Angka Stunting Pagar Alam Terendah di Sumsel

- Redaksi

Senin, 21 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DP2KBP3A Pagar Alam, Minarni. (Photo: Delta Handoko)

Sekretaris DP2KBP3A Pagar Alam, Minarni. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Mengatasi permasalahan stunting di Kota Pagar Alam Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pagar Alam tengah gencar melakukan sosialisasi penurunan angka stunting di Kota Pagar Alam.

“Untuk mengatasi permasalahan stunting ini, kita telah membentuk tim percepatan penurunan stunting, mulai dari tingkat Kota hingga Kelurahan, ada pula tim pendampingan mulai dari tingkat Kelurahan,” Sekretaris DP2KBP3A Pagar Alam, Minarni.

Mengenai sosialisasi permasalahan stunting sendiri, dikatakan Minarni, hingga sekarang ini masih terus berjalan, sedangkan untuk pendampingan bila ada yang stunting, dimintakan kepada para kader pendamping jangan sampai lengah.

“Pengentasan masalah stunting lebih kepada kerja tim, kami pun lebih kependekatan ke orangtua dan masyarakat, untuk tidak menganggap sepele masalah stunting ini, karena stunting itu bukan semata-mata dari faktor keturunan,” jelasnya.

Minarni mengungkapkan, berdasarkan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Provinsi Sumsel, terkait evaluasi pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting dan kebijakan kelembagaan TPPS di Provinsi Sumsel, untuk masalah stunting Kota Pagaralam termasuk terendah, dengan berada di kisaran angka 24.

“Tren prevalensi balita stunting per-Kabupaten/Kota tahun 2019 dan tahun 2021, angka stunting di tahun 2019 dari 39,19 dan di tahun 2021 turun menjadi 15,50. Dan secara tingkat Provinsi Sumsel di tahun 2021 24,80, begitu juga di tingkat Nasional 24,40,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB