Stok Menipis, Dinas Kesehatan Mulai Batasi Vaksinasi

- Redaksi

Jumat, 16 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan vaksinasi di Fasyankes Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Pelaksanaan vaksinasi di Fasyankes Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Antusias masyarakat Pagar Alam untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 terbilang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat, yang secara mandiri mendatangi Fasiltas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan posko vaksinasi yang sudah ditetapkan.

Dinas Kesehatan Pagar Alam pun tak menampik hal tersebut. Antusias masyarakat di Bumi Besemah untuk melaksanakan vaksin, memang cukup tinggi sejak dimulainya vaksin bagi masyarakat umum.

Akan tetapi, dengan keterbatasan vaksin saat ini, membuat permintaan masyarakat dan usulan beberapa instansi belum bisa terpenuhi. Sehingga, banyak yang beranggapan bahwa ada penolakan dari Dinas Kesehatan bagi masyarakat yang ingin divaksin.

Menurut Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Pagar Alam, Suwirman, untuk saat ini merupakan bagian dari fokus kepada masyarakat yang akan mendapatkan vaksin dosis kedua.

Pasalnya, kata Suwirman, jika dilakukan maka untuk penyuntikan dosis yang dilakukan dua kali, dikhawatirkan hanya mencukupi untuk dosis I saja. Sementara, dalam tempo 28 hari berikutnya belum bisa dipastikan suplainya untuk pemberian dosis kedua.

“Sejauh ini respon masyarakat terhadap vaksin cukup baik, apalagi dengan adanya vaksinasi massal dari TNI-Polri. Bahkan ada yang mengusulkan untuk divaksin, tinggal masalahnya sekarang keterbatasan vaksin itu sendiri,” terang Suwirman, Jum’at (16/7/2021).

Oleh karenanya, kata Suwirman, wajar saja jika ada yang bilang bahwa ada penolakan dari Fasyankes untuk mereka yang ingin divaksin.

“Sebenarnya bukan menolak, hanya saja dibatasi dengan melihat ketersedian vaksin saat ini. Dan kalau itu kelompok lansia tetap kita prioritaskan karena sampai saat ini cakupannya masih sangat rendah,” terang Suwirman. (ANA)

Berita Terkait

Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD
Era Baru NU Pagar Alam Dibawah Pimpinan Deni Priansyah, 3 Lembaga Strategis Dilantik Sebagai Mesin Perjuangan 
Di Sumsel Baru Pagar Alam! KTNA Diberi Kepercayaan Kelola Lahan Pertanian Secara Mandiri
Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah
Pesan Menyentuh MUI Pagar Alam, Jangan Awali Pernikahan yang Sakral dengan Hal yang Menghilangkan Keberkahan
Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam
Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN
Gerak Cepat Hadapi Musim Hujan, Pemkot Pagar Alam Kerahkan Gabungan OPD Bersihkan Drainase Terminal Nendagung

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Era Baru NU Pagar Alam Dibawah Pimpinan Deni Priansyah, 3 Lembaga Strategis Dilantik Sebagai Mesin Perjuangan 

Rabu, 30 September 2026 - 20:12 WIB

Di Sumsel Baru Pagar Alam! KTNA Diberi Kepercayaan Kelola Lahan Pertanian Secara Mandiri

Senin, 28 September 2026 - 15:13 WIB

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Minggu, 27 September 2026 - 13:09 WIB

Pesan Menyentuh MUI Pagar Alam, Jangan Awali Pernikahan yang Sakral dengan Hal yang Menghilangkan Keberkahan

Berita Terbaru

Korban di rs bari

Kota Palembang

Bocah Laki Laki Berumur 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam

Kamis, 1 Okt 2026 - 19:03 WIB