SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM– Panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sampai mengganggu arus lalu lintas membuat Polres Pagar Alam bersama Pemkot Pagar Alam bergerak cepat.
Sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan untuk mengurai antrean, mengatur lalu lintas, sekaligus mengawasi dugaan aktivitas pelangsir BBM yang dinilai memperparah kepadatan.
Keluhan warga terkait antrean panjang di SPBU sudah sering terdengar. Kendaraan yang mengular tidak hanya menghambat pengisian BBM, tapi juga memakan badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lain.
Di tengah kondisi itu, muncul dugaan aktivitas pelangsir sebagai salah satu penyebab antrean semakin panjang. Modusnya, mengisi BBM berulang kali atau menggunakan jerigen untuk dijual kembali.
Kabag Ops Polres Pagar Alam Kompol Mursal Mahdi MM mengatakan, pengerahan personel merupakan respons atas keluhan masyarakat.
“Kegiatan ini untuk menindaklanjuti keluhan antrean di SPBU yang berdampak ke kelancaran lalu lintas. Personel kita turunkan agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Mursal, Senin (14/9/2026).
Selain mengatur arus kendaraan, petugas juga diminta melakukan pengawasan ketat. Targetnya mencegah praktik pelangsir yang mengantre berulang atau mengisi BBM tidak sesuai ketentuan.
“Pengawasan juga penting. Kami pastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperpanjang antrean dan membuat resah masyarakat,” tegasnya.
Dalam pengamanan ini, Polres Pagar Alam juga menggandeng pengelola SPBU. Polisi meminta pihak SPBU ikut aktif mengatur antrean dan membuat sistem pelayanan agar kendaraan tidak meluber ke jalan raya.
“Penanganan ini tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Diperlukan kerja sama semua pihak agar antrean tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan,” tegas Mursal.
Dengan adanya 60 personel di lapangan, Polres berharap masyarakat merasa aman dan antrean bisa lebih tertib. Sementara pengawasan terhadap pelangsir diharapkan mampu memutus rantai penyebab kemacetan di sekitar SPBU.
Penulis : Delta Handoko
Editor : Jaks


















