Ukiran Cinta Eddy Santana Putra Membangun Kota Palembang

- Redaksi

Kamis, 9 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eddy Santana Putra. (Photo: Istimewa)

Eddy Santana Putra. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Berbicara Provinsi Sumatera Selatan, pastinya akan bermuara kepada Ibukotanya, yaitu Palembang. Kota dengan luas wilayah 400,61 Km² ini dan memiliki lebih dari 1,6 juta penduduk pada tahun 2021.

Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, sangat wajar jika selain menjadi pusat Pemerintahan, Palembang juga jadi pusat peradaban dan perekonomian, pendidikan hingga bahkan bercampurnya keberagaman agama, ras, suku dan kebudayaan.

Jika dipandang dari segi usia tentu saja Palembang menjadi kota tertua di Indonesia. Saat ini kota Palembang secara resmi tercatat berusia 1340 tahun pada bulan Juni 2023.

Banyak cerita yang terukir didalam perjalanan sebelum kota ini bernama Palembang, melalui kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang sehingga kemasayhuran terdengar hingga seantero dunia.

Setelah lepas meraih kemerdekaan dari penjajahan kolonial Belanda dan mampirnya Jepang ke Palembang, kota yang dikenal sebagai kota pempek dan songket ini memiliki pemerintahan sendiri didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun proses yang begitu tak mudah harus dilalui oleh kota tertua di Indonesia ini, semenjak menjadi kota ini menjadi ibu kota Provinsi Sumatera selatan banyak program dan konsep yang coba diterapkan demi membangun kota ini, baik dari segi infrastruktur, Ekonomi dan Kesehatan dan budaya.

Banyak nama yang telah terukir sebagai Walikota, mulai Raden Hanan hingga saat ini Harnojoyo. Namun dengan deretan begitu banyak nama ada satu yang dianggap berhasil menata kota Palembang yang saat ini kita lihat. Di mana peninggalan-peninggalan karyanya bisa kita nikmati.

Seperti yang dikatakan Arjeli salah satu pengamat sosial dan media di kota Palembang, Kamis (9/2/2023). Dirinya mengatakan, jika berbicara sejarah panjang kota Palembang selepas masa penjajahan pastinya kita akan membicarakan soal pertumbuhan dan perkembangan di segala sektor.

“Hal yang menarik jika kita mencoba mengulik tentang pertumbuhan dan perkembangan kota Palembang seusai lepas dari masa penjajahan kolonialisme Belanda dan Jepang,” kata Jeli, sapaan pensiunan Dosen di salah satu Universitas di Sumatera Selatan ini.

Dilanjutkannya, banyak hal yang telah dilakukan untuk membangun kota dilintasi oleh aliran sungai Musi ini, seperti penataan ruang dan infrastruktur.

“Bercerita tentang kota Palembang tentu saja saat ini pastinya kita akan membicarakan infrastruktur dan penataan ruang kota yang begitu elok dapat kita nikmati seperti saat ini,” ujarnya.

Arjeli yang selama ini telah mengamati perkembangan kota Palembang dari Zaman ke Zaman mendapati pasang surutnya keberhasilan para Walikota yang memimpin kota Palembang hingga puncaknya dipegang oleh Eddy Santana Putra.

“Tentu saja jika kita sebagai masyarakat membincangkan kota Palembang dari tingkat keberhasilan dalam para walikota memimpin kota Palembang, pasti masyarakat kota Palembang akan menyebutkan sebuah nama yang karya – karya dari program kerjanya dalam membangun kota ini masih bisa kita nikmati dan banggakan, tidak lain sosok yang dimaksud adalah Eddy Santana Putra,” ungkapnya.

Menurut Jeli, bagaimana tidak masyarakat Palembang akan menyanjung sosok Eddy Santana karena pada saat kepemimpinannya Palembang mengalami banyak perubahan signifikan.

“Wajar jika masyarakat hingga saat ini masih mengingat atau bahkan menyanjung sosok seorang Eddy Santana Putra karena selama dibawah pemimpinannya kota Palembang mengalami perubahan yang sangat besar terutama didalam penataan tata ruang kota dan infrastruktur, bahkan karyanya bisa kita nikmati hingga hari ini,” ucapnya.

Tidak hanya memiliki konsep yang terencana dengan sangat baik, tapi setiap program kerja yang dilaksanakannya akan membawa dampak positif ke sektor yang lain.

“Sebagai masyarakat Palembang pastinya kami mengakui Kepiawaiannya seorang Edy Santana putra dalam memimpin disebabkan konsep dan program kerja yang terencana dengan baik, hal ini dibuktikan setiap program kerja yang dilaksanakannya pasti membawa dampak positif ke sektor yang lain,” cerita dia.

Arjeli juga memberikan contoh bahwa setiap program kerja yang dilaksanakannya mampu membawa berbagai dampak di sektor lainnya, seperti penataan ruang di pasar 16 daerah Ilir ke Jakabaring yang Notabene adalah wilayah seberanga Ulu ternyata  membawa dampak pada pertumbuhan perekonomian untuk masyarakat.

“Salah satu contoh Kecil program Eddy Santana Putra yang membawa dampak begitu besar disektor yang berbeda, seperti pemindahan pedagang pasar 16 Ilir ke pasar Induk Jakabaring, dengan tujuan menanta ruang publik agar lebih baik malah berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di kedua daerah,” bebernya.

Belum lagi pekerjaan fenomenal yang hasil kita bisa nikmati hingga saat ini, yaitu penataan benteng Kuto besak (BKB) sebagai tempat berwisata selain mendekatkan masyarakat melihat peninggalan – peninggalan masa lalu. Tempat ini sering juga dijadikan arena untuk kegiatan – kegiatan yang bertaraf internasional.

“Tidak hanya penataan Pasar 16 Ilir dibawah Jembatan Ampera, sosok Eddy Santana juga telah berhasil mengubah pelataran BKB menjadi ruang publik yang rapi dan bersih. Bahkan pada saat ini sering dijadikan untuk kegiatan perekonomian. Hal ini dibuktikan seringnya tempat ini menjadi ajang-ajang kegiatan bertaraf Internasional,” jelasnya.

Arjeli menegaskan jika melihat beberapa peninggalan karya Eddy Santana putra sebagai walikota sangat dimaklumi jika sosoknya masih tersimpan dihati masyarakat kota Palembang hingga saat ini dan diharapkan maju dalam Pilkada Sumatera selatan 2024.

“Jika kita melihat peninggalan – peninggalan karya sosok Eddy Santana Putra ketika menjabat sebagai Walikota Palembang 2 periode, Wajar saja jika namanya tetap terukir dengan baik dihati masyarakat kota Palembang hingga saat ini, dan mengharapkan sosok Eddy Santana Putra maju dalam Pilkada Sumatera selatan tahun 2024,” tutur Arjeli. (ANA)

Berita Terkait

Dapat Surat PTDH Dosen Univ PGRI Dan Pegawai Tetap Tempu Jalur Hukum
Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Karhutla dan Bagikan 1.500 Masker untuk Masyarakat
Gebyar Kejutan AHASS, Astra Motor Sumsel Apresiasi Konsumen yang Rutin Merawat Motor
Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta
Gugat-Menggugat Rumah di Sinta Regensi, Tergugat II Beberkan Transaksi Tunai hingga SHM
Terekam CCTV Hendak Curi Motor di Parkiran Hotel, IA Nyaris Diamuk Warga
Asap Karhutla dari OKI dan Muba Selimuti Palembang hingga Jambi, Pusat Beri Bantuan Tambahan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Dapat Surat PTDH Dosen Univ PGRI Dan Pegawai Tetap Tempu Jalur Hukum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Karhutla dan Bagikan 1.500 Masker untuk Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Gebyar Kejutan AHASS, Astra Motor Sumsel Apresiasi Konsumen yang Rutin Merawat Motor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan

Jumat, 28 Agu 2026 - 12:09 WIB

Dosen dn Pegawai universitas PGRI di PTDH

Kota Palembang

Dapat Surat PTDH Dosen Univ PGRI Dan Pegawai Tetap Tempu Jalur Hukum

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:56 WIB