UMP Perkuat Riset Terapan, Panen Perdana Kebun Jagung Jadi Tonggak Hilirisasi

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen perdana kebun jagung Universitas Muhammadiyah Palembang menandai penguatan riset terapan dan hilirisasi pertanian kampus.

Panen perdana kebun jagung Universitas Muhammadiyah Palembang menandai penguatan riset terapan dan hilirisasi pertanian kampus.

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menegaskan arah penguatan riset terapan dan hilirisasi pertanian melalui panen perdana Kebun Jagung yang dikembangkan sebagai Pusat Riset dan Hilirisasi Jagung. Panen dilakukan di lahan seluas 4,3 hektare yang berlokasi di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, menandai langkah konkret kampus dalam mengintegrasikan riset akademik dengan kebutuhan nyata sektor pertanian.

Panen perdana tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, SE, MM, didampingi jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, ST, MT, Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, SE, MM, Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng, serta Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Drs. Abu Hanifah.

Anggota BPH UMP, Drs. Abu Hanifah, menegaskan panen perdana ini bukan sekadar capaian budidaya pertanian, melainkan tonggak awal pembangunan kawasan akademik berbasis produksi dan inovasi. Kebun jagung tersebut dirancang sebagai laboratorium lapangan yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem berkelanjutan.

“Ini bukan kebun musiman. Lahan ini adalah aset akademik strategis yang harus dikelola secara serius dan terstruktur untuk mendukung riset mahasiswa dan dosen,” ujarnya.

Menurut dia, fungsi utama kebun jagung adalah sebagai pusat pembelajaran dan riset berkelanjutan. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk praktik budidaya, pengujian varietas, hingga penerapan teknologi pertanian modern. Sementara itu, dosen memiliki ruang untuk mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan peternakan.

Lebih jauh, Abu Hanifah menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Jagung yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diarahkan menjadi produk bernilai tambah, seperti pakan ternak, olahan pangan, hingga potensi bahan baku industri. Dengan pendekatan ini, kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis riset.

Ia juga menyoroti perlunya tata kelola yang profesional, mulai dari perencanaan tanam, penerapan teknologi budidaya yang tepat, hingga pembenahan sistem pascapanen.

“Perencanaan tanam, teknologi budidaya, dan sistem pascapanen harus ditata dengan baik. Arah pengembangan kebun ini harus jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Rektor UMP, Prof. Abid Djazuli, menyatakan pengembangan kebun riset jagung sejalan dengan visi universitas untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha. Menurut dia, pertanian berbasis sains dan inovasi menjadi salah satu sektor strategis yang perlu diperkuat oleh perguruan tinggi.

“Panen perdana ini membuktikan bahwa pengelolaan lahan produktif berbasis kampus dapat berjalan efektif jika didukung perencanaan, manajemen, dan arah riset yang jelas.

Ke depan, kebun jagung UMP ditargetkan menjadi model pengembangan pertanian kampus yang terintegrasi, produktif, dan memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Sri Rahayu, SE, MM, menjelaskan bahwa panen perdana dilakukan di lahan sekitar 4,2 hektare, dengan uji coba jagung manis seluas 2.500 meter persegi.

“Sebagai kampus berdampak, kami memilih jagung karena kawasan ini merupakan sentra petani jagung. Ke depan, lahan ini akan dikembangkan sebagai pusat riset, termasuk penanaman jagung untuk pakan ternak dengan penerapan pupuk dan teknologi budidaya yang lebih baik.

Panen perdana ini menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mengembangkan pertanian berbasis riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB

Empat Lawang

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:10 WIB