Berantas Nyamuk, Puskesmas Suak Tapeh Turun Ke Desa-Desa

- Redaksi

Kamis, 11 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Berbagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penularan demam berdarah telah dilakukan, tetapi demam berdarah dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan.

Menyikapi hal tersebut, Petugas dari Puskesmas Suak Tapeh turun langsung ke desa – desa untuk melaksanakan program Pemberantasan sarang nyamuk. Seperti hari ini, Kamis (11/1) pihak Puskesmas Suak Tapeh turun ke Desa Air Senggeris dengan mengecek bak penampungan air warga.

Kegiatan ini sebagai bentuk upaya melawan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah, dan malaria. Memusnahkan sarang nyamuk, serta mencegah terjadinya penularan penyakit melalui gigitan nyamuk.

Petugas Puskesmas Suak Tapeh Darwin AM Kep didampingi Sri Sumarni mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan kesadaran kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan bak penampungan air.

“Untuk mencegah DBD yang disebabkan oleh nyamuk kami mengingatkan warga masyarakat Desa Air Senggeris untuk selalu membersihkan bak penampungan air sebulan dua kali. Setelah air dikuras bak tersebut disikat sampai bersih,” ujar Darwin.

Menurut Darwin, dalam kegiatan ini pihaknya juga memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan upaya penanggulangannya tentang cara memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang rawan menjadi sarang nyamuk.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berhasil dalam upaya mewujudkan kehidupan warga Desa Air Senggeris yang lebih sehat dan berkualitas,”harap dia seraya menyebut bahwa dalam kegiatan ini pihaknya juga membagikan Abate kepada warga masyarakat.

Selain itu Darwin menerangkan, biasanya kalau sudah musim hujan seperti saat ini, banyak genangan air. Dan jentik nyamuk.”Untuk kita imbau masyarakat Air Senggeris khusunya, umumnya masyarakat Suak Tapeh untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Ia mengatakan penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan ditandai dengan demam tinggi yang mendadak. Biasanya pasien DBD mengeluhkan demam tinggi dan juga beberapa bahan tambahan lain seperti bintik merah di kulit. Kebanyakan kasus DBD yang terjadi pada usia anak-anak.

“Selanjutnya jika ada masyarakat yang merasakan gejala tersebut dan demam tinggi yang tidak turun-turun maka untuk segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat,” imbuh dia.

Darwin juga mengingatkan masyarakat untuk banyak konsumsi air putih, makan berkuah, makan sayur dan buah. Untuk menghindari meningkatnya kasus DBD.

“Kembali kami menghimbau kepada warga masyarakat agar rajin membersihkan tempat penampung air. Selain itu tempat penampungan air ditutup rapat. Sehingga jentik nyamuk tidak hidup,” pungkas dia.

Sementara Kades Air Senggeris Ardiansyah yang turut mendampingi langsung petugas Puskesmas Suak Tapeh tersebut sangat mengapresiasi dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Desa Air Senggeris untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan apalagi saat ini telah memasuki musim penghujan dan sangat rawan serangan DBD yang diakibatkan dari nyamuk.

“Saya ingatkan kepada warga Air Senggeris air jangan sampai tergenang dan lingkungan rumah harus bersih. Siring pembuangan air jangan sampai terhambat dan buanglah sampah pada tempat nya,” ungkap Ardiansyah. (Adm).

Berita Terkait

188 KK di Desa Gasing Minta Kepastian Hukum Lahan, Harap Perhatian Presiden RI
BAZNAS Banyuasin Salurkan Daging Kurban kepada 360 Penerima Manfaat melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa
Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi
Grebek Ruko di Banyuasin, Polda Sumsel Amankan Puluhan Ribu Botol Miras Palsu Senilai Ratusan Juta
Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani, SH., MH Jadi Narasumber Pelatihan Dasar CPNS 2026
Pidsus Kejari Banyuasin Tahan Kades Aktif Dua Periode Sebokor, Diduga Korupsi Dana Desa Rp418 Juta
Warga Kenten Laut Somasi PERUMDA PDAM Tirta Betuah Banyuasin: 10 Tahun Air Mengalir Tanpa Kepastian
Kisah “Kebucinan” di Balik Gurihnya Pempek Abin Anisa, Lewat Marketplace Dilirik Hingga Mancanegara

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:01 WIB

188 KK di Desa Gasing Minta Kepastian Hukum Lahan, Harap Perhatian Presiden RI

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:44 WIB

BAZNAS Banyuasin Salurkan Daging Kurban kepada 360 Penerima Manfaat melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:01 WIB

Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi

Kamis, 16 April 2026 - 20:46 WIB

Grebek Ruko di Banyuasin, Polda Sumsel Amankan Puluhan Ribu Botol Miras Palsu Senilai Ratusan Juta

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:40 WIB

Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani, SH., MH Jadi Narasumber Pelatihan Dasar CPNS 2026

Berita Terbaru