini karena banyaknya kegiatan dilaksanakan dalam keterbatasan, kita mesti optimal menyampaikan informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

    Adi menambahkan, Seklik (Sistem Integrasi Komunikasi Publik) merupakan layanan terintegrasi Kerjasama diseminasi informasi Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan media massa (perusahaan pers).

    “Melalui platform digital yang mudah diakses bersama rekan-rekan pers, kami ingin memberikan layanan informasi kepada masyarakat yang efektif, efisien dan akuntabel”, imbuhnya.

    Keberanian Diskominfo OKI untuk mendigitalisasi layanan informasi menjadi motivasi bagi Diskominfo di daerah lain dalam wilayah Sumatera Selatan agar bisa berinovasi dan menuju proses digitalisasi terpadu.

    “Diskominfo OKI tergolong lincah dalam beradaptasi di masa pandemi dengan menghasilkan inovasi layanan Seklik. Hal ini bisa dicontoh untuk mengoptimalkan pengunaan kanal media yang tepat,” kata Pemimpin Redaksi Sumsel Media Grafika, Hj. L Weni Ramdiastuti.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan keterbukaan informasi.

    “Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai humas pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah serta dikemas dalam informasi Publik yang mudah dipahami. Maka dari itu, perlu adanya kerjasama juga koordinasi dengan pihak luar termasuk media dan pers”, tandasnya. (Rel/Dhi)

  • Lapas Kelas IIB Kayu Agung Ikuti Doa Kumham untuk Negeri

    Lapas Kelas IIB Kayu Agung Ikuti Doa Kumham untuk Negeri

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kalapas Kelas II B Kayu Agung Reza Meidiansyah Purnama, A.Md.I.P., S.H. bersama Pejabat Sturuktural serta staf Lapas Kayu Agung, mengikuti kegiatan doa bersama bertajuk “Doa kumham untuk negeri” secara virtual, Jumat 1 Oktober 2021 kemarin.

    Kegiatan yang dilakukan oleh Kementrian Hukum & HAM (Menkuham) merupakan bakti pada masyarakat dalam memerangi pandemi Covid-19.

    Bagi Kementrian Hukum dan HAM, mengandalkan ikhtiar semata belumlah lengkap tanpa doa.

    Kondisi ini menggerakkan Kemenkumham untuk melaksanakan doa bersama bagi Indonesia.

    Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri dipimpin oleh para pemuka dari perwakilan lima agama, yaitu Prof. Nasarudin Umur (Islam), Pdt. Bernard Manik (Kristen), Romo Paulus Andri Astanto (Katolik), Ida Pinandita KHRT Astono Candra Dana (Hindu), dan Suhu Pushan (Budha).

    Sementara itu, segenap jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia mengikuti dan menaikkan doa secara serentak melalui live streaming.

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengatakan bahwa penting untuk mendoakan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

    Doa juga dinaikkan bagi pegawai Kemenkumham agar diberikan kelancaran dan keselamatan dapat melaksanakan tugas dan pengabdian, serta dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

    “Doa merupakan senjata spiritual bagi kita, yang tentunya sangat ampuh dalam melindungi diri kita, guna mendukung keberhasilan program yang dicanangkan oleh pemerintah,” jelas Yasonna saat memberikan arahan di Graha Pengayoman.

    Sudah banyak upaya yang dilakukan Kemenkumham agar tetap sehat dan produktif di tengah pandemi Covid-19.

    Kemenkumham mengakomodasi vaksin bagi para pegawai, melakukan swab antigen dan PCR kepada pegawai, penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta pemberian bansos kepada masyarakat dan pegawai terdampak Covid-19.

    Menurut Yasonna, kegiatan Doa Kumham untuk Negeri merupakan ikhtiar batin guna menyempurnakan upaya lahir sudah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak dalam menangani pandemi ini.

    “Semoga ikhtiar ini mampu menggerakkan kesadaran bersama untuk terus mendoakan negeri ini, optimis pandemi akan berlalu,” tutur Menkumham.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto meyakini segala upaya yang diiringi dengan doa akan membawa kebaikan.

    Sekjen berharap Kemenkumham semakin PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada.

    “Doa yang terbaik bagi Kemenkumham, doa yang terbaik bagi negeri kita tercinta Indonesia, teriring harapan kita semua semoga apa yang kita mohonkan bersama dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Sekjen.

    Usai kegiatan doa bersama, Kalapas Klas IIb Kayu Agung Reza Meidiansyah Purnama, A.Md.I.P., S.H. memberi pesan kepada seluruh pejabat struktural dan staf untuk menyambut Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021.

    “Mari kita sambut Hari Dharma Karya Dhika dengan semangat ‘Semakin Pasti’ dan menjadi ASN Kemenkumham yang Berakhlak,” pungkasnya. (dhi)

  • Akhir Pelarian Pencuri Sawit di Sungai Menang, Berikut Kronologi Penangkapannya

    Akhir Pelarian Pencuri Sawit di Sungai Menang, Berikut Kronologi Penangkapannya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pelaku pencurian buah kelapa sawit milik perusahaan PT Sampoerna Agro Tbk, Hendra Trianto (35), harus berakhir di penjara. Ia berhasil diamankan oleh tim Macan Komering Polsek Sungai Menang dari persembunyiannya di kebun karet.

    Pelaku Hendra Trianto (35) ini sempat buron selama enam bulan dan berpindah-pindah, setelah melakukan pencurian buah kelapa sawit milik Kebun Hikmah IV Sungai Menang PT Sampoerna Agro.

    Berikut kronologi penangkapannya berdasar keterangan Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SH MH melalui Kasubag Humas, Iptu Ganda Manik SH, Jumat (1/10).

    Pelaku berhasil diamankan Kamis (30/9/2021) sekitar pukul 05.30 WIB tanpa perlawanan, saat hendak pulang di persembunyiannya di kebun karet.

    Pelaku Hendra warga Desa Talang Jaya, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI ini, merupakan salah seorang pelaku pencurian buah sawit. Dalam aksinya pelaku bersama salah seorang karyawan kebun atas nama Johan Pendi Pangaribuan, yang telah menjalani hukuman di Lapas Kayuagung.

    Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim Macan Komering Polsek Sungai Menang, diketahui keberadaan pelaku. Sehingga Kapolsek Sungai Menang Iptu Zulkarnain bersama kanit reskrim Aipda Hendri Rizal SH melakukan penangkapan.

    Pelaku berhasil diamankan di kebun karet Desa Suka Ramai, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI.

    “Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sungai Menang guna proses penyidikan,” pungkasnya. (Dhi)

  • Pemkab OKI Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan

    Pemkab OKI Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Sumsel dan Babel, bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Bertempat di Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu, (28/9/21).

    Kesadaran keselamatan transportasi air merupakan upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan. Khususnya kepada masyarakat yang menggunakan transportasi air untuk aktivitas sehari-hari, termasuk bagi peserta didik di wilayah perairan itu.

    Kepala Seksi Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD VII Sumsel Babel, Indah Novianti mengatakan, keselamatan pelayaran angkutan sungai, danau dan penyeberangan menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat pengguna.

    “Selain kelayakan kapal dan edukasi kepada para nahkoda, kita juga ingin menggugah kesadaran masyarakat pengguna moda transportasi air agar mengutamakan keselamatan,” ujar Indah.

    Demikian sambungnya, kepada orang tua siswa yang anaknya menggunakan penyeberangan sungai dalam aktivitas ke sekolah.

    “Terkait anak-anak yang menyeberangi sungai dengan Styrofoam, kita gugah orang tua dan masyarakat sekitar agar benar-benar jadi perhatian. Karena jelas-jelas styrofoam bukan moda angkutan yang aman” terang dia.

    Pada kesempatan itu, BPTD VII Sumsel Babel, perwakilan direktorat ASDP, Jasa Raharja Cabang Palembang, Dishub OKI, Diskominfo OKI dan Camat Tulung Selapan membagikan puluhan life jacket (pelampung) bagi nahkoda dan penumpang di Desa Kuala Dua Belas, juga kepada nahkoda speed boat di dermaga Tulung Selapan Ogan Komering Ilir.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadhan berharap, pengguna jasa atau penumpang mematuhi arahan dari nahkoda maupun petugas Dishub untuk keselamatan transportasi air.

    “Seperti jika terjadi kecelakaan tidak panik tetap mematuhi arahan Nahkoda. Kami juga telah membekali para nahkoda mengenai keselamatan,” terang dia.

    Sementara terkait kebutuhan moda penyeberangan sungai bagi masyarakat di Desa Kuala Dua Belas, Anton mengungkapkan, akan memprioritaskan bantuan angkutan penyeberangan bagi warga dusun 2 Desa Kuala Dua Belas. “Akan kita prioritaskan bantuan angkutan penyeberangan untuk warga di sini” terang Anton.

    Selain itu tambah Anton, pihaknya akan melakukan Feasibility Studi (Studi Kelayakan) Pembangunan Halte Sungai di Desa Tersebut.

    “Kita lakukan FS nya terlebih dahulu kita usulkan ke Kementrian Perhubungan melalui BPTD Wilayah VII pembangunan Halte Sungai di wilayah ini” tutupnya. (Dhi)

  • Pilkades Serentak di OKI 12 Oktober 2021, Pemkab Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan Secara Disiplin

    Pilkades Serentak di OKI 12 Oktober 2021, Pemkab Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan Secara Disiplin

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dimulai pada 12 Oktober 2021 mendatang. Sebanyak 156 desa akan melaksanakan Pilkades tersebut, dengan mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    “Pelaksanaan Pilkades yang sempat tertunda direncanakan akan dimulai pada 12 Oktober mendatang. Pilkades ini merupakan putaran kedua tahap pertama di tahun 2021,” terang Hj. Nursula, S.Sos, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam laporanya yang disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Pilkades Serentak di OKI, Kamis, (30/09/2021).

    Ia mengatakan, sebanyak 156 desa yang dipersiapkan untuk pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2021. Diikuti 446 Calon Kepala Desa yang akan berkontestasi, dengan jumlah daftar mata pilih sebanyak 269.998 jiwa yang tersebar di 641 TPS.

    Dalam pelaksanaan nanti, Pilkades Serentak di Kabupaten OKI sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri Tahun 2020 akan mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan. Oleh karenanya, hanya ada 500 Pemilih di setiap TPS.

    Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M. Djafar Shodiq meminta agar seluruh Calon Kades, simpatisan dan semua pihak yang terlibat, untuk tetap menjaga kondusivitas desanya. Tunjukkan bahwa Pilkades Serentak 2021 di Bumi Bende Seguguk ini menjadi yang terbaik.

    “Saya percaya tujuan para calon kepala desa untuk membangun desa, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Shodiq.

    Shodiq berpesan agar Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Ogan Komering Ilir harus didukung oleh tiga faktor penting, yaitu integritas, kapasitas dan profesionalisme.

    “Bekerjalah dengan penuh integritas dan profesional demi terwujudnya harapan kita bersama yaitu, Pilkades serentak yang aman, tertib, adil serta menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan pelopor kemajuan”, tandasnya. (Dhi)

  • Kadispora OKI: Pemuda Harus Cerdas Trengginas dan Berintegritas

    Kadispora OKI: Pemuda Harus Cerdas Trengginas dan Berintegritas

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Muhammad Refly MS, S.Sos.,MM menyambut baik Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) yang menyelenggarakan sekolah kaderisasi. Ia menilai para peserta sekolah kaderisasi yang myaoritas adalah pemuda setidaknya harus memiliki tiga AS.

    “Adik-adik yang ada disini, khususnya para kader muda peserta sekolah kaderisasi ini, setidaknya harus memiliki tiga AS. AS yang pertama harus cerdas, seorang kader muda harus cerdas, bagaimana supaya bisa cerdas ya harus membaca,” kata Refly saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Sekolah Kaderisasi DPD PGK OKI, Rabu (29/9/2021) kemarin.

    Refly mengungkapkan, bahwa di era saat ini untuk membaca itu sangat mudah berbeda dengan di eranya dimana untuk membaca sangat sulit untuk mencari bahan bacaan. Sementara saat ini dengan cukup membuka gadget, maka seluruh bahan bacaan sudah bisa kita dapatkan langsung ditangan kita.

    “Cerdas menurut persepsi Muhammad Refly adalah perpaduan antara pintar dan bijak. Karena dengan pintar saja belum cukup untuk dikatakan cerdas. Cerdas itu harus diiringi dengan salah satu sikap yang bijak,” ungkapnya.

    AS yang kedua, lanjut Refly, anak muda itu harus trengginas. Trengginas disini artinya dinamis atau pergerakan yang sangat lincah.

    “Ini adalah ciri khas anak muda, jadi anak muda tidak boleh melempem. Sebagai kader-kader PGK tidak boleh lesu darah, harus semangat, harus energik, harus dinamis dan harus trengginas,” jelasnya.

    Kemudian AS yang ketiga, jelas Refly, adik-adik sekalian harus belajar berintegritas. Menurutnya, integritas ini sering diucapkan oleh siapapun termasuk oleh para pejabat namun sulit untuk di implementasikan.

    “Menurut kamus besar bahasa Indones
    ia, salah satu unsur dalam integritas adalah kejujuran. Kalau apa yang kita sampaikan apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita kerjakan tidak ada kesesuaian maka itu sudah diluar konteks integritas. Jadi paling tidak ada 3 unsur yang harus dimiliki oleh calon-calon kader organisasi.

    Dikesempatan itu, Kadispora memuji eksistensi organisasi PGK OKI karena menurutnya banyak sekali organisasi kepemudaan lainnya yang saat ini sudah tidak terdengar lagi pergerakannya.

    Sementara Ketua DPD PGK OKI Achik Muhrom S.Sos dalam kesempatan tersebut kepada seluruh peserta sekolah kaderisasi menekankan untuk benar-benar serius untuk belajar.

    “Kalau ada yang disini tujuannya bukan untuk belajar tapi punya tujuan untuk mencari uang mencari keuntungan bukan disini tempatnya. Silahkan adik-adik pulang, kerja untuk mencari uang. Tapi jika disini tujuan kalian untuk belajar, mencari ilmu, menambah wawasan, Insya Allah kita (PGK OKI) akan maksimalkan itu,” paparnya.

    Sekolah kaderisasi PGK OKI diisi oleh pemateri di antaranya Kapolres OKI AKBP Dili Yanto, S.IK, SH MH, Ketua Bawaslu OKI Ihsan Hamidi, Anggota DPD RI Sumsel Jiyalika Maharani, Ketua KPU OKI Deri Siswadi, Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri dan Ketua PN Kayuagung OKI Eddy Daullata Sembiring.

    Selain itu giat Sekolah Kaderisasi PGK OKI ini juga di isi oleh Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos, Kepala Kemenag OKI Drs. H. Subrata, M.Pd.I, Kepala BNNK OKI AKBP Gendi Marzanto, S.H, MH dan Kadispora OKI Muhammad Refly MS, S.Sos., MM. (dhi)

  • Libatkan Swasta dan CSO, Pemkab OKI Bentuk Lembaga Pencegahan Karhutla

    Libatkan Swasta dan CSO, Pemkab OKI Bentuk Lembaga Pencegahan Karhutla

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki komitmen tinggi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Bende Seguguk. Hal ini dibuktikan dengan rencana pembentukan lembaga pencegahan Karhutla yang melibatkan pihak swasta dan organisasi masyarakat sipil.

    Hal ini menjadi salah satu kesimpulan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kemitraan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dihadiri oleh delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan swasta, akademisi dan organisasi masyarakat sipil.

    Bupati OKI, melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Listiadi Martin, S,Sos., MM mengatakan, perlu dilakukan tindakan preventif dalam pencegahan Karhutla di Kabupaten OKI.

    “Upaya pencegahan akan menjadi lebih optimal jika dilakukan secara bersama-sama. Dan tidak hanya menunggu di musim kemarau atau setelah masa kedaruratan Karhutla ditetapkan. Komitmen bersama diwujudkan dalam bentuk kelembagaan yang disepakati bersama, sehingga berjalan secara mandiri dan berkelanjutan”, terangnya. (Rabu, 29/09/2021).

    Listiadi mengatakan, tidak ada cari lain yang lebih ampuh selain kolaborasi lintas sektor untuk mempermudah dalam mencapai tujuan bersama karena Karhutla urusan bersama dan harus diselesaikan secara bersama.

    “Satu rumus permanen yang dapat kita lakukan yaitu dengan memperkuat sumber daya dan kapasitas pelaku-pelaku pencegahan karhutla melalui proses peningkatan kapasitas berjenjang dan mengedepankan praktik gotong-royong di semua tingkatan”, imbuhnya.

    “Berbagi pengalaman sebelumnya, model kelembagaan dalam pencegahan karhutla tidak hanya pada membentuk organisasi tetapi juga harus didukung dengan pembauran anggaran semua pihak, peningkatan sumberdaya semua tingkatan klaster dan perlunya pendampingan kontinyu dari pihak profesional untuk menuju kemandirian Klaster”, ungkap Iwan Setiawan Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)

    Untuk mewujudkan kelembagaan berbasis klaster yang melibatkan multi pihak, Kabupaten bersama dengan KEMITRAAN melalui program Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM) dengan dukungan dari United Nations Environment Program (UNEP). Ogan Komering Ilir menjadi salah satu dari 3 Kabupaten/Kota di Indonesia yang akan menjadi percontohan penerapan kelembagaan klaster untuk pencegahan Karthutla di Indonesia.

    Ridha Yuanita Sutomo, Program Assistant SIAP-IFM KEMITRAAN menyebut program ini merupakan inisiatif bersama untuk mencegah kebakaran di lahan gmbut. “SIAP-IFM Project ini bertujuan untuk menerapkan praktek terbaik dan pendekatan inovatif Manajemen Kebakaran Terintegrasi, untuk mendukung Initiatif Gambut Global (Global Peatland Initiative) dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kabupaten Ogan Komering Ilir”, jelasnya.

    Ia menyebut, keberhasilan pembentukan kelembagaan berbasis klaster (kelembagaan secara mandiri) dapat mengantisipasi dan mendeteksi lebih awal potensi Karhutla sehingga dapat dicegah. Adapun keterlibatan multi pihak diharapkan membuat daerah lebih efisien dan terstruktur dalam mengelola sumber daya yang ada. 

    Diskusi menghasilkan beberapa poin penting terkait dengan rencana pencegahan Karhutla di OKI, diantaranya melegalisasi struktur organisasi klaster melalui SK- Bupati, membentuk tim kecil sebagai perumus untuk mendorong terbitnya peraturan pendukung, harmonisasi kelembagaan klaster dengan Satgas Karhutla dan membuat sekretariat kerja bersama Klaster di kantor BPBD. (Dhi)

  • 855 Siswa dan 41 Guru SMPN Kayuagung Disuntik Vaksin

    855 Siswa dan 41 Guru SMPN Kayuagung Disuntik Vaksin

    SUARAPUBLIK, OKI – Setelah sukses menggelar serbuan vaksinasi di beberapa daerah pelosok dan pesisir, Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI, mulai mengarahkan target sasarannya kalangan Siswa dan pelajar di lembaga pendidikan dan pesantren. Salah satunya di SMPN 1 Kayuagung, Kab. OKI Sumsel, Rabu (29/09/2021).

    Kodim 0402/OKI menurunkan tenaga kesehatan (nakes) terbaiknya dari Polkes 02.10.02 Kayuagung untuk melaksanakan serbuan vaksinasi Covid-19 di SMPN 1 Kayuagung.

    Sebanyak 855 Siswa dan 41 guru SMPN 1 Kayuagung yang menjadi target serbuan vaksin Tahap pertama Kodim 0402/Oki yang dilaksanakan selama 2 hari.

    Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S Sos mengatakan, saat ini gelaran serbuan vaksinasi Covid-19 di kalangan dunia pendidikan khususnya pelajar, dilaksanakan sesuai program pemerintah untuk memudahkan proses belajar para siswa, sehingga terciptalah rasa aman dan tentram dalam menjalani nya.

    “Sebelumnya serbuan vaksin TNI fokus menyasar masyarakat produktif yang sudah terpenuhi, kini berikutnya di sekolah dan pesantren seperti yang kita lihat sekarang ini di SMPN 1 Kayuagung,” ujarnya.

    Upaya ini, ujar Letkol Czi Zamroni, diharapkan mampu meningkatkan herd Immunity di kalangan santri dan pelajar. Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kalangan pelaku pendidikan, baik pelajar dan guru.

    “Seluruh siswa dan guru harus ikut semuanya, sehingga segera bisa dilaksanakan vaksinasi secara menyeluruh,” ujarnya.

    Tingginya animo siswa dan guru seiring tumbuhnya kesadaran untuk melakukan vaksinasi, Dandim berharap herd immunity bisa segera tercapai. “Pada intinya kita akan dukung semua Program pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melaksanakan vaksinasi,” ujarnya.

    Dandim menambahkan, komitmen Kodim 0402/OKI untuk tetap melakukan percepatan vaksinasi Covid bagi masyarakat. Baik di wilayah OKI dan OI ataupun daerah yang belum terjangkau dengan tingkat partisipasi yang rendah.

    “Kami harapkan kegiatan vaksinasi ini bisa berdampak positif terhadap seluruh lapisan masyarakat dalam penangan pemutusan mata rantai wabah Covid 19,” ujar Dandim 0402/OKI. (Dhi)

  • Cetak Kader, PGK OKI Buka Sekolah Kaderisasi

    Cetak Kader, PGK OKI Buka Sekolah Kaderisasi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Komering Ilir, hari ini membuka secara resmi Sekolah Kaderisasi. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan pelajar yang ada di Ogan Komering Ilir.

    “Sekolah ini dibuat dalam rangka mencetak kader. Ini sebagai bukti bahwa organisasi ini didirikan untuk jangka waktu yang panjang,” kata Achik Muhrom S.Sos, ketua PGK OKI, saat dijumpai di sela-sela kegiatan Sekolah Kaderisasi DPD PGK OKI di GOR Biduk Kajang, Rabu, 29 September 2021.

    Tujuan diselenggarakannya Sekolah Kaderisasi, ucap Muhrom, adalah sebagai upaya mencetak kader muda untuk lebih serius dalam berorganisasi khususnya di PGK. Muhrom berharap sekolah ini bisa menjaga modal dasar bag organisasi yang dipimpinnya.

    “Cepat atau lambat, generasi akan berganti. Karena itu, kader-kader harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Muhrom.

    PGK OKI menyadari bahwa mencerdaskan generasi muda adalah kewajiban organisasi seperti PGK. Dengan adanya sekolah ini, PGK OKI meyakini sudah menunaikan kewajiban tersebut. “Semua organisasi seharusnya punya sekolah kaderisasi,” tuturnya.

    Achik Muhrom, mengatakan sekolah tersebut juga sebagai komitmen PGK menjaga eksistensi organisasi hingga waktu yang sangat lama. “Dengan begitu, kami tidak akan lagi khawatir atau cemas karena generasi sudah disiapkan sejak awal,” ucap Muhrom.

    Adapun peserta dari sekolah ini adalah para pemuda yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar. Selama mengikuti sekolah kaderisasi, mereka akan menjalani pembelajaran dari berbagai narasumser dari berbagai instansi.

    Adapun pemateri sekolah kaderisasi ini diantaranya Kapolres OKI AKBP Dili Yanto, S.IK, SH MH, Ketua Bawaslu OKI Ihsan Hamidi, Anggota DPD RI Sumsel Jilayka Maharani, Ketua KPU OKI Deri Siswadi, Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri dan Ketua PN Kayuagung OKI Eddy Daullata Sembiring.

    Selain itu giat Sekolah Kaderisasi PGK OKI ini juga di isi oleh Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos, Kepala Kemenag OKI Drs. H. Subrata, M.Pd.I, Kepala BNNK OKI AKBP Gendi Marzanto, S.H, MH dan Kadispora OKI Muhammad Refly MS, S.Sos., MM. (Dhi)

  • Membangun Integritas Sejak Dini , Kendalikan Gratifikasi

    Membangun Integritas Sejak Dini , Kendalikan Gratifikasi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya menguatkan budaya anti korupsi dilingkungan pemerintah daerah dan sekolah di Bumi Bende Seguguk. Upaya tersebut salah satunya dengan mensosialisasikan peningkatan pengendalian gratifikasi dan peningkatan kepatuhan terhadap pelaporan gratifikasi di Lingkungan Pemkab OKI
    .
    “Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari perhatian dan fokus kita terhadap yang namanya gratifikasi di lingkungan Pemkab OKI”, ujar Inspektur Kabupaten OKI Endro Suarno, S.Sos, M.Si pada acara Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi pada lingkungan pendidikan di wilayah Kabupaten OKI, bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Selasa (28/9/21).

    Endro menyebut gratifikasi sendiri memang mempunyai pengertian yang netral yaitu semua pemberian yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara (Pn/PN). Tetapi ada beberapa kriteria gratifikasi yang dilarang, di antaranya yang diterima berhubungan dengan jabatan, dan gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan yag berlaku, kode etik, memiliki konflik kepentingan atau merupakan penerimaan yang tidak patut/wajar. “Hal inilah yang termasuk dilarang,” terangnya.
    .
    Endro menerangkan bahwa pemahaman anti korupsi harus ditanamkan sejak dini, kepada anak-anak yang merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa depan
    .
    “Pelajar sebagai penerus di masa depan harus paham bahwa tindakan gratifikasi merupakan tindakan yang melanggar peraturan. Budaya anti korupsi sejak dini harus ditanamkan di dalam diri setiap pelajar,” tegas Endro.
    .
    Endro juga mengatakan bahwa setiap sekolah harus memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Berperan sebagai motor penggerak kegiatan pengendalian gratifikasi.
    .
    “Kehadiran UPG dapat mengurangi tekanan psikologis untuk melaporkan gratifikasi kepada KPK, karena penerima gratifikasi cukup melapor ke UPG. UPG juga dapat menjadi perpanjangan tangan KPK dalam hal pusat informasi gratifikasi. Selain itu, UPG berperan sebagai unit yang memberikan masukan kepada pimpinan lembaga untuk memperbaiki area yang rawan gratifikasi atau korupsi,” jelasnya.

    Pada kesempatan itu, Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Kabupaten OKI juga menyerahkan apresiasi dan surat keputusan dari Pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi (KP) RI kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir atas pelaporan gratifikasi.

    “Kami menyampaikan surat putusan dan apresiasi dari pimpinan KPK RI atas laporan gratifikasi yang diterima oleh ASN dilingkungan Diskominfo OKI”, ujar Endro. (Dhi)

  • Kodim 0402/OKI Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Gedung TPA

    Kodim 0402/OKI Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Gedung TPA

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kodim 0402/OKI melalui Dandim 0402/OKI-OI Letkol Czi Zamroni S.Sos diwakili Kasdim 0402/OKI Mayor Chk Ernanda Laksanawan SH MH menghibahkan lahan untuk pembangunan gedung TPA di Komplek Mandiri Kelurahan Paku Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Selasa (28/09/2021).

    Menurut Kasdim 0402/OKI Mayor Chk Ernanda Laksanawan SH MH, hibah ini merupakan wujud komitmen dan kontribusi TNI mendukung program pendidikan Al Qur’an pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya anak-anak agar bisa baca tulis Al Quran jauh dari kemaksiatan dan narkoba.

    “Kodim 0402/OKI mendukung penuh dan mengizinkan pembangunan TPA Al-Falah di lahan milik Kodim 0402 OKI-OI, dan juga kami mempersilahkan dan memanfaatkan lahan dan kayu untuk di gunakan membuat meja belajar di TPA, namun silahkan di ajukan dan kami Insya Allah akan acc dan kami akan mendukung penuh pembangunan TPA tersebut sehingga nantinya anak-anak kita bisa baca tulis Al Quran jauh dari kemaksiatan dan narkoba,” ujar Ernanda, Selasa (28/09/2021).

    Hibah lahan dari Kodim 0402/OKI ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung TPA Al-Falah yang bertempat di Komplek Mandiri Kelurahan Paku Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan Selasa (28/09/2021).

    Ketua Panitia Pembangunan TPA Al-Falah, Lettu INF Ahmad Taupik dalam laporannya mengatakan pembangunan Gedung TPA tersebut akan dibangun di lahan milik Kodim 0402/OKI-OI.

    “Gedung yang akan di bangun berukuran 6 X 6 meter dengan rincian dana yang akan dibutuhkan lebih kurang Rp 72 juta, dan pembangunan pagar TPA 20 X 20 meter dengan dana yang akan dibutuhkan Rp 29 juta,” jelas Ahmad Taupik.

    Menurut Taupik, adapun dana yang ada saat ini sebesar lebih kurang Rp 23 juta. Batu bata yang sudah ada sebanyak 15 ribu buah, koral sebanyak 6,5 kubik, pasir 2 mobil dump truck, dan semen sebanyak 210 sak. Semuanya merupakan swadaya murni masyarakat.

    Lebih lanjut Taupik mengharapkan kedepan pembangunan TPA AL-Falah tersebut semoga cepat selesai.

    “Untuk penyelesaian pembangunan gedung ini perlu dukungan dari masyarakat Kelurahan Paku khususnya Warga Komplek Mandiri, Perwira dan Perintis,” ungkapnya.

    Bupati OKI H. Iskandar SE yang diwakili oleh Kabag Kesra Pemkab OKI, Syamsudin, SH.I dalam sambutannya berharap penuh dengan berdirinya TPA ini anak-anak nantinya bisa dan bebas baca tulis Al Quran.

    “Tentunya bisa menjadi imam dalam keluarga dan bisa memimpin baca yasin di lingkungannya, mereka nanti akan terlindung serta menjauhkan anak-anak dari kenakalan remaja dan pengaruh narkoba. Dengan mendekatkan diri dengan agama akan seperti aliran air. Dengan cara baca Al Quran perkaderan generasi Al Quran akan tetap ada,” kata Syamsudin.

    Sementara Kakan Kemenag OKI yang diwakili oleh Kasubag TU H Muazni M.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0402/OKI-OI yang telah mendukung dan berkontribusi kepada generasi penerus agar lebih baik dari generasi kita saat ini.

    “Dan harapan nantinya dengan berdirinya gedung TPA ini dapat melahirkan Qori dan Qoriah yang terbaik dan dapat membentuk generasi yang berakhlak,” pungkasnya.

    Dalam kesempatan ini Bupati H. Iskandar SE melalui Baznas Kabupaten OKI memberikan bantuan dana pembangunan gedung TPA sebesar Rp 5.000.000,-. Acara tersebut di hadiri oleh Camat Kota Kayuagung Iskandar,S.Sos, Kakan Kemenag Kab OKI yang di wakili oleh Kabag TU H Muazni M.Pd.I, Kabag Kesra Pemkab OKI, Syamsudin, SH.I, Ketua Baznas Kab. OKI Drs. H. AM. Nazir Bayd, Lurah Kelurahan Paku, Perangkat Kelurahan dan masyarakat Kelurahan Paku, Komplek Mandiri, Komplek Perwira dan Komplek Perintis.(dhi)

  • Mayat Pemuda Penuh Luka Ditemukan di Pinggir Jalinsum OKI

    Mayat Pemuda Penuh Luka Ditemukan di Pinggir Jalinsum OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Mayat pria ditemukan di Jalan Lintas Sumatera, Kayuagung, Ogan Komering Ilir, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Pada tubuh mayat tanpa identitas itu ditemukan sejumlah luka.

    Lokasi tempat penemuan mayat.
    Kapolsek Kayuagung, AKP Eko Suseno, mengatakan, mayat tersebut diketahui pertama kali oleh anggota Satlantas Polres OKI, Senin pagi sekitar pukul 05:00 WIB. Anggota lantas mendekati pria yang tergeletak di pinggiran jalan tersebut.

    “Mayat yang diprediksi sekitar umur 25 tahun ini ditemukan dengan mengenakan baju kemeja biru dan celana jeans biru oleh petugas Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres OKI,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (27/9/2021).

    Dari hasil pemeriksaan di lapangan, korban ditemukan di pinggir jalan yang berada tidak jauh dari Gedung Olahraga Biduk Kajang. Saat ditemukan, korban dalam posisi tergeletak.

    “Untuk saat ini belum diketahui pasti identitas mayat tersebut, karena saat ditemukan tidak didapati identitas sama sekali disaku celana korban. Dan saat ini kepolisian masih melakukan olah TKP,” ucap Eko.

    Saat ini, lanjut Eko, mayat telah dibawa ke ruang jenazah RSUD Kayuagung guna dilakukan tindakan selanjutnya sambil menunggu jika saja ada keluarga korban yang datang. (misnadi/dhi)

  • Tak Terima Dikhianati, Suami di Mesuji Raya OKI Bacok Selingkuhan Istri

    Tak Terima Dikhianati, Suami di Mesuji Raya OKI Bacok Selingkuhan Istri

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Seorang warga Kecamatan Mesuji Raya, Purwanto (33), mengalami luka bacok pada kepala sebelah kiri (diatas telinga), luka bacok di tangan kiri dan kanan. Warga Desa Sungai Rotan, Kecamatan Mesuji Raya OKI, itu dibacok oleh suami dari perempuan yang diselingkuhinya.

    Pelaku adalah Muhad Solichin (30), warga Desa Embacang, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI. Pelaku membacok Purwanto yang cemburu karena menyelingkuhi istrinya.

    “Jadi korban ini disinyalir berselingkuh dengan seorang wanita yang punya suami. Kemudian si suami mengamuk (membacok) pria selingkuhan istrinya tersebut,” ujar Kapolsek Mesuji Raya Iptu J. Simanjuntak SH dalam keterangan tertulis yang diterima suarapublik.id Minggu (26/9/2021).

    Iptu J. Simanjuntak mengatakan, peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu pelaku yang dibakar api cemburu karena mendapat kabar istrinya berselingkuh langsung berniat mendatangi rumah korban.

    “Diduga dipicu karena pelaku Muhad ini cemburu dengan korban.
    Karena faktor itu pelaku langsung mendatangi rumah korban tanpa berkata apapun pelaku langsung menyerang korban dengan golok,” jelas Simanjuntak.

    “Pelaku menyerang korban dengan golok secara cepat sehingga korban mengalami luka bacok di beberapa titik tubuhnya, usai itu pelaku langsung lari,” imbuhnya.

    Atas kejadian itu, anggota Polsek Mesuji Raya yang mendapatkan informasi peristiwa itu, langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian. Saat itu pelaku tengah berupaya melarikan diri.

    Kapolsek Mesuji Raya Iptu J Simanjuntak SH kemuduan memerintahkan agar untuk segera melakukan penyekatan di jalan arah keluar dari Sungai Rotan.

    Barulah sekira pukul 11.00 WIB pelaku muncul dengan mengendarai sepeda motor, dan langsung dilakukan penyergapan dan pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

    ”Saat ini pelaku berikut barang bukti diamankan di rutan polsek Mesuji Raya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (Dhi)

  • Sisi Lain Kuala Dua Belas, Desa Viral Akibat Styrofoam

    Sisi Lain Kuala Dua Belas, Desa Viral Akibat Styrofoam

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendadak viral lantaran video berdurasi 2 menit tersebar di dunia maya. Video yang direkam orang dewasa tersebut memviralkan tiga anak laki-laki berseragam sekolah dasar (SD), sedang menyeberangi sungai dengan Styrofoam. Video itu diposting ulang jutaan kali oleh warga net. Bahkan mendapat komentar oleh politikus nasional dan mantan pejabat negara.

    Dibalik video viral tersebut, siapa sangka Desa Kuala Dua Belas dihuni oleh warga yang berpenghasilan puluhan juta. Bahkan ada yang memiliki rumah mewah di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.

    Kisah itu diceritakan Jemi, Camat Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Pria ini tahu betul kehidupan warga sekitar. Wajar saja, sebab dia sudah bertugas  di wilayah pesisir timur OKI Sumatera ini sejak 18 tahun lalu.

    “Saya diangkat tahun 1993 langsung ditempatkan di Pantai Timur ini, sehingga tahu betul kehidupan masyarakatnya,” ujarnya dihubungi Sabtu, (25/9/2021) malam.

    Desa Kuala Dua Belas memiliki luas 11.000 Ha dan dihuni oleh 450 an Kepala Keluarga. Jumlah penduduknya mencapai 1.076 orang. Penduduk desa tersebar di beberapa dusun sepanjang muara laut Selat Bangka itu. Penduduk terdiri dari beragam suku. Bugis, Jawa dan di dominasi penduduk lokal.

    “Mereka rukun berdampingan, tidak pernah ada perselisihanan meski beragam suku,” terang Jemi.

    Mata pencaharian utama penduduk disini 40 persen berprofesi sebagai nelayan, 50 persen petambak udang windu, dan sekitar 10 persen pembudidaya burung walet.

    “Secara ekonomi mereka berkecukupan, meski hidup sederhana di desa” tukas Jemi.

    Diceritakan Jemi kehidupan warga di desa ini sangat berdampingan dengan alam. Mereka melaut di Selat Bangka untuk mencari ikan duri atau  disebut warga sekitar baung laut. Ikan tersebut  disalai atau diasap sebelum dijual kepada pengepul yang datang ke desa.

    “Harganya sekitar Rp 45.000 per kg  itu sudah di salai (ikan asap),” terang dia.

    Sementara hasil tambak udang Windu mereka bawa ke Rawa Jitu di Lampung, ke Palembang, bahkan ke Muara Angke Jakarta.

    “Udang Windu itu kalau di Palembang kelas reguler harganya sekitar Rp 62.000 per kg, kalau Black Tiger bisa mencapai Rp 70.000 per kg,” ujar Jemi.

    Untuk penghasilan dari budi daya walet, warga menjual sarang burung tersebut di Palembang. Harganya puluhan juta rupiah per kilogram.

    “Sarang burung walet itu tau sendiri ya, harganya sekitar 8 sampai 10 juta perkilo. Jualnya di Jalan Veteran Palembang” terangnya.

    Meski berpenghasilan puluhan juta, tambah Jemi masyarakat Kuala 12 hidup dengan sederhana.

    “Memang harga sembako mahal disini, karena belinya jauh di daratan” pungkasnya.

    Untuk berbelanja terang jemi masyarakat setempat pergi ke Kalangan  (pasar selang) di Sungai Lumpur, dan Tulung Selapan.

    “Kalau belanjanya banyak mereka ke Muara Angke” ujarnya.

    Sekolahkan Anak di Kota Besar

    Meski berada di pesisir dan jauh dari keramaian, warga Kuala 12 tidak ingin anak-anak mereka terbelakang dan tak mengenyam Pendidikan. Oleh karena itu mereka mengirim anak-anaknya untuk bersekolah dan kuliah di kota-kota besar seperti Palembang dan Jakarta.

    Untuk menyekolahkan anak ini mereka membeli atau menyewa rumah di kota-kota tersebut.

    “Kalau di Palembang sekitaran kampus di daerah Plaju, kalau di Jakarta sekitar Pantai Indah Kapuk, ada juga di kota-kota lain seperti Bandung dan Yogyakarta” ujar Jemi.

    Video Viral Bikin Resah Warga

    Diutarakan Jemi warga Desa Kuala 12 dibuat resah oleh video yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. Warga merasa terusik ketenangannya.

    Adapun perekam video tersebut bukan penduduk setempat. Dia adalah pendatang yang sedang cari nafkah di desa.

    “Teknisi alat berat asalnya dari Lampung, bekerja lahan tambak milik warga. Dia belum tahu kebiasaan-kebiasaan warga. Anak-anak disini sudah terbiasa dengan air. Bahkan mereka mampu menyeberangi sungai selebar 120 meter ini dengan berenang,” tutur Jemi.

    Dia berharap warga bisa menahan diri. Untuk itu Sabtu (24/9) malam dia bersama Kapolsek, Danramil Tulung Selapan menginap di Desa Kuala Dua Belas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga menghimbau orang tua siswa tak lagi membiarkan anak-anak menyebrang sungai dengan styrofoam.

    Jemi berharap setelah kehebohan ini warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Menjalani hidup mereka yang mesra dengan alam. (Adi)