Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU

- Redaksi

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fhoto : polres pagar alam kerahkan personel awasi sejumlah spbu

fhoto : polres pagar alam kerahkan personel awasi sejumlah spbu

SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM– Panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sampai mengganggu arus lalu lintas membuat Polres Pagar Alam bersama Pemkot Pagar Alam bergerak cepat.

 

Sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan untuk mengurai antrean, mengatur lalu lintas, sekaligus mengawasi dugaan aktivitas pelangsir BBM yang dinilai memperparah kepadatan.

 

Keluhan warga terkait antrean panjang di SPBU sudah sering terdengar. Kendaraan yang mengular tidak hanya menghambat pengisian BBM, tapi juga memakan badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lain.

 

Di tengah kondisi itu, muncul dugaan aktivitas pelangsir sebagai salah satu penyebab antrean semakin panjang. Modusnya, mengisi BBM berulang kali atau menggunakan jerigen untuk dijual kembali.

 

Kabag Ops Polres Pagar Alam Kompol Mursal Mahdi MM mengatakan, pengerahan personel merupakan respons atas keluhan masyarakat.

 

“Kegiatan ini untuk menindaklanjuti keluhan antrean di SPBU yang berdampak ke kelancaran lalu lintas. Personel kita turunkan agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Mursal, Senin (14/9/2026).

 

Selain mengatur arus kendaraan, petugas juga diminta melakukan pengawasan ketat. Targetnya mencegah praktik pelangsir yang mengantre berulang atau mengisi BBM tidak sesuai ketentuan.

 

“Pengawasan juga penting. Kami pastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperpanjang antrean dan membuat resah masyarakat,” tegasnya.

 

Dalam pengamanan ini, Polres Pagar Alam juga menggandeng pengelola SPBU. Polisi meminta pihak SPBU ikut aktif mengatur antrean dan membuat sistem pelayanan agar kendaraan tidak meluber ke jalan raya.

 

“Penanganan ini tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Diperlukan kerja sama semua pihak agar antrean tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan,” tegas Mursal.

 

Dengan adanya 60 personel di lapangan, Polres berharap masyarakat merasa aman dan antrean bisa lebih tertib. Sementara pengawasan terhadap pelangsir diharapkan mampu memutus rantai penyebab kemacetan di sekitar SPBU.

Penulis : Delta Handoko

Editor : Jaks

Berita Terkait

Hiburan Malam Berujung Petaka, 1 Nyawa Melayang di Sandar Angin Pagar Alam
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM
Satu Meja, Satu Tujuan, Demi Lapas yang Lebih Manusiawi Walikota Pagar Alam Terima Kunjungan Ditjenpas Sumsel
Jaga Harga Pangan, Pemkot Pagar Alam dan BULOG Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Nendagung
Ketat! 209 Tahanan Lapas Pagaralam Direlokasi ke Keban Agung Baru dengan Pengawalan Gabungan
Tengah Kemarau, Polres Pagar Alam Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Tanah Pilih
Tak Ada Kompromi, Polres Pagar Alam Copot Dua Personel Berulah Secara Tidak Hormat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:39 WIB

Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Hiburan Malam Berujung Petaka, 1 Nyawa Melayang di Sandar Angin Pagar Alam

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM

Jumat, 11 September 2026 - 11:21 WIB

Satu Meja, Satu Tujuan, Demi Lapas yang Lebih Manusiawi Walikota Pagar Alam Terima Kunjungan Ditjenpas Sumsel

Berita Terbaru

fhoto : polres pagar alam kerahkan personel awasi sejumlah spbu

Pagar Alam

Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU

Senin, 14 Sep 2026 - 16:39 WIB

Empat Lawang

Kejari Empat Lawang Eksekusi Uang Pengganti Korupsi 1,6 Milyar

Senin, 14 Sep 2026 - 16:37 WIB