PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pelarian komplotan begal yang menganiaya seorang anggota polisi saat sedang nyambi menjadi tukang ojek pangkalan (opang) akhirnya terhenti. Tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil diringkus Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang.
Ketiga tersangka masing-masing Feri Irawan, Fauzi Syukri yang merupakan ayah kandung Feri, serta Fitrianti. Feri dan Fauzi diketahui merupakan warga Jalan Wirajaya VI, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, sementara Fitrianti tercatat sebagai warga Kabupaten Banyuasin.
Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda pada Senin (10/8/2026). Fauzi diamankan di rumahnya. Sedangkan Feri bersama kekasihnya, Fitrianti, ditangkap di kawasan Jalan Bypass Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana membenarkan penangkapan ketiga pelaku yang diduga terlibat dalam pembegalan sepeda motor milik anggota polisi yang berdinas di Dokkes Polda Sumsel.
“Tersangka sudah dapat. Tunggu yah, lagi pengembangan,” kata Musa saat dikonfirmasi, Senin (10/8).
Sebelumnya, anggota polisi bernama Januardo Eko Satria menjadi korban begal saat mencari penumpang sebagai tukang ojek pangkalan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Inspektur Marzuki, tepatnya di samping SDN 25, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Jumat (7/8) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh istri korban, Ema Huzairoh (44), ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Minggu (9/8) malam.
Saat membuat laporan, Ema mengatakan suaminya biasa mencari penumpang dari bus-bus luar kota yang berada di kawasan Palembang.
“Suami saya itu ngojek Pak, yang mencari penumpang dari mobil-mobil bus luar kota,” ungkap Ema.
Menurut keterangan korban kepada istrinya, saat itu Januardo mendapatkan penumpang dari Jalan Soekarno-Hatta. Penumpang tersebut terdiri dari seorang perempuan dan laki-laki yang meminta diantarkan ke suatu lokasi.
Namun, sesampainya di lokasi kejadian, situasi berubah. Korban diduga langsung diserang para pelaku.
Januardo dihantam menggunakan kayu balok pada bagian kepala dan ditusuk di bagian perut. Setelah korban tak berdaya, para pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat tahun 2019 warna putih dengan nomor polisi BG 6384 ACK.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami empat luka tusuk di bagian perut, memar pada wajah bagian kiri dan kanan, luka robek di bawah mata dan bibir, serta sejumlah luka sayatan pada kedua lengannya.
Ema berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat segera dituntaskan.
“Saya berharap laporan ini segera diproses dan pelaku ditangkap Pak,” ujarnya.
Kini, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan dan pengembangan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang untuk mengungkap lebih jauh peran masing-masing dalam aksi begal tersebut.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks

















