EMLAT LAWANG, SUARAPUBLIK.ID – Akibat kabut asap yang melanda di Kabupaten Empat Lawang, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, Dery Kurniawan, mengatakan peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi cuaca kering berlangsung lama dan memperburuk kualitas udara akibat debu maupun kabut asap. “Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi ISPA saat ini meningkat secara signifikan. Hal ini karena beberapa bulan terakhir menghadapi kemarau panjang,” ujar Dery saat dibincangi di ruang tugasnya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga. Paparan debu serta asap dapat memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Perkembangan kasus ISPA selama Oktober menunjukkan fluktuasi mulai tanggal 2 Oktober sampai sekarang, ” Data harian terus diperbarui agar kondisi lapangan diketahui secara akurat dan langkah penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.” Ungkapnya
Lanjut, Dery menjelaskan. Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, Dinas Kesehatan menyiapkan posko pelayanan di 10 Puskesmas. Fasilitas ini ditujukan bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan, termasuk yang terdampak kabut asap. “Kami sudah mempersiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak ISPA. Di 10 puskesmas, kita menyiapkan posko kesehatan. Silakan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap atau ISPA untuk datang ke puskesmas,” kata Dery.
Dery juga menegaskan pelayanan kesehatan disiagakan selama 24 jam, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan di luar jam pelayanan biasa. Selain menyiapkan pelayanan, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk melakukan pencegahan.
“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Aktivitas di luar ruangan agar dikurangi, kemudian menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” ujar Dery.
Lebih lanjut, Dery menghimbau kepada Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan, mencukupi waktu istirahat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di tengah paparan debu atau asap. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan karena kelompok tersebut lebih rentan. Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan yang semakin berat, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Imbuhnya
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















