Belasan Pelajar SMP 9 di OKI Diduga Keracunan MBG

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa diduga keracunan usai santap MBG saat dirawat di Puskesmas. (Photo: Istimewa)

Siswa diduga keracunan usai santap MBG saat dirawat di Puskesmas. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Belasan pelajar SMP Negeri 9 di Ogan Komering Ilir (OKI) diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG), Selasa (23/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Setidaknya ada 12 orang siswa mengalami gejala pusing, mual, muntah dan sesak napas.

Belasan siswa tersebut dilarikan ke Puskesmas Sukaraya untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Kepala SMP Negeri 9 OKI Yanti Yusipa menerangkan bahwa sebagian siswa yang dirawat di puskemas sudah pulang ke rumah.

“Alhamdulillah, untuk sebagian siswa sudah pulang ke rumah. Dua siswa masih diinfus karena mengalami muntah-muntah usai santap MBG,” terang Yanti, Rabu (24/9/2025).

Kata Yanti, berdasarkan keterangan siswa bahwa peristiwa tersebut muncul usai siswa menyantap menu ayam di MBG.

“Ayam itu juga berwarna kebiruan,” kata Yanti.

Sebelumnya, lanjut Yanti, pihaknya sempat menerima pesan singkat dari katering selaku pengelola MBG pada pukul 10.00 WIB.

“Iya pihak katering sempat mengirim pesan untuk meminta sekolah membatalkan pembagian MBG karena dikhawatirkan ada menu yang basi, terutama ayam goreng. Namun, pesan itu dikirim ketika makanan sudah terlanjur dibagikan kepada siswa,” jelas Yanti.

Lebih lanjut Yanti mengatakan, bahwa kondisi tersebut dipicu korsleting listrik di salah satu katering dapur umum, sehingga menyebabkan makanan tidak tersimpan dengan baik.

“Kami mendukung program MBG ini, tetapi penting agar makanan yang dibagikan benar-benar aman dan higienis. Kami minta agar kejadian ini tidak terulang kembali,” pinta Yanti.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan OKU Afua Amuri menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti peristiwa tersebut.

“Kami akan cek ke lapangan mengenai peristiwa tersebut,” kata Afua. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB