51 Relawan ACT Sumsel Ikuti Diksar di Bengkulu

- Redaksi

Kamis, 31 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK,Palembang- Akademi Relawan Indonesia besutan Masyarakat ReIawan Indonesia (ARI-MRI) bersama Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) di bawah Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengadakan pelatihan dan pendidikan bagi 103 relawan siaga bencana. Kegiatan yang bertajuk Volunteer Camp Series: Disaster Management Basic Training (DMBT) bertujuan untuk terus menguatkan dan membangun kesiap-siagaan relawan dalam mengambil peran di berbagai potensi kebencanaan di Indonesia.

“Kita tidak berharap bencana akan hadir, tapi kita terus menyiapkan relawan yang siap diterjunkan dalam berbagai bencana alam yang dapat terjadi di kemudian hari,” kata Kepala ARI, Andri Perdana kepada relawan.id, Kamis (31/1/2019).

Andri menjelaskan bahwa event di Bengkulu ini merupakan Batch ke-V untuk wilayah Sumatera bagian Selatan. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Jawa bagian Barat, Jawa bagian Timur dan Sumatera bagian Utara.

Dia juga berharap, melalui Volunteer Camp Series DMBT, relawan tanggap bencana yang tangguh dapat tersebar di Indonesia.

“Semoga Allah senantiasa meridhoi dan menguatkan langkah kita dalam berbagai aksi kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ardiansyah Branch Manager ACT Sumsel menyambut baik kegiatan ini. Dirinya berharap output dari Diksar ini akan melahirkan para relawan tangguh yang siap terjun ke segala medan bencana.

“Saya berharap ini adalah awal, ke depan akan lebih intensif lagi dalam berbagai kelas yang diadakan oleh ARI,” tegas Ardi dalam sambutannya.

Kegiatan Volunteer Camp Series DMBT kali ini diadakan 31 Januari – 3 Februari 2019 di Kepahiang, Bengkulu dan diikuti oleh relawan MRI-ACT dari berbagai Provinsi di Sumatera Riau, Sumbar, Sumsel, Lampung dan tuan rumah Bengkulu. ACT Sumsel mengirimkan 51 relawannya untuk mengikuti program ini.

Materi yang disajikan berupa ilmu kebencanaan dan penanganannya, disampaikan oleh oara narasumber kompeten berbagai instansi yang berhubungan dengan penanganan kebencanaan. Selain itu, ada juga materi teknis lapangan, rescue, kerelawanan, survival, serta long march. Semua materi diajarkan dengan konsep fly camp.

Berita Terkait

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku
Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”
Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:56 WIB

Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Starlink untuk Sekolah

Senin, 16 Mar 2026 - 13:10 WIB