TKA 2026 di Depan Mata, 323 Siswa SMPN 3 Palembang Jalani Geladi Bersih Ujian Digital Nasional

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia mulai memasuki tahap krusial. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar simulasi nasional TKA pada 9–17 Maret 2026 sebagai uji coba sistem sekaligus memastikan pelaksanaan ujian berbasis digital dapat berjalan lancar.

Simulasi ini tidak hanya menjadi latihan bagi para siswa, tetapi juga bertujuan menguji kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, hingga sistem pengawasan ujian. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kendala teknis saat pelaksanaan TKA resmi pada April mendatang.

Di Palembang, SMP Negeri 3 Palembang turut ambil bagian dalam simulasi nasional tersebut. Sebanyak 323 siswa yang telah terdaftar sebagai peserta TKA 2026 mengikuti geladi bersih yang dilaksanakan secara serentak.

Kepala SMP Negeri 3 Palembang, Dra. Nofritawati, M.Si, mengatakan bahwa simulasi ini merupakan tahap akhir sebelum pelaksanaan ujian resmi.

“Hari ini merupakan geladi bersih atau simulasi terakhir yang dilaksanakan secara serentak. Di SMP Negeri 3 Palembang terdapat 323 siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta TKA dan akan mengikuti ujian resmi pada April mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan simulasi dibagi dalam beberapa sesi guna menjaga ketertiban dan menyesuaikan dengan ketentuan teknis dari pusat. Dalam satu ruangan maksimal hanya diisi 20 peserta, sehingga sekolah menyiapkan tiga ruang ujian untuk setiap sesi.

Pada hari pertama simulasi, pelaksanaan dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama diikuti 43 siswa, sesi kedua 40 siswa, sesi ketiga 40 siswa, dan sesi keempat 40 siswa, sehingga total peserta yang mengikuti simulasi hari itu mencapai 163 siswa.

“Pembagian sesi ini penting agar pelaksanaan ujian berjalan tertib, sistem tidak terlalu terbebani, serta pengawasan dapat dilakukan lebih maksimal,” jelasnya.

Selain mempersiapkan aspek teknis, pihak sekolah juga melakukan berbagai langkah pembinaan akademik bagi siswa. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika secara intensif memberikan pembimbingan, mulai dari pembahasan soal hingga penggunaan buku penunjang khusus untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Dalam skema pelaksanaan TKA, materi ujian terbagi dalam dua bidang utama, yakni literasi dan numerasi, yang masing-masing akan dikerjakan dalam dua hari berbeda.

Menariknya, sistem ujian digital yang diterapkan memungkinkan setiap peserta mendapatkan paket soal yang berbeda, meskipun duduk berdampingan.

“Soal yang diterima siswa berasal langsung dari pusat dan berbeda-beda antar peserta. Jadi meskipun duduk bersebelahan, soal mereka tidak sama. Penilaiannya pun diproses langsung dari pusat,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kendala teknis, pihak sekolah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, terutama terkait stabilitas listrik dan jaringan internet. Sekolah berencana berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan ujian. Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan dengan Telkomsel guna memastikan jaringan internet tetap stabil.

“Kami ingin memastikan tidak ada gangguan teknis yang dapat menghambat siswa saat ujian. Karena itu kami menjalin koordinasi dengan PLN terkait listrik dan dengan Telkomsel untuk menjaga kestabilan jaringan internet selama ujian berlangsung,” katanya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan tenang dan optimal. Simulasi yang digelar saat ini diharapkan menjadi tolok ukur kesiapan sekolah sekaligus membangun kepercayaan diri para siswa sebelum menghadapi ujian sesungguhnya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, TKA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi alat evaluasi kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi langkah penting dalam transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional menuju era digital yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Jaks

Berita Terkait

Rotasi Ditubuh LBH Bima Sakti, DR Cornie Pania Putri Sah Tidak menjabat Wadir Bima Sakti 
Demi Keselamatan Pengendara, Tol Palembang Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut Pagi
Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang
Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi
Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel
Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

Rotasi Ditubuh LBH Bima Sakti, DR Cornie Pania Putri Sah Tidak menjabat Wadir Bima Sakti 

Minggu, 6 September 2026 - 13:25 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Tol Palembang Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut Pagi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:13 WIB

Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Berita Terbaru

Pelaku saat diamankan Kepolisian

Kota Palembang

Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:13 WIB