Anggota DPR Sumsel Ingatkan PJ Gubernur tak Ganti Jajaranya Jelang Pilkada 

- Redaksi

Minggu, 29 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Beredar Isu adanya pergantian perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Sumsel jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bisa ganggu kinerja pemerintahan serta dianggap tak Etis.
Hal ini dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel dari Partai Demokrat Chairul S Matdiah. Menanggapi Isu yang  berkembang serta laporan yang ia terima dari ASN adanya pergantian pada Eselon II, III dan IV dengan total 17 OPD yang akan diganti oleh PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi dianggap Chairul tak Etis apalagi mendekati pesta demokrasi 27 November nanti.
“Secara Etika itu tidak baik, karena dalam beberapa Minggu lagi Pilkada ada pergantian kepala OPD,” kata Chairul, saat dibincangi dikantornya, Minggu (29/9/2024).
Chairul menjelaskan sebagai Anggota DPRD Sumsel ia merasa jika itu tak Etis jelang Pesta Demokrasi. Malahan menurut isu dan informasi yang ia terima berkas untuk pemindahan dibawa sendiri oleh PJ Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Makanya sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban mengingatkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus menunda ini, Mendagri selesaikan dahulu Pilkada baru laksanakan mutasi jabatan.  Malahan ada Isu yang berkembang, ada Kepala Biro yang baru menjabat 4 bulan juga akan diganti. Padahal tidak boleh diganti karena baru 4 bulan menjabat,” tegasnya.
Chairul yang pernah menjabat sebagai Pimpinan DPRD Sumsel 2014-2019 mengharapkan kepada BKN tidak dahulu memproses pemindahan yang akan dilakukan PJ Gubernur Sumsel.
“Selesaikan dahulu Pilkada baru diproses persoalan ini. Hingga tak terjadi keributan dan kericuhan jelang Pilkada, Apalagi tak akan Emergency didalam pergantian tersebut,” ungkapnya.
Chairul menjelaskan jika sah – sah saja seorang PJ Gubernur merombak jajaranya, namun tunggu hingga selesainya Pilkada. Jangan sampai timbul isu baru adanya keterlibatan politik dari mutasi jabatan tersebut karena memihak salah satu Paslon.
“Harusnya PJ Gubernur, ASN, dan perangkat Pemerintahan lainya Netral dalam Pilkada ini. isu seperti ini harus di hilangkan sehingga tidak menimbulkan kericuhan. PJ Gubernur harus bersuara terkait masalah ini, Benar atau tidak informasi yang kita terima,” tutupnya.
Chairul menambah jika ia telah menghubungi PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi namun tak ada tanggapan dari PJ Gubernur.

Berita Terkait

Kejari Palembang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan, Kerugian Negara Rp3,07 Miliar
Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan
Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin
Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto
Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman
Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera
Sekda Palembang Aprizal Hasyim Tegaskan BUMD Harus Profesional, Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD
13 Hari Pasca-Pengeroyokan Jurnalis Palembang, Koalisi Pers Sumsel Pertanyakan Kinerja Mapolda Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Kejari Palembang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan, Kerugian Negara Rp3,07 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera

Berita Terbaru