Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fhoto : kajari kota pagar alam ira febrina

fhoto : kajari kota pagar alam ira febrina

SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM-Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumsel Babel cabang Pagar Alam masih berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pagar Alam saat ini fokus melengkapi alat bukti dan menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara.

 

Kepala Kejari Pagar Alam, Ira Febrina, mengatakan tim penyidik masih melakukan pendalaman secara materiil terhadap perkara tersebut.

 

“Penyidikan perkara KUR Bank Sumsel Babel masih dalam proses dan terus berlangsung. Saat ini tim penyidik melakukan pendalaman secara materiil dan melengkapi alat bukti,” ujar Ira didampingi Kasi Pidsus Kejari Pagar Alam, Andy Pranomo.

 

Ira menjelaskan, penyidikan juga disesuaikan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru berlaku. Penyesuaian itu dilakukan agar setiap tahapan tidak menyimpang dari kaidah hukum.

 

“Seiring telah berlakunya KUHAP yang baru, secara otomatis tim penyidik juga menyesuaikan beberapa kaidah dan norma yang berlaku dalam hukum acara yang baru,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, Selain pengumpulan alat bukti, penyidik juga masih menunggu hasil audit dari ahli untuk menghitung besaran kerugian negara.

 

“Tak hanya berkutat pada pengumpulan alat bukti, penyidik juga masih menunggu proses perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut,” kata Ira.

 

Menurutnya, perhitungan oleh ahli yang berkompeten diperlukan agar nilai kerugian dapat diketahui secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

 

Kasi Pidsus Kejari Pagar Alam, Andy Pranomo, menegaskan penyidikan dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas.

 

“Kami menegaskan bahwa penyidikan hingga saat ini dilakukan secara profesional dan berintegritas,” tegas Andy.

 

Kejari Pagar Alam meminta dukungan masyarakat agar proses hukum berjalan lancar. Warga juga diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

 

“Kami memohon dukungan dari masyarakat Kota Pagar Alam agar proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Pagar Alam dapat berjalan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap berita hoaks terkait penyidikan yang kami lakukan,” pungkasnya.

Penulis : Delta Handoko

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM
Satu Meja, Satu Tujuan, Demi Lapas yang Lebih Manusiawi Walikota Pagar Alam Terima Kunjungan Ditjenpas Sumsel
Jaga Harga Pangan, Pemkot Pagar Alam dan BULOG Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Nendagung
Ketat! 209 Tahanan Lapas Pagaralam Direlokasi ke Keban Agung Baru dengan Pengawalan Gabungan
Tengah Kemarau, Polres Pagar Alam Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Tanah Pilih
Tak Ada Kompromi, Polres Pagar Alam Copot Dua Personel Berulah Secara Tidak Hormat
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Penerbangan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Alami Pembatalan
Damkar Kewalahan Atasi Karhutlah Di Kawasan Dempo Selatan,Setiap Hari Laporan Titik Api Datang Bertubi-tubi 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM

Jumat, 11 September 2026 - 11:21 WIB

Satu Meja, Satu Tujuan, Demi Lapas yang Lebih Manusiawi Walikota Pagar Alam Terima Kunjungan Ditjenpas Sumsel

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

Jaga Harga Pangan, Pemkot Pagar Alam dan BULOG Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Nendagung

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WIB

Ketat! 209 Tahanan Lapas Pagaralam Direlokasi ke Keban Agung Baru dengan Pengawalan Gabungan

Berita Terbaru