oleh

Pemkab OKI Turut Hadiri Dies Natalis ke-59 FK Unsri

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir turut serta secara virtual dalam acara Dies Natalis Fakultas Kedokteraan (FK) ke-59 Universitas Sriwijaya (Unsri). Sidang senat dibuka langsung oleh Ketua Senat dr. Elza Iskandar, Sp. M (K)., Mars. Dan diakhiri dengan orator Ilmiah dari dr. Rudolf Frans Maulany M.Sc (OM)., CIHM yang merupakan Medical Officer at United Nations

“Di tahun 2025 kita akan menjadi Fakultas Kedokteran terkemuka di Asia Tenggara yang berbasis pendidikan, penelitian dan pelayanan di bidang Ilmu Kedokteraan dan Kesehatan,” terang dr. Syarid Husin, MS, Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, Senin (04/10/2021).

Syarif menambahkan, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya memiliki lebih dari 20 Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Jejaring Pendidikan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE., IPU, Rektor Universitas Sriwijaya mengatakan, harus terbuka dengan kecanggihan teknologi dan cepat beradaptasi.

“Kecanggihan yang ada harus bisa dioptimalkan untuk menambah kapasitas kita, kemampuan kita untuk memberikan lulusan tanaga kesehatan terbaik berstandar internasional,” kata Anis.

Gubernur Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs.H.M.Riza Fahlevi, MM dalam kesempatan tersebut, tidak bosan mengingatkan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan 6M, 3T plus Vaksinasi.

Rizal mengatakan, Fakultas Kedokteran Unsri merupakan kumpulan orang-orang hebat.

“Civitas FK Unsri ini bisa kami simpulkan dalam satu kata “‘HEBAT”. H itu Hubungan yang harmonis, E itu Empati antar Civitas Akademika; B-nya itu belajar, belajar, belajar. A dalam kata Hebat, administrasi sesuai dengan prosedur dan amanah, serta T itu Fakultas Kedokteran Unsri itu Terdepan”, katanya.

Di akhir sesi, para peserta mendengarkan orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Rudolf Frans Maulany M.Sc (OM)., CIHM, (72 tahun) yang merupakan Medical Officer at United Nations ini alumni FK Unsri tahun 1969, dan saat ini menetap di Belanda.

Rudolf menyampaikan pandemi Covid-19 ini berdampak pada tidak hanya kesehatan secara fisik tetapi juga kesehatan mental. Terutama untuk tenaga kesehatan yang lebih rentan dua kali dan tiga kali lebih tinggi dibanding masyarakat pada umumnya.

“Pencegahan diperlukan terutama bagi tenaga kerja kesehatan dengan mempersiapkan Contigency Plan (Rencana Darurat), serta Standard Operational Prosedure (SOP) yang melibatkan semua pihak terhadap Covid-19 dan wabah lainnya,” jelasnya.

“Semoga Covid-19 ini cepat berlalu, dan kita bisa bertemu secara langsung serta beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si mengatakan, patut mengapresiasi usaha dan kinerja Tenaga Kerja Kesehatan.

“Kita patut apresiasi kinerja para Tenaga Kerja Kesehatan yang telah berjuang bahkan tak sungkan mempertaruhkan nyawa. Maka, cara kita untuk mengapresiasinya dengan displin Protokol Kesehatan dan segera Vaksinasi, agar pandemi ini segera usai dan kita bisa hidup dengan bebas seperti dulu lagi,” tandasnya. (Dhi)

Komentar

Berita Hangat Lainya