Bukan Overdosis, Pengunjung Club 41 Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arena Club 41 DA. (Photo: Kiki Nardance)

Arena Club 41 DA. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait Viral di Medsos (media sosial) pesan berantai yang heboh dengan adanya seorang pria diduga meninggal dunia di Diskotek Darma Agung (DA) Club 41 Palembang, diduga overdosis, tenyata tidak benar.

Pihak keluarga, memastikan korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung, sekaligus membantah rumor mengenai overdosis tersebut.

Peristiwa itu berawal saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal.

Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada. Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama.

Petugas langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria. Setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Sanggahan mengenai dugaan overdosis diperkuat oleh pernyataan langsung dari istri korban yang mendampingi di rumah sakit. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung kronis.

“Suami saya memang sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan, jantungnya sudah dipasang ring,” ungkap istri korban, saat memberikan keterangan kepada petugas.

Pihak keluarga menyayangkan adanya isu liar yang berkembang tanpa fakta medis yang jelas.

Sementara, pihak Darma Agung Club 41 Yaperius menyatakan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dirinya juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan (K3) dengan membantu proses evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Saya harapkan masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax) yang dapat menambah duka bagi keluarga korban,” tutur Yaperius. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

Plt Bupati Muara Enim, Sumarni saat diwawancarai usai penyerahan SK tugas di Griya Agung Palembang, Rabu (10/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Gantikan Bupati, Sumarni Pastikan Seluruh Proyek 2026 Tetap Jalan

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:21 WIB