BPS Catat Sumsel Alami Inflasi Sebesar 1,20 Persen Sepanjang Tahun 2024

- Redaksi

Kamis, 2 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menyampaikan untuk pengendalian inflasi di awal tahun 2025, di Griya Agung, Palembang. Kamis (2/1/2025). Foto: Adetia

Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menyampaikan untuk pengendalian inflasi di awal tahun 2025, di Griya Agung, Palembang. Kamis (2/1/2025). Foto: Adetia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami inflasi sebesar 1,20 persen sepanjang tahun 2024.

“Sumatera Selatan mengalami inflasi secara tahunan (yoy) pada 2024 sebesar 1,20 persen, yang disumbang oleh lima komoditas utama dengan total andil sebesar 1,13 persen yakni emas, daging ayam ras, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih. Ini merupakan capaian yang luar biasa untuk Sumsel,” ujar Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto, Kamis (2/12025).

Ia menjelaskan melihat tren perkembangan inflasi setiap bulan di tahun 2024, ada tujuh bulan yang mengalami inflasi dan inflasi tertinggi terjadi di bulan November yakni sebesar 0,58 persen dan terendah di bulan Februari sebesar 0,01 persen.

“Catatan peristiwa sepanjang tahun 2024 yang sangat mempengaruhi pergerakan tingkat inflasi dan deflasi yakni adanya penyesuaian harga BBM non subsidi, kenaikan harga emas, pengaruh cuaca ekstrem, kenaikan harga minyak goreng, kenaikan tarif angkutan udara, dan upaya konsisten pengendalian inflasi pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan dilihat trennya cukup tinggi secara tahunan (yoy) di awal tahun 2024 yaitu 3,35 persen. Hal ini terus menurun hingga di bulan Desember inflasi tahunan sebanyak 1,2 persen.

“Bahkan inflasi ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebanyak 3,1 persen,” ungkapnya.

Kemudian capaian inflasi di empat kabupaten/kota di Sumsel yang tertinggi secara bulan Desember (mtm) yakni Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar 0,7 persen, sementara yang terendah di Kota Palembang sebesar 0,42 persen.

Kemudian untuk inflasi tahunan yang tertinggi di Kabupaten OKI sebesar 1,48 persen dan terendah di Kabupaten Muara Enim sebesar 0,74 persen.

“Kami sampaikan komoditas penyumbang inflasi atau deflasi terbesar sepanajang bulan Desember 2024 ini untuk menjadi perhatian adalah komoditas cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, dan minyak goreng menjadi komoditas penyumbang inflasi di hampir setiap kabupaten/kota. Kemudian yang menyumbangkan deflasi di setiap kabupaten/kota adalah komoditas tomat,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menyampaikan untuk pengendalian inflasi di awal tahun 2025 akan semakin digencarkan guna mengantisipasi dampak penerapan kenaikan UMP dan UMSP.

“Kita akan mengembangkan beberapa komoditas kita yang belum cukup kuat yaitu hortikultura terutama yang tadi biasa yang kita selalu pakai adalah tomat, bawang merah. Untuk itu gerakan menanam serentak yang biasa sudah kita lakukan, kemudian mandiri pangan, goes to school, dan mandiri pangan goes to office akan kita kembangkan lagi terutama kita harus hitung untuk nanti di bulan ramadhan dan lebaran,” kata Elen.

Ia menyebut rencana menggencarkan kembali program pengendalian inflasi akan dimulai minggu depan.

“Pemerintah juga akan melanjutkan kerjasama antar daerah (KAD) untuk penyediaan bawang merah dari daerah Berebes dan cabai dari daerah Sulawesi Selatan,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Sky Lounge The Excelton Palembang Hadir dengan Konsep Baru dan Pilihan Menu yang Lebih Beragam
JPU KPK Ungkap Harga Smartphone Jauh di Bawah SSH, Pesanan ke Prinsipal Rp77–85 Juta
Karmidi Bongkar Rp300 Juta dan Arahan Abi Nurwardani dalam Proyek Chromebook Muara Enim
Tujuh Penggugat Yayasan UBD Palembang Mengajukan Banding
Menhut Raja Juli Peringatkan Sanksi Bagi Korporasi Pembakar Hutan di Sumsel
Herman Deru Harap Menkeu Baru Perhatikan Anggaran Daerah
Anak Kandung Tega Gelapkan Mobil Ibunya Sendiri
Linknet Perkuat Jaringan di Palembang, Dorong Konektivitas Bisnis dan Transformasi Digital

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:32 WIB

Sky Lounge The Excelton Palembang Hadir dengan Konsep Baru dan Pilihan Menu yang Lebih Beragam

Rabu, 16 September 2026 - 15:27 WIB

JPU KPK Ungkap Harga Smartphone Jauh di Bawah SSH, Pesanan ke Prinsipal Rp77–85 Juta

Rabu, 16 September 2026 - 15:25 WIB

Karmidi Bongkar Rp300 Juta dan Arahan Abi Nurwardani dalam Proyek Chromebook Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 - 15:22 WIB

Menhut Raja Juli Peringatkan Sanksi Bagi Korporasi Pembakar Hutan di Sumsel

Rabu, 16 September 2026 - 15:20 WIB

Herman Deru Harap Menkeu Baru Perhatikan Anggaran Daerah

Berita Terbaru

Sumsel

Skrining HIV, Langkah Awal Menjaga Warga Binaan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:25 WIB