WCC Palembang Edukasi Perempuan tentang Kesehatan Menstruasi dan Penggunaan Cindo-Pads

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Akses terhadap informasi mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan bagian dari hak dasar anak yang sangat penting dalam melindungi mereka dari berbagai risiko serius, seperti perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, serta masalah kesehatan reproduksi yang dapat berdampak jangka panjang.

 

Dengan latar belakang ini, Women Crisis Center (WCC) Palembang mengambil inisiatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai pentingnya hak atas kesehatan reproduksi dan kesehatan menstruasi.

 

Saat momen car free day (CFD), Minggu (26/7/2026) di KIF Park Kambang Iwak Palembang,  WCC Palembang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi yang difokuskan pada penggunaan pembalut kain ramah lingkungan bernama Cindo-Pads.

 

Menurut Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani sosialisasi ini juga bagian upaya kolaboratif WCC Palembang dengan Rumah Berlindung Palembang.

 

Menurut Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani sosialisasi ini juga bagian upaya kolaboratif WCC Palembang dengan Rumah Berlindung Palembang. Ia mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada para perempuan usia produktif tentang bagaimana menjaga kesehatan menstruasi dengan cara yang sehat, aman, dan nyaman.

 

“Kami ingin memastikan bahwa para perempuan tidak hanya memahami hak-hak mereka dalam hal kesehatan reproduksi, tetapi juga mengetahui pilihan-pilihan produk yang dapat mendukung kesehatan mereka dengan lebih baik,” ujar Yessy.

 

 

Pembalut Kain Ramah Lingkungan

 

Pembalut kain Cindo-Pads menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini karena memiliki keunggulan sebagai produk yang dapat digunakan berulang kali, ramah lingkungan, dan lebih ekonomis dibandingkan pembalut sekali pakai biasa.

 

Penggunaan pembalut kain ini diharapkan dapat membantu mengurangi limbah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan, sekaligus memberikan solusi praktis bagi remaja yang mungkin mengalami keterbatasan akses terhadap produk kesehatan menstruasi.

 

Selain pengenalan produk, WCC Palembang juga memberikan penjelasan tentang bagaimana menjaga kebersihan saat menstruasi, pentingnya mengganti pembalut secara teratur, serta tanda-tanda gangguan kesehatan reproduksi yang harus diwaspadai.

 

Edukasi ini sangat penting mengingat masih banyak mitos dan stigma yang berkembang di masyarakat terkait menstruasi, yang seringkali membuat remaja perempuan merasa malu atau takut untuk berdiskusi terbuka tentang kondisi tubuh mereka.

 

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Banyak warga yang merasa terbantu dengan informasi yang diberikan, terutama mengenai bagaimana cara merawat pembalut kain dan manfaat jangka panjang bagi kesehatan.

 

“Saya baru tahu kalau pembalut kain itu bisa dipakai ulang dan lebih aman untuk kesehatan. Ini sangat membantu saya dan teman-teman supaya lebih percaya diri saat menstruasi,” kata Fairuz, mahasiswi FH Unsri saat olahraga pagi di KIF Park.

 

WCC Palembang menekankan bahwa pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi bukan hanya soal akses terhadap produk kesehatan, tetapi juga pemahaman yang benar tentang tubuh dan hak-hak perempuan.

 

Melalui sosialisasi ini, WCC Palembang mengajak semua pihak bersama-sama mendukung pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi para perempuan.

 

Langkah kolaboratif ini sangat penting agar setiap perempuan lebih sehat, berdaya, dan terlindungi.

 

Kegiatan sosialisasi pembalut kain Cindo-Pads yang digelar oleh WCC Palembang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi dan pemberdayaanperempuan dapat dilakukan secara efektif, dengan pendekatan yang menyentuh aspek kesehatan, lingkungan, dan sosial sekaligus.

 

Dengan semakin banyaknya program seperti ini, diharapkan para perempuan di usia profuktif dapat memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi dan produk yang mendukung kesehatan reproduksi mereka.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet
Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
Ketua DPM FH UM Palembang Kecam Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa dan Jurnalis di Mapolda Sumsel
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB